Leo Travel 2 - шаблон joomla Joomla

Google Translate

 

 ANALISA PASAR WISATA KABUPATEN GIANYAR

 

  • Pasar domestik

Pada analisa pasar wisatawan ini menjelaskan hasil pengisian kuesioner yang diisi oleh wisatawan khususnya wisatawan domestik. Data yang diperoleh dari hasil pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan pada wisatawan yang berasal dari kota-kota besar di Indonesia, diantaranya Jakarta, Bandung, Makasar, Medan, Manado, Bondowoso, Papua, Pekanbaru, Yogyakarta, Blitar, Banyuwangi, Tegal, Surabaya, Malang dan Denpasar.

  • Karakteristik Kunjungan

Berdasarkan atas karakteristik kunjungan wisatawan domestik ke Kabupaten Gianyar dapat dijelaskan berdasarkan sub pembahasan sebagai berikut.

a. Perencanaan Kunjungan

Perencanaan kunjungan wisatawan domestik ke Gianyar dapat dijelaskan melalui pertanyaan yang diajukan kepada respoden yaitu  apakah kunjungan anda ke Bali sudah Anda rencanakan sejak lama. Sedangkan alternatif jawaban yang bisa mereka pilih antara lain satu minggu, bulan, tahun. Hasil rekapitulasi menjelaskan bahwa perencanaan kunjungan wisatawan domestik ke Bali dalam konteks ini ke Kabupaten Gianyar yaitu sebanyak 13 responden (16%) menjawab satu minggu, 36 responden (47%) menjawab sudah direncanakan sebulan yang lalu dan 10 responden (14%) menjawab 1 tahun, sedangkan yang tidak bersedia memberikan jawaban hanya seorang dari 74 responden.

Berdasarkana atas hasil jawaban terebut di atas sekaligus menyimpulan bahwa wisatawan domestik yang berkunjung ke Bali dalam hal ini Kabupaten Gianyar tidaklah direncanakan secara tiba-tiba atau tanpa perencanaan, namun sudah direncanakan jauh hari. Wisatawan doemestik telah merencanakan kedatangan mereka ke Kabupaten Gianyar sejak satu bulan yang lalu, bahkan banyak diantara mereka merencanakan untuk datang ke Bali atau Gianyar khususnya sejak satu tahun sebelumnya. Sehingga sebelum wisatawan memutuskan untuk berkunjung ke suatu destinasi, wisatawan cenderung telah mempunyai rencana berkunjung dengan mempertimbangkan banyak aspek, diantaranya; tujuan destinasi, minat, hobi, kecukupan dana dan apa yang ingin mereka dapatkan saat melakukan kunjungan wisata.

b. Sumber Informasi

Sumber informasi wisata mengenai destinasi merupakan hal yang sangat penting bagi wisatawan sebagai faktor penentu dalam pengambilan keputusan berkunjung pada suatu destinasi pariwisata. Sumber informasi bagi wisatawan domestik tentang Kabupaten Gianyar dapat diketahui melalui pertanyaan sebagai berikut; “Melalui media apa saudara dapatkan informasi tentang Bali/Gianyar?”.  Pilihan sumber informasi/jawaban yang ingin didapatkan antara lain informal (dalam hal ini contohnya dari cerita atau pengalaman orang lain/teman yang telah pernah datang berkunjung ke Bali/Gianyar), Buku, Brosur, Internet dan atau yang lainnya.

rdasarkan hasil tabulasi melalui proses rekapitulasi data diperoleh jawaban sebagai berikut: melalui informasi informal 11 responden (15%), melalui buku 5 responden (7%), brosur 7 orang responden (9%), internet 24 orang (32%), dari media lainnya (jurnal, majalah, koran) yakni diperoleh 19% (14 responden) serta yang tidak memberikan pendapat 13 responden (18%). Kesimpulan data di atas, peranan internet sangat besar memberikan informasi destinasi disamping peranan informasi informan (cerita teman) maupun peran media lainnya dan brosur.

Pengelola destinasi maupun pihak yang memegang peranan dalam manajemen promosi pariwisata harus memberikan informasi secara lengkap serta up to date melalui media internet, karena pada era globalisasi saat ini hampir sebagian besar masyarakat terutama mereka yang gemar melakukan travelling tentu mengenal dan sangat memahami penggunaan fasilitas internet. Demikian halnya dengan informasi informal seperti cerita atau pengalaman yang menyenangkan dari kolega maupun teman dekat sangat besar pengaruhnya, karena bersifat langsung dan sangat meyakinkan calon wisatawan untuk berkunjung ke suatu destinasi wisata. Pengalaman yang menyenangkan oleh wisatawan akan membentuk pencitraan yang luar biasa, sehingga teman yang lain ingin juga berkunjung ke suatu destinasi.

c. Motivasi Kunjungan

Berdasarkan atas tujuan kunjungan atau motivasi wisatawan domestik berkunjung ke Kabupaten Gianyar terdiri dari beberapa pilihan yang disajikan antara lain; berlibur, mengunjungi teman, tugas kantor/dinas, konferensi, berdagang dan tujuan lainnnya. Hasil rekapitulasi menjelaskan bahwa motivasi wisatawan domestik yang mengunjungi Kabupaten Gianyar secara berurutan didorong oleh motivasi berlibur (82%), mengunjungi teman (8%), menjalankan tugas kantor/dinas (3%) dan ikut konferensi (1%). Sehingga berdasarkan hasil rekapitulasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Gianyar tujuan utamanya yakni berlibur disamping mengunjungi teman dan melaksanakan tugas kedinasan/ kantor.

 d. Daya Tarik Utama Kunjungan

Daya tarik utama Kabupaten Gianyar bagi wisatawan domestik dengan jumlah  74 responden menyatakan bahwa daya tarik utama yang membuat mereka memutuskan untuk berkunjung ke Gianyar adalah hanya untuk melihat lihat (seightseeing) 31%, berkunjung karena keunikan budaya dan keindahan alam sebesar 45%, tertarik karena keramahan masyarakat setempat sebesar 4%, karena tersedianya fasilitas pariwisata yang lengkap 5%, tertarik karena biaya berlibur terjangkau 5%, mereka memilih berkunjung ke Kabupaten Gianyar karena atraksi wisata yang beragam 12%, serta hal lainnya sebesar 4%. Sehingga dapat disiimpulkan bahwa daya tarik utama wisatawan berkunjung ke Kabupaten Gianyar sebagian besar dikarenakan keindahan alam dan keunikan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Gianyar, selain itu juga tertarik oleh keramahan mayarakat Gianyar, harga berlibur yang terjangkau maupun atraksi wisata yang beragam.

 e. Pilihan Akomodasi

Berdasarkan hasil tabulasi dan rekapitulasi dari 74 wisatawan domestik yang telah mengunjungi dan melakukan pembelian jasa akomodasi Kabupaten Gianyar diperoleh hasil bahwa wisatawan yang memilih menginap di hotel berbintang sebanyak 20%, tinggal di rumah keluarga (Homestay) sebanyak 24%, tinggal di hotel melati 16%, tinggal di pondok wisata 11%, tinggal tinggal di Villa 12%, serta tinggal di jenis akomodasi lainnya sebanyak 17%. Berdasarkan hasil analisa data di atas menunjukan bahwa wisatawan domestik cenderung memilih menginap di rumah keluarga (Homestay), hotel berbintang dan menginap di hotel kelas melati.  Dengan demikian dapat asumsikan bahwa wisatawan domestik yang datang ke Gianyar dengan kemampuan finansial yang bervariasi

 f. Pilihan Atraksi Wisata

Pemilihan atraksi wisata di Kabupaten Gianyar yang diminati wisatawan domestik telah ditanyakan kepada 74 responden dengan menekankan pada aktivitas wisata yang sesuai dengan potensi pariwisata Kabupaten Gianyar diantarnya  melihat-lihat (seightseeing), pertualangan (adventure), berbelanja (shoping), spriritual, kesehatan (wellness), kehidupan malam (nightlife tourism), dan lainnya. Berdasarkan hasil pengisian kuesioner dan proses tabulasi diperoleh pilihan minat wisatawan domsetik yang berkunjung ke Gianyar untuk aktivitas melihat-lihat (seightseeing) sebanyak 24 orang (32%), wisata petualangan sebanyak 32 orang (43%), untuk tujuan berbelanja sebanyak 24%, minat mengikuti wisata spiritual 9% wisata kesehatan 1% dan minat mengunjungi wisata malam 4%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa minat wisatawan domestik yang datang ke Gianyar sebagaian besar untuk mengikuti wisata petualangan seperti arung jeram (rafting), serta ingin melihat keindahan seni dan budaya masyarakat yang ada di kawasan pariwisata Kabupaten Gianyar.

