Leo Travel 2 - шаблон joomla Joomla
Pura Pegulingan is built in Caka year 1100 (1178 C) by King Masula Masuli. The location of the temple is in Basangambu Tampak Siring Gianyar regency. This
Located just 10 minutes outside of Ubud in Bali, Goa Gajah is a significant Hindu archaeological site. Goa Gajah is locally known as the Elephant Cave because of
Gunung Kawi Tampaksiring terletak di Banjar Penaka, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Candi Gunung Kawi merupakan situs arkeologi berupa candi yang dipahatkan pada dinding batu di
Tirta Empul is located in the upper course of pakerisan rive, Manukaya Vilage Tampaksiring Sub district Gianyar Regency.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Tari Barong dan Keris

Pertunjukantari Barong dan Keris banyak dipentaskan di beberapa tempat di Desa Batubulan Sukawati setiap hari dari jam 09.30 s/d 10.30 Wita. Tari Barong adalah tarian khas Bali yang menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya. Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Macan, Barong Brutuk, serta Barong-barongan. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap. Keistimewaan Tari Barong terletak pada unsur-unsur komedi dan unsur-unsur mitologis yang membentuk seni pertunjukan. Unsur-unsur komedi biasanya diselipkan di tengah-tengah pertunjukan untuk memancing tawa penonton. Pada babak pembukaan, misalnya, tokoh kera yang mendampingi Barong membuat gerakan-gerakan lucu atau menggigit telinga lawan mainnya untuk mengundang tawa penonton.

Sementara itu, unsur mitologis terletak pada sumber cerita yang berasal dari tradisi pra-Hindu yang meyakini Barong sebagai hewan mitologis yang menjadi pelindung kebaikan. Unsur mitologis juga nampak dalam pembuatan kostum Barong yang bahan dasarnya diperoleh dari kayu di tempat-tempat yang dianggap angker, misalnya kuburan. Unsur mitologis inilah yang membuat Barong disakralkan oleh masyarakat Bali. Selain itu, Tari Barong juga seringkali diselingi dengan Tari Keris (Keris Dance), di mana para penarinya menusukkan keris ke tubuh masing-masing.

Berikut sekilas tentang pertunjukan tari Barong dan Keris dengan beberapa adegan tari yang dibagi menjadi 5 babak.

TARI BARONG DAN KERIS

Tarian barong menggambarkan pertarungan antara ”Kebajikan” melawan kebatilan” Barong adalah makhluk mithologi melukiskan ”Kebajikan” : dan Rangda adalah yang maha dasyat mengambarkan ”kebatilan”.

GENDING PEMBUKAAN

Barong dan kera sedang berada di dalam hutan yang lebat, kemudian datang tiga orang bertopeng yang mengambarkan sedang membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Mereka bertemu dengan kera dan akhirnya berkelahi, dimana kera dapat memotong hidung salah seorang dari mereka.

BABAK PERTAMA

Dua orang penari muncul dan mereka adalah penggikut-penggikut dari Rangda yang sedang mencari penggikut-penggikut Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan untuk menemui patihnya.

BABAK KEDUA

Penggikut-penggikut Dewi Kunti tiba. Salah seorang pengikut Rangda berubah menjadi setan (Semacam Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada penggikut Dewi Kunti yang menyebabkan mereka menjadi murka. Keduanya menemui patih dan bersama-sama menghadap Dewi Kunti.

BABAK KETIGA

Muncullah Dewi Kunti dengan anaknya Sahadewa dan Dewi Kunti telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sahadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya Sahadewa kepada Rangda. Tetapi setan semacam Rangda memasukan roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunti bisa menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya serta memerintahkan kepada patihnya untuk membuang Sahadewa kedalam hutan dan Patih inipun tak luput dari kemasukkan roh jahat oleh setan kedalam hutan. Dan patih inipun tak luput dari kemasukkan roh jahat oleh setan kedalam dan menggikatkan dimuka istana Sang Rangda.

BABAK KEEMPAT

Turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian kepada Sahadewa dan keabadian kepada Sahadewa dan keabadian ini tidak diketahui oleh Rangda, kemudian datanglah Rangda untuk mengoyak-koyak dan membunuh Sahadewa tetapi tidak dapat dibunuhnya karena kekebalan yang dianugrahkan oleh Dewa Siwa. Rangda menyerah kepada Sahadewa dan memohon untuk diselamatkan agar dengan demikian dia bisa masuk sorga, permintaan ini dipenuhi oleh Sahadewa dan Rangda mendapat Sorga.

BABAK KELIMA

Kalika adalah seorang penggikut Rangda menghadap Sahadewa. Penolakan ini menimbulkan perkelahian dan Kalika merubah rupa menjadi “ Babi Hutan” dan  didalam pertarungan antara Sahadewa melawan “ Babi Hutan “ Sahadewa mendapat kemenangan kemudian Kalika ( Babi Hutan ) ini merubah menjadi “ Burung” tetapi tetap dikalahkan. Dan akhirnya Kalika ( Burung ) berubah rupa lagi menjadi Rangda. Oleh karena saktinya Rangda ini maka Sahadewa tidak dapat membunuhnya dan akhirnya Sahadewa berubah berupa menjadi Barong. Karena sama saktinya maka pertarungan antara Barong melawan Rangda ini tidak ada yang menang dan dengan demikian pertarungan dan perkelahian ini berlangsung terus abadi “Kebajikan” melawan “Kebatilan” kemudian munculah pengikut-pengikut Barong masing-masing dengan kerisnya yang hendak menolong Barong dalam pertarungan melawan Rangda. Mereka ini semuanya pun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda. (18/08/2016)

Login to post comments
In legends, Legong is the heavenly dance of divine nymphs. Of all classical Balinese dances, it...
What makes the Kecak special is that the accompanying music is provided by the human voice, the...
Sidakarya mask is part of the mask dance performances that accompanied the ceremony in Bali...
Barong is probably the most well known dance. It is also another story telling dance, narrating...

Photo Tour

photo_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tour

Contact us

 Gianyar Government Tourism Office

Jln. Ngurah Rai, Gianyar - Bali - Indonesia (0361) 943554 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.