Leo Travel 2 - шаблон joomla Joomla
Pura Pegulingan is built in Caka year 1100 (1178 C) by King Masula Masuli. The location of the temple is in Basangambu Tampak Siring Gianyar regency. This
Located just 10 minutes outside of Ubud in Bali, Goa Gajah is a significant Hindu archaeological site. Goa Gajah is locally known as the Elephant Cave because of
Gunung Kawi Tampaksiring terletak di Banjar Penaka, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Candi Gunung Kawi merupakan situs arkeologi berupa candi yang dipahatkan pada dinding batu di
Tirta Empul is located in the upper course of pakerisan rive, Manukaya Vilage Tampaksiring Sub district Gianyar Regency.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Penganugerahan Parama Bhakti Pariwisata

Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata serahkan penghargaan Parama Bhakti Pariwisata kepada dua kaka adik asal Puri Ubud. Alm. Tjokorda Gde Raka Sukawati sebagai impresario serta dipolomat seni budaya. Sedangkan dan alm. Tjokorda Gde Agung Sukawati, selaku konseptor kepariwisataan yang berbasis seni budaya maupun komunitas. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Penghargaan, Cok Rai Widiarsa Pemayun, saat acara penyerahan penghargaan, di panggung terbuka, Ancak Saji, Puri Ubud, Gianyar, Selasa, (10/11) malam.

Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata serahkan penghargaan Parama Bhakti Pariwisata kepada dua kaka adik asal Puri Ubud. Alm. Tjokorda Gde Raka Sukawati sebagai impresario serta dipolomat seni budaya. Sedangkan dan alm. Tjokorda Gde Agung Sukawati, selaku konseptor kepariwisataan yang berbasis seni budaya maupun komunitas. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Penghargaan, Cok Rai Widiarsa Pemayun, saat acara penyerahan penghargaan, di panggung terbuka, Ancak Saji, Puri Ubud, Gianyar, Selasa, (10/11) malam.

Lebih lanjut, Cok Rai Widiarsa mengatakan kedua tokoh tersebut yang merupakan kakak-adik merupakan tokoh yang pantas menerima penghargaan yang baru pertama kalinya di Gianyar. Mereka juga memiliki seluruh kriteria sebagai penerima penghargaan tertinggi bidang pariwisata tersebut. Penghargaan tersebut diserahkan Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata ke cucu serta anak penerima dihadapan kementrian, konsulat, tokoh masyarakat serta ribuan undangan yang memadati areal Ancak Saji, Puri Ubud. “Kami mewakili Pemkab Gianyar sangat bangga bisa mempersembahkan penghargaan ini, karena jasa kedua tokoh sangat besar bagi Gianyar, bali bahkan Indonesia” terangnya.

Penghargaan pertama diterima cucu dari alm. Tjokorda Gde Raka Sukawati, Tjokorda Gde Asmara Sukawati, yang kini berkarier sebagai anggota DPRD Provinsi Bali. Sedangkan penghargaan kedua yang diberikan kepada Tjokorda Gde Agung Sukawati diterima 3 anaknya, yakni, Tjokorda Gde Putra Artha Astawa Sukawati, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Tjokorda Gde Raka Sukawati. Kepiawaian kedua penerima penghargaan tersebut dalam mengembangkan serta mempromosikan wisata berbasis budaya sejak 1930-an, hingga kini masih sangat berdampak bagi Ubud. Sehingga desa wisata yang berbasis budaya seperti ubud hingga kini masih bisa bertahan, tanpa menghilangkan jati diri budaya Bali.

Acara penganugrahan penghargaan tersebut dikemas khusus dengan pelbagai media, pameran foto, audio visual, serta merekontruksi Legong Peliatan, tari calonarang maupun pelbagai seni yang pernah dipentaskan ke Paris selama 6 bulan tahun 1931 silam. Sedangkan di luar areal Puri Ubud, digelar pesta rakyat yang menyuguhkan pelbagai aneka makanan tradisional yang bisa dinikmati warga lokal maupun wisatawan yang mengikuti kegiatan, maupun sekedar lewat di Ubud. “Walaupun acara tidak sempurna sesuai yang direncanakan karena terguyur hujan, namun hal tersebut bukan sebagai halangan dan tidak mengurangi makna acara,” imbuh Cok Rai.

Tjokorda Gde Raka Sukawati, salah seorang anak dari alm. Tjokorda Gde Agung Sukawati selaku penerima penghargaan menyambut baik langkah Pemkab Gianyar. Pihaknya sangat berterima kasih ke Pemkab Gianyar yang telah memberikan penghargaan tertinggi bidang pariwisata tersebut. Penghargaan tersebut merupakan media promosi sekaligus motivasi bagi generasi muda Ubud dalam melestarikan serta mempertahankan apa yang telah dilakukan para pendahulu. “Sebagai pencetus pertama pariwisata budaya di Bali, saya bangga kepada kedua pengelingsir kami, dan sangat berterima kasih atas perhatian Pemkab Gianyar,” terangnya. .

Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata juga berterima kasih kepada dua tokoh asal puri Ubud yang telah berjasa besar bagi Gianyar. Sepatutnya generasi penerus Gianyar bisa meniru apa yang telah dilakukan ke dua tokoh tersebut. Serta bisa mempertahankan pariwisata yang berbasis budaya, sehingga pariwisata selalu bisa mendukung budaya Bali. Kedepan penghargaan seperti ini akan terus diberikan sebagai motivasi serta sebagai bentuk apresiasi pemerintah ke warga. (Humas Gianyar-Suar).

Login to post comments
In legends, Legong is the heavenly dance of divine nymphs. Of all classical Balinese dances, it...
What makes the Kecak special is that the accompanying music is provided by the human voice, the...
Sidakarya mask is part of the mask dance performances that accompanied the ceremony in Bali...
Barong is probably the most well known dance. It is also another story telling dance, narrating...

Photo Tour

photo_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tour

Contact us

 Gianyar Government Tourism Office

Jln. Ngurah Rai, Gianyar - Bali - Indonesia (0361) 943554 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.