 g. Permasalahan di Daya Tarik Wisata Kabupaten Gianyar

Sebuah destinasi pariwisata tentu memiliki keunggulan dan kekurangan baik dari sisi keindahan alam, keunikan budaya, akses informasi, ketersediaan infrastruktur, fasilitas daya tarik wisata serta lainnya.Permasalahan yang sering ditemukan ketika berkunjung pada suatu daya tarik wisata, dapat memberikan dampak serius pada keberlangsungan daya tarik wisata tersebut apabila dalam waktu lama tidak mendapatkan solusi maupun jalan keluar yang cepat dan bisa meyakinkan kembali wisatawan dan operator biro perjalanan. Permasalahan yang sering ditemukan di daya tarik wisataKabupaten Gianyar dapat diketahui dengan mengkonfirmasi kembali kepada wisatawan domestik melalui pertanyaan sebagai berikut, “Apakah permasalahan yang anda temui selama kunjungan anda di Bali/Gianyar ?”.

Terhadap pertanyaan tersebut di atas, adapun alternative jawaban yang menjadi pilihan responden diantaranya keamanan, kemacetan, kebersihan, kenyamanan dan lainnya. Merujuk pada hasil rekapitulasi data terhadap 74 responden melalui proses tabulasi menujukkan sebanyak  4% (3) responden menemui masalah pada keamanan di kabupaten Gianyar, 36 responden (49%) yang menyebutkan masalah kemacetan, 9 responden (12%) menyebutkan masalah kebersihan, 6 responden (8%) menyebutkan masalah kenyamanan,7 responden (9%) menjawab masalah lainnya dan 13 responden (18%) tidak memberikan jawaban. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masalah kemacetan dan kebersihan merupakan permasalahan utama yang ditemui oleh wisatawan selama berkunjung ke Gianyar.

Untuk memperkuat citra positif sebagai daerah tujuan wisata, masalah kemacetan lalu lintas sangat perlu mendapat penanganan secara sinergi antara para pihak satuan kerja maupun instansi yang mengurus masalah kemacetan dalam hal ini pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan.Pada masalah kebersihan merupakan tugas dari instansi terkait dengan aparatur dibawahnya.Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat menentukan penanganan kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan destinasi wisata.

  • Presepsi Wisatawan Domestik

a. Tentang Keramahan Masyarakat Gianyar

Berdasarkan hasil rekapitulasi terhadap 74 responden terkait presepsi wisatawan mengenai keramahan masyarakat lokal diperoleh hasil sebagai berikut: wisatawan domestik memilih ramah sebanyak 32 responden (43%), sangat ramah 25 responden (34%), cukup ramah 11 responden (15%) dan 6 responden (8%) tidak menjawab. Berdasarkan gambaran hasil rekapitulasi di atas, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Gianyar dalam pergaulan maupun dalam kehangatan menyambut  wisatawan masih tergolong baik. Sikap ramah tamah (hospitality) memang sangat perlu diterapkan sebagai pedoman sehari-hari.Sikap dan perilaku masyarakat lokal sangat menentukan tolak ukur kesinambungan sebuah destinasi wisata.Wisatawan tidak mungkin datang untuk kedua kalinya jika mereka tidak mendapat sambutan yang tidak simpatik dan kesan kecewa. “Hospitable attitude of the local people is very important for the tourism destination”. Sambutan hangat tuan rumah tentu menjadi kenangan yang tak terlupakan di hati wisatawan yang berkunjung.

b. Tentang Kebersihan Lingkungan

Presepsi 74 responden wisatawan domestik terhadap kebersihan lingkungan di wilayah Kabupaten Gianyar adalah sebagai berikut; mereka yang menyatakan bersih sebanyak 44 responden (59%), sangat bersih 4 responden (5%), cukup bersih 16 responden (22%) dan kurang bersih 5 responden (7%), dan yang tidak menyampaikan pendapat 5 responden (7%). Gambaran atau pemahaman wisatawan domestik mengenai kebersihan di destinasi maupun lingkungan yang mereka kunjungi mayoritas menyatakan bersih, meskipun hal ini masih menjadi pernyataan yang sangat relatif dari para responden. Sebagai orang timur (dalam hal ini wisatawan domestik) tidak mau mengecewakan masyarakat sebagai tuan rumah karena dari segi psikologi mereka selalu menyatakan baik walaupun sebenarnya tidak begitu adanya karena semata-mata untuk menghormati masyarakat lokal.

 c. Tentang Tingkat Kepuasan Pelayanan

Kualitas pelayanan wisatawan dalam dunia kepariwisataan memegang peranan yang sangat penting. Industri pariwisata dimanapun berada “service quality”adalah nafas kepariwisataan, artinya jika pelayanan (service) tidak memuaskan, maka secara otomatis akan berdampak pada tingkat kunjungan dan pendapatan usaha dari host.Tingkat kepuasan terhadap pelayanan wisatawan diperoleh sesuai hasil tabulasi dan rekapitulasi kuesioner, sebagai berikut : menyatakan puas sebanyak 47 responden (63%), cukup puas sebanyak 14 responden (19%) dan sangat puas 7 responden (9%) dan kurang puas 1 responden (1%) serta yang tidak menyatakan pendapat 5 responden (7%). Dari hasil di atas menunjukan mayoritas wisatawan domestik menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan, namun hal ini harus menjadi pemicu untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan berstandar internasional.

 d. Tentang Keinginan untuk Berkunjung Kembali

Terkait dengan bahasan sebelumnya tentang tingkat kepuasan pelayanan, berikutnya adalah keinginan untuk berkunjung kembali. Hasil rekapitulasi terhadap 74 responden tentang keinginan wisatawan untuk kembali berkunjung ke Kabupaten Gianyar memberikan respon sebagai berikut; wisatawan domestik menyatakan ingin berkunjung kembali sebanyak 64 orang (86%), wisatawan menyatakan ragu-ragu sebanayak 2 orang (3%) dan wisatawan yang tidak menyampaikan pendapat sebanyak 8 orang (11%). Berdasarkan hasil rekapitulasi di atas, dapat dijelaskan bahwa wisatawan domestik sangat kuat keinginan mereka untuk kembali berkunjung ke Kabupaten Gianyar (repeater).Berdasarkan semua pendapat dari point 1.1.sampai dengan 1.8 mengingatkan untuk selalu lebih meningkatkan hal-hal yang menjadi dambaan maupun keinginan yang pantas disajikan untuk mereka. Segala upaya yang mesti dilaksanakan antara lain perbaikan insfrastruktur, peningkatan kebersihan, pelayanan akomodasi dan hal lain yang berhubungan dengan pembangunan kepariwisataan.

