Leo Travel 2 - шаблон joomla Joomla
Items filtered by date: August 2016
Wednesday, 31 August 2016 05:23

Rapat Pembentukan Forum Komunikasi Desa Wisata

Dengan pesatnya perkembangan kepariwisataan di Bali diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Keberadaan Desa Wisata di Bali dikembangkan agar dapat mensejahterakan masyarakat di desa sehingga hasil dari kepariwisataan dapat dinikmati oleh segenap unsur masyarakat. Menyikapi hal tersebut Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar berupaya untuk membangun peran serta masyarakat di Desa untuk lebih terlibat langsung membangun potensi di Desa mereka masing-masing.

Published in News
Monday, 29 August 2016 07:15

Objek Wisata Monkey Forest Ubud

Objek wisata Monkey Forest yang juga disebut sebagai Mandala Wisata Wanara Wana merupakan kawasan yang sangat disakralkan oleh masyarakat Desa Adat Padangtegal. Bahkan, objek wisata ini tak dapat dipisahkan dari Desa Pakraman Padangtegal. Alasan ini muncul dengan adanya hubungan emosional, dimana kawasan objek tersebut merupakan tempat Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Padangtegal yakni Pura Dalem Agung.

The Sacred Monkey Forest Sanctuary (Monkey Forest Ubud) mempunyai misi melestarikan daerah berdasarkan konsep Tri Hita Karana.

Tri Hita Karana adalah merupakan filsafat dalam ajaran agama Hindu. Substansi ajaran Tri Hita Karana adalah bagaimana membuat orang menjaga hubungan yang harmonis dalam kehidupan ini. Ketiga hubungan terdiri dari hubungan yang harmonis antara manusia dan manusia, manusia dan lingkungan, dan manusia dengan Tuhan.

Pelaksanaan Tri Hita Karana, selain ritual dilakukan di tempat suci dapat dilihat dalam kegiatan ritual khusus yang berkaitan dengan hewan yang biasanya dilaksanakan pada Tumpek Kandang dan Tumpek Uduh, di mana hewan dan tumbuhan adalah subjek dari ritual.

Berdasarkan konsep Tri Hita Karana, The Sacred Monkey Forest Sanctuary (Monkey Forest Ubud) akan menjadi unggulan dari tujuan wisata internasional untuk menciptakan perdamaian dan harmoni kepada para pengunjung. Serta dapat menjadi jantung kota, konservasi tanaman langka dan tanaman untuk tujuan ritual dan sebagai laboratorium alam bagi lembaga pendidikan.

Published in News
Friday, 26 August 2016 03:59

Saka Pariwisata

Kepala Bidang Penyuluhan Pariwisata A.A. Istri Dwi Hari Hidayati menjadi narasumber dengan materi Pengenalan Saka Pariwisata pada acara Raimuna Cabang Gianyar 2016 yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Desa Lodtunduh Ubud pada hari Jumat, 26 Agustus 2016.

berikut sekilas beberapa informasi mengenai Saka Pariwisata :

Penegertian Saka Pariwisata.

Satuan Karya Pramuka Pariwisata Adalah salah satu Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah Pendidikan di bidang Kepariwisataan bagi anggota Pramuka agar mereka dapat membantu, membina dan mengembangkan kegiatan  :

  1. Penyelenggaraan kepariwisataan yang berkelanjutan 
  2. Pengelolaan perjalanan wisata/ pemanduan wisata,
  3. Pemberdayaan masyarakat dalam rangka perwujudan sadar wisata dan aksi Sapta Pesona di sekitar destinasi pariwisata sebagai baktinya terhadap pembangunan masyarakat bangsa dan Negara.
Published in News
Thursday, 25 August 2016 06:15

Air Terjun Tegenungan

Salah satu obyek wisata alam yang ada di Kabupaten Gianyar adalah obyek wisata air terjun Tegenungan. Air terjun Tegenungan berada di Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati yang jaraknya sekitar 16 km dari Kota Denpasar.

Di sekitar obyek wisata air terjun Tegenungan memiliki pemandangan yang sangat indah dengan pepohonan yang menghijau. Untuk mencapai di air terjun yang tingginya kurang lebih 40 meter itu, dari tempat parkir pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga yang sudah tertata dengan baik. Anda juga harus menyusuri tepian Tukad (sungai) Petanu untuk melihat air terjun dari jarak yang lebih dekat.

Published in News
Tuesday, 23 August 2016 05:20

Tari Kecak

Kecak adalah jenis tari Bali yang paling unik. Kecak tidak diiringi dengan alat musik/gamelan apapun tetapi diiringi dengan paduan suara sekitar puluhan orang pria. Kecak berasal dari jenis tari Sakral “Sang Hyang”. Pada tari Sanghyang seseorang yang sedang kemasukan roh berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur yang sudah disucikan. Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para Dewa atau Leluhur dapat menyampaikan sabdanya. Pada tahun 1930-an mulailah disisipkan cerita Epos Ramayana ke dalam tari tersebut. Secara singkat ceritanya adalah sebagai berikut :

Published in News

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Anak Agung Dalem Jagadhita, SH meresmikan pameran Seni Rupa Amarawati Art Community pada Jumat, 19 Agustus 2016 di Bentara Budaya Bali. Pameran akan berlangsung dari tanggal 20 s/d 29 Agustus 2016 mulai pukul 10.00 – 18.00 Wita serta akan mengadakan diskusi dan workshop seni rupa pada Minggu, 28 Agustus 2016 mulai pukul 15.00 Wita. Sejumlah perupa yang tergabung dalam Amarawati Art Community (Komunitas Perupa Tampaksiring) menggelar pameran bersama dalam bingkai tajuk “Peradaban Air Pakerisan Petanu”. Mendalami tematik tersebut, para seniman dengan kecenderungan stilistik dan karakteristik visual tersendiri, berupaya menginterpretasi peran sentral “Air” dalam peradaban Bali, khususnya di Tampaksiring.

