Leo Travel 2 - шаблон joomla Joomla

Google Translate

Sentral Parkir Objek Wisata Monkey Forest Diujicobakan

Parkir di Badan Jalan Akan Dikenakan Sanksi

Sentral parkir Monkey Forest di Desa Pekraman Padang tegal , Ubud mulai memasuki tahap uji coba. Selama dua bulan kedepan, parkir kendaraan digratiskan di lokasi yang sudah menggunakan mesinperkir otomatis itu. Sementara pihak Desa pekraman berencana memindahkan dua loby objek Wisata Monkey Forest ke loby yang ada di sentral parkir pada Kamis (5/10) ini. Mulai besok (hari ini) dua loby lama menuju Objek Wisata Monkey Forest kita tutup, semua pengunjung harus masuk lewat lobi yang sudah ada di sentral parkir, “ucap Bendesa Pekraman Padangtegal Made Gandra, Rabu (4/10), kemarin.

Sentral parkir Monkey Forest di Desa Pekraman Padang tegal , Ubud mulai memasuki tahap uji coba. Selama dua bulan kedepan, parkir kendaraan digratiskan di lokasi yang sudah menggunakan mesinperkir otomatis itu. Sementara pihak Desa pekraman berencana memindahkan dua loby objek Wisata Monkey Forest ke loby yang ada di sentral parkir pada Kamis (5/10) ini. Mulai besok (hari ini) dua loby lama menuju Objek Wisata Monkey Forest kita tutup, semua pengunjung harus masuk lewat lobi yang sudah ada di sentral parkir, “ucap Bendesa Pekraman Padangtegal Made Gandra, Rabu (4/10), kemarin.

Dikatakannya,dengan pemindahan lobi tersebut, para pengun jung Objek Wisata Monkey Forest diarahkan menggunakan sentral parkir. Sementara areal parkir lama akan dikosongkan. “ Areal parkir lama ini akan dihutankan kembali”, jelasnya. Ditegaskannya, dila shuttle bus sudah datang, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Gianyar untuk membantu Pecalang Desa Pekraman Padangtegal melakukan pengosongan kendaraan parkir di badan jalan kawasan tersebut. “Keinginan kita lebih untuk membuat Ubud ini nyaman dengan pengosongan badan jalan dari perkir. Jadi, segera akan kita lakukan pengosongan badan jalan” ungkapnya.

Penrtiban parkir ini sudah masuk dalam perarem yang disesuaikan dengan Perda. “Bahkan, perarem ini yang dulu kita kerjakan dan sekarang sudah ada sentral parkir. Masyarakat  tidak ada lagi ada alasan untuk parkir sembarangan”, tegasnya. Gandra mengatakan dalam perarem itu juga sudah tercantum sangsi bagi pelanggar parkir seperti sangsi material berupa denda uang dan nonmaterial berupa sangsi social. Meski demikian, ia mengaku akan kembali melakukan sosialisasi dan menyebarkan surat himbauan kepada seluruh masyarakat yang mencari nafkah di Desa Pekraman Padangtegal.

Gandrapun mengakui, selama ini yang menggunakan badan jalan untuk parkir dominan usaha yang dikelola warga local yang terlanjur nyaman dengan hal tersebut. “ Misal kepada warga local yang melanggar vakan kami kenakan sangsi social. Tentunya disini akan ditumbuhkan rasa malu untuk para pelanggar”, ucapnya. Sentral parkir dikawasan seluas 3 Ha tersebut diperkirakan mampu menampung hingga 1.000 mobil dan 5.000 sepeda motor. Sebab lokasi ini diperkirakan bias menarik kendaraan yang selama ini menggunakan badan jalan untuk parkir. (BaliPost/kmb35)

 

Login to post comments
In legends, Legong is the heavenly dance of divine nymphs. Of all classical Balinese dances, it...
What makes the Kecak special is that the accompanying music is provided by the human voice, the...
Sidakarya mask is part of the mask dance performances that accompanied the ceremony in Bali...
Barong is probably the most well known dance. It is also another story telling dance, narrating...

Photo Tour

photo_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tour

Contact us

 Gianyar Government Tourism Office

Jln. Ngurah Rai, Gianyar - Bali - Indonesia (0361) 943554 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.