e. Tentang Pementasan Kesenian Bali

Presepsi wisatawan domestik mengenai pementasan kesenian Bali dapat dijabarkan melalui tiga pertanyaan pada kuesioner antara lain ; Apakah anda suka terhadap pementasan kesenian Bali, alternatif jawaban atas pertanyaan ini adalah ; ya, tidak, tidak tahu. Pertanyaan kedua ; Apakah saudara merasa puas terhadap pementasan Tarian Bali, alternatif jawaban yang  ditawarkan kepada wisatawan adalah ; sangat puas, puas, kurang puas, sangat tidak puas dan tidak tahu. Pertanyaan nomor tiga ; apakah perlu pementesan Tari Bali dikolaborasikan dengan seni modern. Alternatif jawaban yang ditawarkan adalah ; ya, tidak, dan tidak tahu (atau tidak memberi pendapat). Hasil analisis tabulasi terhadap ketiga pertanyaan perihal persepsi kesenian Bali tersebut di atas adalah sebagai berikut; (1) untuk pertanyaan “apakah anda suka terhadap pementasan kesenian Bali”, 74 responden menyatakan “ya”sebanyak 64 orang (86%), menyatakan tidak hanya 2 orang (3%), dan tidak menyatakan pendapat tidak tahu 3 orang (4%) serta tidak menjawab 5 responden (7%). Untuk pertanyaan kedua apakah saudara puas terhadap pemetasan Tarian Bali hasilnya adalah sebagaiberikut ; 15 responden (20%) menyatakan sangat puas, 45 responden (61%) menjawab puas, 2 reponden (3%) kurang puas, sangat tidak puas 0 % , tidak tahu 4 responden (5%), dan 8 responden (11%) yang tidak bersedia memberi jawaban.Untuk pertanyaan ketiga, “apakah perlu pementasan Tari Bali dikolaborasikan dengan seni modern (kontemporer)”, jawaban dari responden yang diperoleh menyatakan “ya”sebanyak 36 orang (49%), “tidak”sebanyak 26 orang (35%), menyatakan “tidak tahu”2 orang (3%) serta tidak bersedia menjawab 10 orang (14%). Berdasaran atas pendapat wisatawan domestik tersebut terhadap minat, tingkat kepuasan maupun pendapat Kesenian Bali perlu diapresiasi sesuai pilihan dari wisatawan. Kabupaten Gianyar sebagai host dan daya tarik pariwisata tentu merasa  bangga bahwa wisatawan domestik masih berminat pada pementasan kesenian Bali serta menyatakan puas terhadap pementasan yang disuguhkan. Wisatawan domestik (responden) yang ditawarkan mengisi kuesioner ini terdapat di beberapa lokasi yaitu : hotel, restoran, daya tarik wisata, rumah makan, museum dan ditempat yang dikunjungi wisatawan domestik seperti pasar seni kerajinan. Justru yang menarik banyak wisatawan domestik yang minta ada kolaborasi pementasan kesenian Bali dengan seni modern, kiranya hal ini perlu mendapat perhatian dari segenap seniman Gianyar, sebagai talenta yang tidak disangkal lagi bahwa pementasan kesenian Bali sangat terasa redup bahkan sepi penonton, tidak seperti keadaan 20 - 30 tahun lalu ketika kesenian Drama Gong, Prembon dan Arja menjadi idola masyarakat. Kesenian yang banyak disukai oleh wisatawan domestik antara lain: Tarian Barong, Cak, tari lepas yang klasik seperti Tari Legong terutama yang dipentaskan oleh sanggar-sanggar disekitar daerah Ubud. Perlu disampaikan bahwa Gianyar sebagai pusat seni dan budaya yang ada di Bali. Pusat-pusat pementasan yang ada antara lain; Ubud dengan berbagai kesenian Bali, Peliatan dengan ciri khas Legong Keratonnya, Batubulan dengan Tarian Barongnya, dan  hampir di semua desa di Gianyar memiliki sanggar kesenian Bali. Begitu juga tarian Kesenian Bali di daya tarik wisata rekreasi seperti Teater Bali Agung di Taman Safari dan Marine Park dan stage-stage kesenian di taman rekreasi lainnya seperti Taman Nusa.

  • Pariwisata Bali dan Isu-Isu Global                                                                                      

a.Keberlanjutan Kepariwisataan Gianyar

Isu –isu global terkait dengan kepariwisataan sangat mempengaruhi aktivitas pariwisata, dan cenderung berpengaruh negatif terhadap berkurangnya pasar wisatawan, termasuk juga wisatawan domestik. Maka dari itu diperlukan informasi sebagai respon wisatawan perihal isu-isu global tersebut. Pertanyaan maupun pernyataan tentang isu-isu umum yang sering ditemui dan kiranya sangat perlu diketahui respon/jawabannya dari wisatawan yang berkunjung ke Gianyar, pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut; banyak pemerhati pariwisata mengkhawatirkan keberlangsungan kepariwisataan Gianyar (Bali) sehingga bisa menjadi”Yesterday Destination”karena permasalahan sosial, tata ruang, kemacetan dan semakin berkurangnya ruang terbuka hijau. Alternatif jawaban yang mereka pilih adalah ; benar, tidak benar dan diberi ruang/hak untuk tidak memberi opini atau jawaban. Atas pertanyaan ini wisatawan yang memilih benar dari 74 responden adalah sebanyak 48 orang (65%),  tidak benar 17 orang (23%)  dan 5 orang (7%) yang tidak  berpendapat ada 4 orang (5%) yang tidak memilih   jawaban. Berdasarkan hasil analisa data di atas dapat diasumsikan bahwa wisatawan domestik sangat mengkhawatirkan masa depan destinasi dalam hal ini Bali termasuk Gianyar. Kalau permasalahan sebagaimana pernyataan nomor 1 secara terus menerus tidak mendapat penanganan dari pihak yang berwenang maka ada kemungkinan akan menjadi “yesterday destination“atau suatu destinasi wisata yang bisa ditinggalkan oleh wisatawan. Hasil tersebut sekaligus menjadi cermin yang menunjukan kekurangan-kekurangan selama ini melalui jawaban yang disampaikan wisatawan melalui pengisian kuesioner, tentu ini merupakan pendorong bagi pemangku kebijakan untuk memberi perhatian yang serius.                        

b. Kemanan Global

Isu keamanan merupakan isu global yang tidak kalah penting dengan isu sebelumnya. Adapun pertanyaan lengkap yang diajukan terkait permasalahan keamanan adalah ; dari segi keamanan global, Bali (Gianyar) masih menjadi target serangan teroris sebagaimana peristiwa Bom Bali Tahun 2002. Dari pertanyaan yang telah diajukan di atas, diperoleh hasil sebagai berikut; wisatawan domestik yang menyatakan benar sebanyak 14 orang (19%), tidak benar sebanyak 32 orang (43%), ragu-ragu sebanyak 16 orang (22%), dan tidak menyatakan pendapat 8 orang (11%), serta tidak memberikan jawaban 4 orang (5%). Hasil rekapitulasi atas jawaban atau pendapat wisatawan tersebut menunjukan bahwa wisatawan khususnya wisatawan domestik tidak begitu mengkhawatirkan keamanan, dikarenakan presepsi atas suatu bencana terjadi secara insidensial dan bisa terjadi kapan saja tanpa diduga sebelumnya. Pendapat atas pernyataan yang sifatnya memancing keperdulian wisatawan terhadap isu keamanan, bahwa mereka merasa tidak terganggu atas kejadian yang pernah terjadi di Bali (Bom Bali). Dalam hal ini menunjukan sikap optimis wisatawan tentang keamanan masih sangat kuat dan hal ini tentu sangat diapresiasi secara positif.