Published in News

Wisatawan pada umumnya sangat sensitive terhadap keberadaan sampah plastik karena sulit diurai dan sangat merusak lingkungan. Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan dalam kehidupan sehari-hari juga memberikan efek negative bagi lingkungan dan perkembangan pariwisata sehingga hal ini harus mendapat perhatian yang serius dari masyarakat dan Pemerintah. Keberadaan Bank-Bank sampah di pelosok Desa diharapkan dapat membantu dalam memecahkan solusi sampah dan juga dapat memberikan efek positif bagi masyarakat.

Published in News
Thursday, 18 August 2016 02:58

Tari Barong dan Keris

Pertunjukantari Barong dan Keris banyak dipentaskan di beberapa tempat di Desa Batubulan Sukawati setiap hari dari jam 09.30 s/d 10.30 Wita. Tari Barong adalah tarian khas Bali yang menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya. Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Macan, Barong Brutuk, serta Barong-barongan. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap. Keistimewaan Tari Barong terletak pada unsur-unsur komedi dan unsur-unsur mitologis yang membentuk seni pertunjukan. Unsur-unsur komedi biasanya diselipkan di tengah-tengah pertunjukan untuk memancing tawa penonton. Pada babak pembukaan, misalnya, tokoh kera yang mendampingi Barong membuat gerakan-gerakan lucu atau menggigit telinga lawan mainnya untuk mengundang tawa penonton.

Sementara itu, unsur mitologis terletak pada sumber cerita yang berasal dari tradisi pra-Hindu yang meyakini Barong sebagai hewan mitologis yang menjadi pelindung kebaikan. Unsur mitologis juga nampak dalam pembuatan kostum Barong yang bahan dasarnya diperoleh dari kayu di tempat-tempat yang dianggap angker, misalnya kuburan. Unsur mitologis inilah yang membuat Barong disakralkan oleh masyarakat Bali. Selain itu, Tari Barong juga seringkali diselingi dengan Tari Keris (Keris Dance), di mana para penarinya menusukkan keris ke tubuh masing-masing.

Berikut sekilas tentang pertunjukan tari Barong dan Keris dengan beberapa adegan tari yang dibagi menjadi 5 babak.

Published in News
Monday, 15 August 2016 03:05

Geliat Kepariwisataan Budaya di Payangan

Gianyar terkenal sebagai pariwisata budaya serta bentang alamnya yang indah. Melalui seni dan budaya banyak tempat-tempat di Kabupaten Gianyar yang menyajikan pagelaran untuk menarik minat wisatawan baik asing maupun lokal. Salah satunya yang dilakukan oleh Komunitas Budaya Yasa Putra Sedana yang beralamat di Banjar Pengaji, Payangan. 

Published in News
Monday, 15 August 2016 03:01

Celuk Jewelry Festival (Bagian II)

Celuk Jawelry Festival dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga pada hari sabtu 13 Agustus 2016. Hadir dalam kesempatan itu Ibu Bintang Puspayoga, Wakil Bupati Gianyar I Made Mahayastra beserta Ibu, Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Anak Agung Dalem Jagadhita beserta seluruh undangan dan segenap warga Desa Celuk.

Berangkat dari rasa kepedulian masyarakat Desa Celuk terhadag warisan seni kerajinan perak  dan emas, sekelompok anak muda bersama para tokoh desa menggagas sebuah  event yang bertajuk Celuk Jewelry Festival (CJF), momentum bersatu dan bangkitnya Desa Celuk. Kegiatan ini juga menjadi salah satu aksi nyata dalam mendukung upaya pemerintah untuk mempersiapkan seluruh komponen masyarakat dalam rangka meghadapi persaingan Global dan MEA. CJF pertama ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus sampai dengan tanggal 14 Agustus 2016 bertempat di Wantilan Pura Desa Celuk, Jalan Setra Celuk No 1, Br. Celuk, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati-Gianyar.

Published in News
Page 1 of 2
In legends, Legong is the heavenly dance of divine nymphs. Of all classical Balinese dances, it...
What makes the Kecak special is that the accompanying music is provided by the human voice, the...
Sidakarya mask is part of the mask dance performances that accompanied the ceremony in Bali...
Barong is probably the most well known dance. It is also another story telling dance, narrating...

Photo Tour

photo_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tour

Contact us

 Gianyar Government Tourism Office

Jln. Ngurah Rai, Gianyar - Bali - Indonesia (0361) 943554 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.