Leo Travel 2 - шаблон joomla Joomla

Google Translate

Kabupaten Gianyar merupakan salah satu Kabupaten dari 9 Kabupaten / Kota yang ada di Provinsi Bali yang kaya akan keanekaragaman seni, adat dan budaya yang masi tetap berkembang dan lestari sampai saat ini, sehingga dikenal sebagai Kabupaten seni.

Pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Gianyar yang berbasis kemasyarakatan, berkelanjutan mempunyai daya saing global, berdasarkan “ Tri Hita Karana ’’ yaitu hubungan baik antara manusia dengan Pencipta, hubungan manusia dengan sesame serta hubungan manusia dengan alam.

Pembangunan pariwisata yang dikembangkan di kabupaten Gianyar yakni ?“ Pariwisata Budaya ’’ yang bernafaskan Agama Hindu yang didukung oleh pembangunan sektor pertanian dalam arti luas dan industri pendukung lainnya.

Daya dukung sektor pertanian dalam hal ini seperti adanya subak sebagai warisan leluhur kita yang masih lestari dengan sistem irigasi yang tetap hidup sebagai tatanan organisasi tradisional.

 

Sejarah Singkat Kepariwisataan di Kabupaten Gianyar

Kepariwisataan Gianyar bermula pada tahun 1920 – an saat Walter Spies seorang pelukis asing kelahiran Jerman yang menetap di Ubud, di tepi sungai wos tepatnya di Campuhan Ubud.

Nama Walter Spies cukup melegenda di Bali. Kemasyuran nama Walter Spies telah tertulis dalam buku “ Bali Pariwisata Budaya dan Budaya Pariwisata ” karya penulis Perancis Michael Picard ( 2006 ) sempat diulas kiprah Walter Spies sebagai salah satu Pioneer Pariwisata Bali selama menetap di Ubud.

Spies tiba di Bali dalam era penjajahan Belanda di tahun 1927 dan menetap belasan tahun di Bali. Selama periode itu Spies menjadi orang yang banyak mengetahui tentang Bali. Dia bahkan menjadi pemandu bagi para seniman, penulis tokoh lainnya yang berkunjung ke Bali.

Tokoh Puri Ubud kala itu Cokorda Gede Agung Sukawati mengembangkan tempat tinggal Walter Spies yang tak lain merupakan tempat miliknya menjadi Guest House.?Seiring berjalannya waktu makin banyak wistawan asing yang berkunjung ke Gianyar khususnya Ubud, sehingga makin bertambah pula sarana dan prasarana penginapan yang dibangun oleh masyarakat setempat.

Setelah Masa Pasca Kemerdekaan kemudian dibangun Museum Puri Lukisan pertama di Ubud yang diprakarsai oleh Tokoh Puri Ubud Cokorda Gede Agung Sukawati bersama Yayasan Pita Maha dengan nama “ Museum Puri Lukisan Ratna Warta ” yang peletakan batu pertama dilakukan oleh Perdana Menteri Indonesia kala itu Mr. Ali Sastroamidjojo pada tahun 1954 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mohammad Yamin pada tahun 1956. ?Pada era tahun 1990 sampai 2000 berdiri hotel berbintang di wilayah Ubud untuk menyambut kehadiran wisatawan asing yang semakin banyak berkunjung ke Kabupaten Gianyar.?Pada saat ini masyarakat Kabupaten Gianyar sangat merasakan manfaat dari sektor pariwisata bagi kehidupan mereka sehari – hari, sehingga seluruh elemen masyarakat wajib menjaga keamanan dan faktor – faktor lain yang mendukung pengembangan kepariwisataan.

Rate this item
(0 votes)
Login to post comments
In legends, Legong is the heavenly dance of divine nymphs. Of all classical Balinese dances, it...
What makes the Kecak special is that the accompanying music is provided by the human voice, the...
Sidakarya mask is part of the mask dance performances that accompanied the ceremony in Bali...
Barong is probably the most well known dance. It is also another story telling dance, narrating...

Photo Tour

photo_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tour

Contact us

 Gianyar Government Tourism Office

Jln. Ngurah Rai, Gianyar - Bali - Indonesia (0361) 943554 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.