c. Permasalahan Kemacetan

Mengenai isu dan permasalahan kemacetan respon atas wisatawan domestik dapat diketahui melalui pertanyaan sebagai berikut ; Sebagaimana rilis penerbitan Majalah TIME yang lalu, Bali sebagai pulau surga sekarang telah berubah menjadi pulau macet. Jawaban wisatawan domestik atas pernyataan yang diajukan adalah : menyatakan benar sebanyak 42 orang (57%), tidak benar sebanyak 20 orang (27%), ragu-ragu 4 orang (5%) dan tidak berpendapat 4 orang (5%). Jawaban atas responden terhadap pernyataan ini bahwa wisatawan domestik cenderung menyatakan benar artinya ada keraguan di hati mereka tentang masa depan destinasi Bali/Gianyar, perihal kenyamanan saat berlibur maupun kenyamanan hidup semua  masyarakat yang ada di Bali. Itulah pendapat mereka menurut kacamata pribadi masing-masing responden yang mencapai 57%, perlu dijadikan perenungan oleh semua pihak baik Pemerintah dan masyarakat yang tinggal di Gianyar khususnya. Karena pendapatan masyarakat meningkat dari berkembangnya usaha kepariwisataan   (dalam konteks pertumbuhan ekonomi dari berkembangnya pariwisata), justru bermuara pada peningkatan jumlah kendaraan bermotor, inilah hukum sebab-akibat yang sangat susah untuk diatasi. Keadaan kemacetan sering terjadi terutama di daerah tujuan wisata. Untuk di wilayah Kabupaten Gianyar terjadi di Ubud terutama pada masa “peak Season” bulan Juli, Agustus sampai pertengahan bulan September. Sangat perlu diakui stakeholder yang terkait, duduk bersama guna menanggulangi permasalahan kemacetan yang terjadi kebijakan maupun program yang strategis perlu diterapkan secara tepat guna dan ekstra agar kemacetan setidaknya bisa dikurangi dengan memberdayakan potensi yang ada.

 d. Penanganan Kebersihan di Daya Tarik Wisata

Pernyataan terkait dengan penanganan kebersihan di daya tarik wisata diajukan kepada responden yakni; semakin meningkatnya konsumsi publik terhadap kebutuhan hidup sehari-hari berupa makanan, minuman, terutama produk kemasan menyebabkan produksi sampah juga semakin meningkat, menurut pendapat anda bagaimana penanganan sampah di kawasan wisata. Jawaban yang didapatkan dari 74 responden adalah; 11 responden (15%) menyatakan baik, cukup baik 55 responden (74%), tidak baik 4 responden (5%), hanya 1 orang (1%) yang tidak berpendapat dan 3 orang (4%) tidak menjawab. Berdasarkan hasil analisa penanganan kebersihan di daya tarik wisata, wisatawan menyatakan cukup baik (74%) karena memang di daya tarik wisata kelihatan lebih bersih dari sebelumnya, dikarenakan telah ada petugas-petugas kebersihan yang bekerja sesuai dengan tugas mereka. Respon positif dari wisatawan domestik ini perlu dijaga, diperlihara, dibina secara terus menerus dan diusahakan layout sebuah daya tarik wisataa khususnya di Kabupaten Gianyar agar selalu tampak bersih dan terpelihara sehingga wisatawan merasa nyaman dan betah berkunjung.

 e.  Kejahatan Narkotika

Isu Kejahatan Narkoba dapat diketahui dari Jawaban 74 responden atas pertanyaan ;”Gianyar (Bali) “Gianyar as belong to Bali Island” masih menjadi tempat pemasaran dan transfer narkotika ke berbagai belahan dunia yang justru sering dilakukan oleh orang mancanegara maupun wisatawan yang berkunjung ke Bali, menurut pendapat anda upaya pencegahan maupun proses hukum oleh otoritas di Bali/Indonesia adalah?” Jawaban responden atau wisatatawan domestik terhadap pertanyaan diatas adalah ; 14 orang (19%) menyatakan sangat baik, menjawab baik sebanayk 19 orang (27%),  cukup baik 14 orang (19%), 11 orang (15%) yang tidak berpendapat, dan 16 orang (20%) yang tidak bersedia mengisi tanggapan. Dari pendapat responden wisatawan domestik bahwa mereka sangat mengapresiasi positif atas kinerja aparat keamanan atas penanganan maupun proses hukum oleh otoritas di Bali, dominan mereka menyatakan baik, sangat baik dan cukup baik. Justru sangat menarik diperhatikan bahwa ada 11 responden yang tidak berpendapat dan 16 orang responden tidak bersedia memberikan jawaban.Muncul asumsi bahwa masalah penanganan maupun pencegahan peredaran narkoba mungkin menurut responden/ wisatawan domestik merasa tidak berhak menilai kinerja aparat atau merasa tidak nyaman memberikan pendapat karena faktor psikologis mereka. Pertanyaan diatas juga disadari memancing cara pandang dari wisatawan,  namun perlu memandang masalah narkotika ada relasinya dengan keamanan dan kenyamanan sebuah destinasi wisata bahkan secara luas akan membentuk  karakter masyarakat sekitarnya.

  •  ANALISA PASAR WISATAWAN MANCANEGARA

Karakteristik Kunjungan Wisatawan Mancanegara

 a. Perencanaan Kunjungan

Berdasarkan survei yang telah dilakukan kepada wisatawan mancanegara mengenai seberapa lama wisatawan merencanakan kunjungan ke Kabupaten Gianyar didapatkan hasil bahwa, persentase lama perencanaan kunjungan ke Gianyar yaitu direncanakan 1 minggu sebelumnya sebesar  40 %, direncanakan 1 bulan sebelum kunjungan sebesar 40 %, Sebesar 8% wisatawan menyatakan tidak tahu, dan Sebesar 12 % orang yang tidak menyatakan pendapatnya.

 b. Sumber Informasi

Sangat perlu diketahui darimana saja wisatawan mengetahui informasi tentang daerah wisata di Kabupaten Gianyar sehingga mereka memutuskan untuk berkunjung Ke Kabupaten Gianyar. Pertanyaan yang diajukan berdasarakn sebaran kuesioner yaitu; darimana wisatawan memperoleh informasi tentang pariwisata Gianyar yang terdiri-dari sumber informasi  informal, buku, brosur, internet dan lainnya. Dari hasil rekapitulasi keselurahan jawaban wisatawan didapatkan hasil yaitu ; sumber informasi dari informal sebesar 8% (Mount to Mounth Information), dari buku sebesar 27%, dari brosur sebesar 4%, dari internet sebesar 50% dan  dan dari media lain sebesar 11%. Berdasarkan hasil survei diatas, bahwa peranan internet sebagai media informasi dan promosi sangatlah penting.Disini tidak berlebihan jika disarankan pemangku kebijakan dibidang pariwisata mestinya menjadikan internet sebagai media promosi destinasi, event dan informasi pariwisata secara umum harus lebih ditingkatkan. Upaya ini bisa dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan media promosi seperti Trip Advisor  serta media lainya. Apalagi dalam fenomena saat ini, internet sangat praktik digunakan oleh wisatawan untuk mengetahui informasi seluruh destinasi di Dunia sehingga fokus pemerintah dalam bidang promosi melalui internet harus ditingkatkan

 c. Motivasi Kunjungan

Wisatawan mancanegara yang berlibur di Kabupaten Gianyar sesuai hasil pengisian kuesioner mengenai motivasi wisatawan, didapat hasil yaitu ; motivasi untuk berlibur sebesar 81%, kunjungan keluarga sebesar 7%, ,  yang melakukan Kerja dinas, Konferensi, dan bisnis tidak ada , serta  yang memilih  hanya sebesar 12%, sehingga  kebanyakan wisatawan datang ke Kabupaten Gianyar  hanya untuk berlibur. Sesuai hasil tabulasi diatas, dapat digambarkan bahwa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Gianyar, sebagian besar bertujuan belibur untuk melihat-lihat pesona keindahan alam dan budaya lokal termasuk adat istiadat masyarakat yang tersebar di Kabupaten Gianyar.

 d. Daya Tarik Utama Kunjungan

Berdasarkan hasil rekapitulasi data daya tarik kunjungan wisatawan mancanegara yang berlibur ke Gianyar, didapatkan bahwa yang menyatakan tertarik dengan keunikan budaya Gianyar sebesar  40%, tertarik akan keindahan alam sebesar 28%, tertarik akan keramahan penduduk  15%, tertarik dengan adanya kelengkapan fasilitas pariwisata sebesar 2%,  tertarik karena biaya liburan murah di daerah wisata gianyar sebesar 9% dan tertarik karena keanekaragaman atraksi wisata sebesar 6%. Ada juga  dari 100 responden yang menyatakan karena lainya sebesar 2%. Dapat ditarik kesimpulan  mayoritas wisatawan mancanegara yang berlibur ke Gianyar tertarik akan keunikan budaya masyarakat Gianyar.

