Leo Travel 2 - шаблон joomla Joomla

Google Translate

GIANYAR LAYANG-LAYANG FESTIVAL 2017

Tema dari Gianyar layang-layang Festival 2017 ini adalah “Karma Tanpa Pale AKU Palania” yang berarti berbuat ketulusan tanpa berharap imbalan, karena ketulusan tanpa berharap hasil merupakan ketulusan abadi. Gianyar layang-layang Festival 2017 telah selesai dilaksanakan pada hari Sabtu 2 September dan 3 September 2017, Festival ditahun ini diselenggarakan oleh BALAC ( Belega laying-layang Club ) yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar.

Tema dari Gianyar layang-layang Festival 2017 ini adalah “Karma Tanpa Pale AKU Palania” yang berarti berbuat ketulusan tanpa berharap imbalan, karena ketulusan tanpa berharap hasil merupakan ketulusan abadi. Gianyar layang-layang Festival 2017 telah selesai dilaksanakan pada hari Sabtu 2 September dan 3 September 2017, Festival ditahun ini diselenggarakan oleh BALAC ( Belega laying-layang Club ) yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar.

Bapak Wakil Bupati Gianyar  Made Mahayastra mengatakan sangat salut atas semangat komunitas BALAC dalam menggelar Gianyar laying-layang festival 2017. Sebab, festival budaya ini sangat penting nilainya dalam upaya menjaga citra pariwisata budaya. Selain itu, beliau juga menjanjikan bantuan penuh agar lomba berlangsung lebih meriah di tahun berikutnya."Tahun depan, saya akan gelontorkan 100 juta rupiah untuk lomba ini. Mahayastra berharap, lomba berikutnya dapat dikemas lebih heboh dan lebih menariklagi, dengan melibatkan unsur pariwisata terkait. Bila perlu, Dinas Pariwisata Gianyar melakukan promosi ke hotel-hotel dan akomodasi pariwisata, agar mereka dapat hadir menyaksikan dan mengenal budaya tradisional yang dimiliki oleh Bali, Khususnya Gianyar.

Kategori lomba saat itu, mencakup tiga kelompok, yaitu remaja dengan jenis layangan Bebean dan Pecukan dengan ukuran lebar maksimal 320 cm, yang diikuti oleh 248 layangan. Kemudian, kategori dewasa memperlombakan layangan Bebean, Pecukan, Janggan, dan Layangan Kreasi, dengan ukuran lebar maksimal 4.500 cm, yang diikuti oleh 528 layangan. Dan yang terakhir merupakan kategori anak-anak membuat dan menaikkan layangan kreasi bebas untuk SD dan SMP, yang diikuti oleh 12 peserta.

Kriteria yang menjadi catatan juri saat itu meliputi kerapian, elog, guangan, dan keharmonisan. Diskualifikasi berlaku bila ukuran layangan melebihi kapasitas yang sudah diputuskan denagn dispensasi ukuran sebesar 10cm. Dan penilaian tidak hanya dilakukan pada saat layangan dinaikkan dan diturunkan saja, tetapi juga dinilai oleh juri pengintai yang berada di jalan raya dan di tempat parkir layangan, dimana diharapkan kepada peserta untuk bersama-sama menjaga ketertiban dijalan raya pada saat menuju tempat lomba maupun pada saat pulang dari tempat lomba.

Login to post comments
In legends, Legong is the heavenly dance of divine nymphs. Of all classical Balinese dances, it...
What makes the Kecak special is that the accompanying music is provided by the human voice, the...
Sidakarya mask is part of the mask dance performances that accompanied the ceremony in Bali...
Barong is probably the most well known dance. It is also another story telling dance, narrating...

Photo Tour

photo_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tour

Contact us

 Gianyar Government Tourism Office

Jln. Ngurah Rai, Gianyar - Bali - Indonesia (0361) 943554 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.