 e. Pilihan Akomodasi

Berdasarkan kuesioner yang telah disebarkan kepada 100 wisatawan, didapatkan hasil rekapitulasi mengenai pilihan akomodasi wisatawan yang berkunjung ke Gianyar yaitu pilihan akomodasi hotel berbintang sebesar 14%, homestay sebesar 30 %, Cottage sebesar 19%, Villa sebesar 20%, rumah pribadi sebesar 16% dan lainya sebesar 1,94%. Dari hasil tersebut maka dominan wisatawan menggunakan pilihan akomodasi homestay, hal ini dapat dilihat karena tingginya akomodasi homestay di Kabupaten Gianyar, pilihan akomodasi ini perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan mengingat keuntungan pilahan akomodasi homestay akan memberikan keuntungan kepada masyarakat lokal (base on community tourism). Dari data di atas secara jelas diperoleh pilihan pertama adalah di home stay, kedua hotel berbintang dan ketiga di cottage atau villa. Perlu dicatat wisatawan yang disasar kebanyakan yang berada di Ubud.

 f. Pilihan Atraksi Wisata

Berdasarkan tujuan kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Gianyar, diperoleh data dari 100 responden didapatkan hasil bahwa tujuan untuk melihat-lihat (Sight seeing) sebesar 37%, melihat aktivitas keagamaan sebesar 20%, berpetualang sebesar 20%, berbelanja sebesar 8%, mengikuti program wisata kesehatan sebesar 8%, dan kehidupan malam (night life) sebesar  2%, dan ada pula responden yang memilih tujuan lainya sebesar 4%.

 g. Permasalahan Daya Tarik Wisata di Gianyar

Dalam melakukan perjalanan seorang wisatawan kadang kala menemui suatu kendala yang mungkin tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Dari penyebaran kuesioner yang telah dilakukan didapatkan hasil yaitu ; kendala keamanan sebesar 6%, kemacetan sebesar 47%, masalah kebersihan sebesar 30%, kenyamanan sebesar 3% dan sebesar 14% menyatakan masalah lainnya . Dapat disimpulkan disini bahwa kebanyakan wisatawan mancanegara mengalami permasalahan kemacetan dan masalah kebersihan lingkungan daya tarik wisata. Untuk masalah lainnya yang mereka temui selama berlibur di Gianyar dan dinyatakan secara tertulis antara lain; tidak tersedianya penunjuk jalan yang cukup sehingga daya tarik yang mereka ingin kunjungi sulit ditemukan, padahal daya tarik wisata itu sudah mereka lalui sebelumnya. Hal ini  berlaku bagi wisatawan  yang tidak diantar oleh guide, artinya mereka melakukan perjalanan secara individual, tidak adanya ruang bermain untuk anak-anak,makin sesaknya populasi penduduk serta berkurangnya lahan hijau.Poin diatas perlu pengkajian dan perhatian lebih dalam penyusunan kebijakan dan program-program pembangunan kepariwisataan.

  • Persepsi Wisatawan Mancanegaraa.       

a. Tentang Keramahan Masyarakat Gianyar

Masalah keramahtamahan masyarakat lokal sangatlah penting bagi keberadaan sebuah destinasi wisata. Dalam istilah mancanegara dinyatakan “ The hospitable of the local people  is very important  for the tourism destination”. Gambaran yang diperoleh dari 100 orang wisatawan yang berbahasa Inggris didapat informasi bahwa ; menyatakan sangat ramah 66%, ramah 29%, menyatakan cukup ramah 5%. Jadi, disini tergambar sikap”fair” wisatawan menilai etika keramahan kita sebagai tuan rumah, artinya pernyataan yang apa adanya tentang kesan keramahan masyarakat Gianyar yang dirasakan oleh wisatawan.

 b. Tentang Kebersihan Lingkungan

Kesan terhadap kebersihan lingkungan yang kita peroleh dari pengakuan wisatawan mancanegara adalah: sangat bersih 10%, bersih 40%, cukup bersih 34% dan tidak bersih 11% serta sangat tidak bersih 5%. Perlu dicatat bahwa pengakuan atau pendapat wisatawan mancanegara seperti terurai diatas  hanyalah sebagi fakta pengakuan, namun yang terpenting adalah kesadaran kita untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Faktor kebersihan merupakan citra terdepan sebuah destinasi wisata dimanapun  berada. Jadi kita jangan berpatokan kepada hasil survei, namun kenyataan bersih atau tidaknya  daya tarik wisata menjadi perhatian  kita.

 c. Tentang Kepuasan Pelayanan

Sesuai data yang diperoleh tentang pelayanan yang disajikan kepada wisatawan, didapat data sebagai berikut; sangat puas 54%, puas 43%, dan ada 3% yang menyatakan cukup atas pelayanan yang diberikan. Dalam hal ini perlu berbangga hati bahwa wisatawan mancanegara yang datang berlibur ke Kabupaten Gianyar menyatakan sangat puas terhadap pelayanan saat mereka berkunjung.Kepuasan yang mereka dapatkan baik pelayanan hotel dan selama tour yang mereka lakukan maupun di tempat-tempat wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Gianyar. Pelayanan yang kita sajikan  harus ideal sesuai standar internasional dan beretika. Hal ini sangat penting untuk mencatatkan kesan yang mendalam dihati mereka  tentang sebuah destinasi  khususnya  dari segi pelayanan.

 d. Tentang Keinginan Untuk Berkunjung Kembali

Gambaran survei melalui pertanyaan yang disampaikan” apakah anda tertarik untuk berkunjung kembali?’. Didapatkan hasil dari 100 responden yang disasar ada sebesar 79% wisatawan yang menyatakan  ingin berkunjung kembali, yang menyatakan  ragu-ragu sebesar 17%, namun ada 4 orang wisatawan mancanegara  yang menyatakan  tidak akan berkunjung kembali. Pendapat diatas  cukup membanggakan karena kebanyakan wisatawan mancanegara ingin berkunjung kembali ke Kabupaten Gianyar. Namun sebagai destinasi wisata, para pemangku kepentingan harus punya tanggung jawab untuk mewujudkan kepariwisataan yang berkelanjutan sehingga apa yang dibayangkan oleh wisatawan sebelum mereka memutuskan untuk memilih berlibur ke Kabupaten Gianyar mestinya sama keadaan yang mereka temui selama berkunjung nantinya.

 

DINAMIKA KUNJUNGAN WISATAWAN DI KABUPATEN GIANYAR

Halaman  ini menyajikan informasi perihal dinamika kunjungan wisatawan di Kabupten Gianyar dari tahun ke tahun di beberaopa obyek wisata yang ada. Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gianyar didukung oleh beberapa faktor antara lain semakin bervariasinya atraksi maupun destinasi wisata yang ada di Kabupaten Gianyar baik di  kawasan barat Kabupaten Gianyar yang meliputi wilayah Kecamatan Ubud payangan dan Suykawati, wilayah tengah Kabuptaen Gianyar yang meliputi  kecamatan Blahbatuh  serta  wilayah utara yang meliuputri Kecamatan Tampaksiring dan Tegallalang. Penembangan  prasarana  kepariwisataan di wilayah timur semakin tahun semakin bertambah  antara lain Bali Safari and Marine Park yang ada di Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra di wilayah Lebih, Taman Nusa di Tulikup,Water Doom di Bukit Jati Gianyar.

  • Kunjungan Wisatawan Di Kabupaten Gianyar

Pengembangan Desa Wisata yang bertebaran di Kabupaten Gianyar menyajikan berbagai macam atraksi wisata sesuai dengan potensi desa wisata yang bersangkutan. Adapun desa wisata tersebut antara lain; Desa Manukaya dengan Daya Tarik Tirta Empul yang sudah dikenal oleh wisatawan maupun masyarakat luas, Desa Pejeng Kangin dengan pesona Goa Garba dan Pura Pengukur-ukuran di pinggir Sungai Pakerisan, Desa Bedulu dengan kekayaan arkeologi yang bertebaran di wilayah Desa Bedulu antara lain Goa Gajah, Yeh Pulu, Pura Pengastulan, Pura Desa Alit, Pura Jero Agung, Pura Dadari dan peninggalan arkeologi di mmancanegara-mmancanegara rumah penduduk sampai yang saat ini masih dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Terdapat pula Desa Kemenuh dengan potensi desa budaya dengan kerajinan patung khas Desa Kemenuh, Air Terjun Tegenungan, wisata alam trakking bahkan peninggalan prasasti yang menerangkan tentang Kadyagan Ambarawati di Pura Gunung Kawiyang  menggambarkan kebudayaan di masa lalu tersimpan di sebuah Pura Dadia Pasek di Tengkulak Kaja Kemenuh.

Desa wisata yang lain antara lain Desa Mas dengan potensi kerajinan kayu yang sudah mendunia, seiring perkembangan waktu, saat ini mulai redup, Desa Batubulan ciri khas Tari Barong-nya, Desa Batuan dengan nuansa Pura Desa yang menawan, Desa Singapadu Kaler dengan daya tarik alam dan ukiran kayu dan batu padasnya, Desa Kedewatan dengan pesona sungai ayung, Desa Bahbatuh dengan peninggalan sejarah seperti Pura Durga Kutri, Legenda Kebo Iwa dan desa-desa lain yang berada di Kabupaten Gianyar. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gianyar tidak terlepas dari peranan Pemerintah Daerah melalui upaya perbaikan daya tarik wisata serta penataan manajemen di daya tarik wisata dengan memberdayakan potensi sumber daya yang ada. Kunjungan wisatawan di daya tarik wisata yang ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar berkerjasama dengan pengemong maupun desa pekraman yang menaungi daya tarik wisata yang bersangkutan, sesuai data yang ada Daya tarik Tirta Empul menempati urutan teratas disusul Daya tarik Goa Gajah, Gunung Kawi Tampaksiring, Gunung Kawi Sebatu, Yeh Pulu, dan Alam Sidan. Daya tarik wisata yang paling rendah tingkat kunjungannya adalah Daya tarik Wisata Alam Sidan yang meliputi pemandangan Alam Sidan, Daya Tarik Wisata Pura Dalem Sidan dan lingkungan sekitarnya. Upaya meningkatkan kunjungan di Daya tarik Alam Sidan terkendala karena posisi daya tarik tidak merupakan“itinerray tour”yang umum seperti misalnya jalur Denpasar Goa Gajah-Tampaksiring-Kintamani.  Demikian juga apabila wisatawan kembali dari Kintamani biasanya selalu kembali melalui jalur  Tampaksiring menuju Ubud atau daya tarik wisata lainnya.

Perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara saat ini yang paling tinggi adalah di Bali Safari Marine Park.Wisatawan yang berkunjung setiap hari mencapai hampir seribu bahkan lebih, sehingga menjadi daya tarik wisata favorit di wilayah Gianyar Timur. Kunjungan wisatawan di sejumlah taman rekreasi seperti Taman burung, Bali Zoo, Gajah Taro juga ramai terutama di musim puncak kunjungan (Peak Season) pada bulan Juli , Agustus, September dan akhir Desember.. Sesuai data yang ada, kunjungan wisatawan di daya tarik yang dikelola oleh pemerintah masih didominasi oleh wisatawan mancanegara hampir mendekati tujuh puluh persen. Sedangkan di daya tarik taman rekreasi kunjungan wisatawan mancanegara masih lebih dominan namun saat musim liburan sekolah dan hari libur nasional kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik relatif seimbang. Laju peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Gianyar berkisar antara empat  sampai dua puluh persen setahun.

Data Kunjungan ke Daya Tarik Wisata di Kabupaten Gianyar

Tahun

Jumlah Kunjungan

2010

1.363.910

2011

1.445.595

2012

1.680.105

2013

1.658.795

2014

1.921.819

2015

2016

1.917.691

2.482.938

 

Untuk tahun 2016 kunjungan wisatawan pada Daya tarik Wisata di Kabupaten Gianyar  sampai bulan Desember sejumlah 2.482.938 kunjungan. Begitu juga halnya dengan Daya Tarik Wisata yang dikelola oleh Pemerintah sampai akhir bulan Desember 2016 sejumlah 1.065.325 kunjungan, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015 yang mencapai 1.917.691  kunjungan, maka terjadi peningkatan sejumlah 565.247 kunjungan ( 29.5 %).

Kalau kita amati data  dalam kurun lima tahun berjalan terjadi peningkatan kunjungan yang tercata pada tahun 2011 sejumlah  1.445.595 kunjungan , sedangkan kunjungan wisatawan sampai akhir tahun 2016  sejumlah 1.917.691 kunjungan , sehingga terjadi peningkatan  sejumlah 565.247 ( 29.5 %).

Dapat kita pantau rata-rata peningkatan kunjungan  tiap tahun  sejumlah 207.468 kunjungan  atau  sekitar  (14 %).

Kita perlu berbangga  bahwa kunjungan wisatawan di obyek wisata yang ditangani oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar  dengan bekerjasama dengan para pengemomg dan Desa Pekraman terkait untuk tahun 2016 dari sisi penerimaan retribusi  melampui target dari sisi penerimaan .

Dari target Retrebusi  yang dianggarkan sebesar Rp.13.000.000.000 ( tiga  belas milyar rupiah) telah tercatat penerimaan di akhir tahun 2016 sebesar Rp. 15.493.150.000 sehingga terjadi kelebihan pendapatan dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 2.493.350.000    (119,18 %)

Data Kunjungan Wisatawan di Enam Daya Tarik Wisata Kabupaten Gianyar

Periode Januari s/d Desember 2016

Daya Tarik Wisata

Jumlah Kunjungan

Presentase

Tirta Empul

524.647

49,2 %

Goa Gajah

315.078

29,6 %

Gunung Kawi Tampak Siring

182.593

17,1 %

Gunung Kawi Sebatu

34.527

3,2 %

Yeh Pulu

8.015

0,75 %

Alam Sidan

465

0,04 %

JUMLAH

1.065.325

 Wisatawan

 

Penting menjadi bahan pertimbangan bahwa peningkatan data jumlah kunjungan atau “Quantity Tourists”bukanlah merupakan faktor yang utama, namun hanya sebagai indikator kinerja dan angka-angka pencapaian. Pada intinya yang diharapkan adalah kualitas wisatawan yang berkunjung “Quality Tourists”yang akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi dan  perkembangan pariwisata yang lebih baik dari sisi pendapatan maupun keberlanjutan pembangunan kepariwisataan yang dalam istilah lain sering dikenal dengan “Quality tourism”untuk menuju  “Sustainable Tourism Development” Dapat digambrkan disini bahwa dengan jumlah wisatawan yang  lebih sedikit  tetapi dengan jumlah pengeluaran yang  maksimal, destinasi akan  lebih ringan menanggung resiko sosial, limbah dan kepadatan pengunjung. Disini  akan terjadi  wisatawan akan lebih leluasa menikmati lam dan budaya yang menjadi daya tarik wisata. Wisatawan yang datang cukup banyak, namun dari sisi uang yang dibelanjakan selama berkunjung sangat sedikit justru akan menjadi sebuah dilema bahkan menciptakan ketidaknyamanan seperti kemacetan, kualitas pelayanan yang rendah dan lain sebagainya.

Jika wisatawan yang berkunjung sebagian besar merupakan wisatawan berkualitas, ini memberikan dampak yang lebih besar bagi pendapatan sebuah destinasi yang akan bermuara pada peningkatan pendapatan pemerintah dari sisi pajak dan pendapatan masyarakat yang berkecimpung langsung sebagai peyedia layanan jasa kepariwisataan. Semakin besarnya uang yang wisatawan belanjakan selama berlibur di sebuah destinasi akan memberikan“Multifflier Effect“yang semakin besar bagi kesejahteraan masyarakat. Disamping itu, wisatawan yang tergolong “Quality Tourist”atau wisatawan kelas mapan dari segi ekonomi, kepedulian mereka terhadap lingkungan dan bisa secara langsung mengedukasi lingkungan di sebuah destinasi wisata. Pelayanan yang maksimal justru merupakan pemicu bagi  bertumbuhnya ketertarikan wisatawan untuk berkunjung kembali. Berdasarkan pemaparan diatas, maka dipandang perlu merubah paradigma maupun mindset berpikir bahwa pembangunan dan pengembangan kepariwisataan terutama dari sisi pemasaran.

Jadi pada intinya yang menjadi impian dan sasaran adalah wisatawan yang berkualitas dari segi ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat kepedulian mereka terhadap budaya lokal maupun pelestarian lingkungan. Wisatawan berkualitas akan lebih mampu mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat tuan rumah. Jika wisatawan yang berkunjung pada sebuah destinasi melebihi daya dukung yang dimiliki (over capacity) maka secara perlahan dan pasti akan mewujudkan permasalahan sosial seperti, kemacetan, sanitasi yang buruk, maupun masalah lainnya.

 

  • Realisasi Retribusi Daya Tarik Wisata Periode Tahun 2001-2015

Sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah, dari sisi pendapatan asli daerah peranan pajak hotel dan restoran serta retribusi daya tarik rekreasi untuk di Kabupten Gianyar merupakan hal yang sangat dominan. Berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa kewenangan Pemerintah Daerah sangat dominan untuk mengatur sumber-sumber pendapatan daerah sebagai sumber pendapatan asli daerah.

Untuk di Kabupaten Gianyar, Dinas Pariwisata yang merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menangani urusan kepariwisataan juga diberikan tugas teknis yang menunjang pendapatan daerah khususnya penanganan retrebusi daya tarik wisata.Daya tarikyang menghasilkan retrIbusi rekreasi antara lain, Tirta Empul, Gunung Kawi Tampaksiring, Gunung Kawi Sebatu, Goa Gajah, Yeh Pulu, Kolam Renang Bukit Jati serta Daya tarik Wisata Alam Sidan. Besaran target retribusi yang ditetapkan setiap tahun selalu mengalami peningkatan sesuai kajian dan pertimbangan serta kondisi nyata. Adapun faktor yang menjadi tolok ukur penetapan target retribusi antara lain: pencapaian retribusi tahun yang lalu, peningkatan jumlah kunjungan, kebijakan peningkatan harga tiket masuk daya tarik wisata  dan pertimbangan lain berdasarkan peraturan perundang-undangan maupun ketentuan yang berlaku.

Pencapaian retribusi rekreasi daya tarik wisata ditentukan oleh berbagai faktor yang bersifat intern maupun ekstern. Faktor intern yang dimaksud adalah  perkembangan umum pada sebuah destinasi yang meliputi masalah keamanan, wabah penyakit, kebersihan, etika masyarakat lokal, teknologi, kesiapan insfrastruktur, masalah pelayanan, kenyamanan, masalah  harga-harga yang mepengaruhi daya beli wisatawan dan hal-hal lain yang menyebabkan fluktuasi jumlah kunjungan wisatawan di sebuah destinasi wisata. Faktor ekstern adalah keadaan maupun perkembangan di Negara asal  wisatawan”potential market“antara lain; krisis global atau krisis moneter yang melanda negara-negara pemasok wisatawan, bencana alam (banjir, tsunami, gunung meletus, ledakan hebat, wabah penyakit), maupun hal-hal lain yang menyebabkan wisatawan menunda bahkan membatalkan kunjungan mereka ke sebuah destinasi.

Berdasarkan paparan diatas maka banyak faktor yang menyebabkan tercapai atau tidaknya target retribusi yang telah ditetapkan pada tahun bersangkutan.Perkembangan retribusi daya tarik wisata di Kabupaten Gianyar tidak terlepas dari faktor-faktor diatas. Sebagai contoh, pada era tahun 90-an wisatawan Jepang menempati  urutan teratas yang berlibur ke Bali tentu Gianyar merupakan  bagian yang tak terpisah dalam wilayah provinsi Bali, setelah terjadinya krisis global dan bencana  bocornya reaktor nuklir Fukushima  dan bencana tsunami yang melanda pesisir Timur Jepang pada tahun 2010, maka kunjungan wisatawan Jepang merosot tajam, juga ke Kabupaten Gianyar. Bencana serangan bom di Kuta pada tanggal 12 Oktober 2002 dan bulan Oktober tahun 2004 mengakibatkan kunjungan wisatawan ke Bali juga ke Gianyar mengalami  penurunan yang sangat signifikan, walaupun  secara perlahan bisa pulih dan  meningkat di tahun 2006 keatas. Di tahun 2015, target capaian retribusi adalah sama dengan tahun 2013 dan 2014 yaitu sebesar 12.464.135.500. Untuk melihat realisasi targetnya dapat dilihat pada table berikut:

Perkembangan Target dan Realisasi Retribusi Daya Tarik Wisata Tahun 2010 - 2016

Tahun

Target

Realisasi

Persentase (%)

2010

9.000.000.000

8.493.876.002

94.38

2011

12.000.000.000

11.121.424.432

92.68

2012

12.000.000.000

13.563.707.794

113.03

2013

12.464.135.000

12.518.297.500

100.43

2014

12.464.135.000

13.228.072.500

106.16

2015

2016

12.464.135.000

13.000.000.000

13.619.902.500

15.493.350.119

109.27

119,18

 

 

Memahami data diatas dapat kita realisasikan untuk pencapaian di tahun 2016 sudah melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp. 2.943.350.000.

Keadaan ini bisa kita capai berkat kerja keras petugas pungut di objek wisata, serta didukung oleh kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dan global yang kondusif.

 

  • Wisatawan yang Menginap di Kabupaten Gianyar

Perkembangan wisatawan yang menginap di Kabupaten Gianyar sesuai data yang diterima dari Satuan Intelkam Polisi Resor Gianyar dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.Negara-negara sebagai potensial market untuk pariwisata Kabupaten Gianyar  yang terdata oleh pihak  Kepolisian Resor Gianyar adalah; Australia, Amerika, Austria, Afrika, Argentina, Belanda, Belgia, Brazilia, Canada, Chili, Colombia, Denmark, Jerman, Guatemala, Hongkong, Hongaria, Inggris, Italia, Irlandia,India, Jamaika, Jepang, Korea, Kroasia, Malaysia, Mexico, Norwegia, New Zealand, Peru, Prancis, Philandia, Polandia, Pakistan, Potugal, RRC,Rusia,Rumania,Spanyol, Swedia,Swiss, Singapura, Srilanka, Scotlandia , Saudi Arabia, Taiwan, Thailand, Turki, Ukrania, Yugoslavia dan Yunani.

Untuk periode tahun 2016 wisatawan yang menginap di Kabupaten Gianyar  sampai bulan Desember tercatat sejumlah  504.928  wisatawan. Sedangkan wisatawan yang menginap di tahun 2012 sejumlah 109.168 wisatawan. Jadi terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang menginap  sejumlah 395.760 dibandingkan pada tahun 2012, sehingga terjadi peningkatan  (363%).

Dari data diatas dapat digambarkan bahwa wisatawan yang menginap di Kabupaten Gianyar terjadi peningkatan yang sangat berarti. Perkembangan ini justru sangat menggembirakan  perkembangan kepariwisataan Gianyar yang pada akhirnya  memberi dampak kesejahteraan pada semua lapisan masyarakat Kabupaten Gianyar.

Perkembangan ranking untuk 10 besar wisatawan yang menginap di Kabupaten Gianyar pada setiap tahunnya mengalami perubahan walaupun tidak terlalu signifikan, artinya berkisar pada asal negara wisatawan potensial market yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya namun bertukar peringkat  saja.

Pada tahun 2016 ini yang menjadi  10 top sesuai  peringkat adalah  wisatawan yang berasal dari Negara:

-         Australia

-         Amerika Serikat

-         Prancis

-         Inggis

-         RRC

-         Jerman

-         Jepang

-         Belanda

-         Sepanyol

-         Italia

 

Dapat digambarkan pada tahun 2015 untuk urutan 10 besar wisatawan yang menginap di Gianyar antara lain, Australia, Tiongkok, Prancis, Amerika, Jerman,Jepang, Belanda, Inggris, Jepang,Belanda,Canada,dan Spanyol.

data yang sudah ada dari sisi “Potential market”yang  berkunjung dan menginap di Kabupaten Gianyar.

Saat ini sebagai pemasok wisatawan yang berlibur di Kabupaten Gianyar adalah wisatawan yang berasal dari Australia. Ada beberapa faktor mengapa wisatawan Australia menempati urutan teratas antara lain, Australia dari segi jarak relatif lebih dekat dibandingkan dengan negara Eropa maupun Amerika bahkan dari Jepang, Ekonomi Australia tetap stabil dan kokoh, potensi destinasi yang ada di Gianyar masih dapat dijangkau pasar Australia, dan minat berlibur mereka relatif tinggi. Penting disampaikan negara tujuan wisatawan Australia menurut informasi dari hasil survei adalah; Selandia Baru, Fiji, Malaysia, Thailand, Jepang, negara-negara Eropa, Hawaii dan Amerika.Pada table berikut merupakan negara-negara yang sudah berkontribusi dalam menyebarkan wisatawan untuk menginap di wilayah Kabupaten Gianyar.

PERINGKAT 10 BESAR (TOP TEN) WISATAWAN YANG MENGINAP DI KABUPATEN GIANYAR

Periode Tahun 2015

Peringkat

Negara

Jumlah Wisatawan

1

Australia

35.425

2

RRC

23.987

3

Prancis

23.492

4

Amerika

23.037

5

Jerman

17.847

6

Inggris

17.118

7

                     Jepang

15.912

8

Belanda

13.886

9

Canada

8.335

10

Spanyol

8.016

 

 

 

 

 

 

Sumber Data:  Kasat Intelkom Polres Gianyar

 

PERINGKAT 10 BESAR (TOP TEN) WISATAWAN YANG MENGINAP DI KABUPATEN GIANYAR

PeriodeTahun 2016 (Januari s/d Desember)

Peringkat

Negara

Jumlah Wisatawan

 

 

1

Australia

60.143

 

2

Amerika Serikat

36.860

 

3

Prancis

35.003

 

4

Inggris

31.393

 

5

RRC

30.710

 

6

Jerman

28.801

 

7

Jepang

22.805

 

8

Belanda

20.688

 

9

Spanyol

12.877

 

10

Italia

12.645

 

Sumber Data: Kasat Intelkom Polres Gianyar

Berdasarkan tabel di atas telah menyajikan data 10 besar peringkat wisatatawan yang menginap di Kabupaten Tahun 2016. Wisatawan yang menginap di Kabupaten Gianyar dalam peringkat 10 besar masih didominasi oleh Australia, tapi kunjungan wisatawan Jepang yang menginap di Kabupaten Gianyar dari tahun ke tahun mengalami penurunan.

 

  • Kunjungan Wisatawan Ke Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Gianyar

Kunjungan wisatawan ke kabupaten Gianyar secara umum mengalami peningkatan. Sesuai data yang ada, daya tarik-daya tarik terdata adalah Tirta Empul, Gunung Kawi Tampaksiring, Gunung Kawi Sebatu, Goa Gajah, Yeh Pulu, Kolam Renang Bukit Jati dan Daya tarik Alam Sidan.

Daya tarik wisata yang dikelola swasta dalah Gajah Perdana Taro, Rafting Adventure, Sobek, Museum Arma, Museum Antonio Blanco, Museum Puri Lukisan, Museum Neka dan Taman Safari.

Pada tahun 2010 sejumlah 1.363.910.Kunjungan pada tahun 2011 menjadi 1.445.595 sehingga terjadi peningkatan 6% dari tahun 2010.Kunjungan wisatawan pada tahun 2012 naik menjadi 1.680.105 sehingga terjadi peningkatan sekitar 16,2% dari kunjungan wisatawan di tahun 2011.  Kunjungan wisatawan di Daya tarik wisata kolam renang Bukit Jati dan Alam Sidan tidak tercatat karena adanya pembangunan proyek  Water Doom dan renovasi Daya tarik Stage Sidan. Namun saat ini kunjungan wisatawan di tahun 2015 pada bulan Januari saampai dengan bulan Oktoberhanya tercatat 805.402 baik domestik dan mancanegara.

 

JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN DI KABUPATEN GIANYAR

TAHUN 2016

Di Obyek wisata yang ditangani Dinas pariwisata

 Periode Bulan Januari sampai dengan Desember 2016

BULAN

JUMLAH KUNJUNGAN

Jumlah

Mancanegara

%

Domestik

%

Januari

51.881

75

17.113

25

68.994

Pebruari

55.072

82

12.056

18

67.128

Maret

52.902

81

12.773

19

65.675

April

55.083

84

10.731

16

65.814

Mei

64.623

75

21.121

25

85.744

Juni

68.852

80

17.417

20

86.269

Juli

93.517

77

28.684

23

122.201

Agustus

118.325

 

86

19.071

14

137.396

September

95.975

90

10519

10

106.494

Oktober

88.446

90

10.519

10

98.159

Nopember

68.179

90

7.729

10

75.908

Desember

63.782

 75

21.761

25

85.543

JUMLAH

876.641

82

188.684

18

1,065.325

 

Wisatawan Mancanegara         : 876.641 ( 82 %) wisatawan

Wisatawan Domestik               : 188.684 ( 18 % )wisatawan

Sumber: Bendahara Penyimpan Barang Dinas Pariwisata 2016

 

DATA KUNJUNGAN WISATAWAN DI ENAM DAYA TARIK WisataATA KABUPATEN GIANYAR

TAHUN 2016

Daya Tarik Wisata

Jumlah Kunjungan

Presentase

Tirta Empul

524.647

49,2

Goa Gajah

315.078

30

Gunung Kawi Tampak Siring

182.593

17

Gunung Kawi Sebatu

34.527

3,2

Yeh Pulu

8015

0,75

Alam Sidan

465

0,04

JUMLAH

1.065.325

 

Mengamati data diatas bahwa tergambar dengan jelas kunjungan di daya tarik Tirta Empul tercatat 524.647menempati urutan tertinggi disusul kunjungan di Goa Gajah, Gunung Kawi Tampaksiring, Gunung Kawi Sebatu, Yeh Pulu dan Alam Sidan.  Dibandingkan kunjungan pada tahun 2015 pada periode yang sama (Januari sampai dengan Desember) sesuai data kunjungan yang diperoleh bahwa di 6 daya tarik wisata terdapat 936.885 kunjungan, secara komulatif kunjungan wisatawan di daya tarik wisata  di tahun 2016  mengalami peningkatan.

 

 

 

Rate this item
(0 votes)
Login to post comments
In legends, Legong is the heavenly dance of divine nymphs. Of all classical Balinese dances, it...
What makes the Kecak special is that the accompanying music is provided by the human voice, the...
Sidakarya mask is part of the mask dance performances that accompanied the ceremony in Bali...
Barong is probably the most well known dance. It is also another story telling dance, narrating...

Photo Tour

photo_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tour

Contact us

 Gianyar Government Tourism Office

Jln. Ngurah Rai, Gianyar - Bali - Indonesia (0361) 943554 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.