Leo Travel 2 - шаблон joomla Joomla

Pertunjukantari Barong dan Keris banyak dipentaskan di beberapa tempat di Desa Batubulan Sukawati setiap hari dari jam 09.30 s/d 10.30 Wita. Tari Barong adalah tarian khas Bali yang menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya. Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Macan, Barong Brutuk, serta Barong-barongan. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap. Keistimewaan Tari Barong terletak pada unsur-unsur komedi dan unsur-unsur mitologis yang membentuk seni pertunjukan. Unsur-unsur komedi biasanya diselipkan di tengah-tengah pertunjukan untuk memancing tawa penonton. Pada babak pembukaan, misalnya, tokoh kera yang mendampingi Barong membuat gerakan-gerakan lucu atau menggigit telinga lawan mainnya untuk mengundang tawa penonton.

Sementara itu, unsur mitologis terletak pada sumber cerita yang berasal dari tradisi pra-Hindu yang meyakini Barong sebagai hewan mitologis yang menjadi pelindung kebaikan. Unsur mitologis juga nampak dalam pembuatan kostum Barong yang bahan dasarnya diperoleh dari kayu di tempat-tempat yang dianggap angker, misalnya kuburan. Unsur mitologis inilah yang membuat Barong disakralkan oleh masyarakat Bali. Selain itu, Tari Barong juga seringkali diselingi dengan Tari Keris (Keris Dance), di mana para penarinya menusukkan keris ke tubuh masing-masing.

Berikut sekilas tentang pertunjukan tari Barong dan Keris dengan beberapa adegan tari yang dibagi menjadi 5 babak.

Gianyar terkenal sebagai pariwisata budaya serta bentang alamnya yang indah. Melalui seni dan budaya banyak tempat-tempat di Kabupaten Gianyar yang menyajikan pagelaran untuk menarik minat wisatawan baik asing maupun lokal. Salah satunya yang dilakukan oleh Komunitas Budaya Yasa Putra Sedana yang beralamat di Banjar Pengaji, Payangan. 

Celuk Jawelry Festival dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga pada hari sabtu 13 Agustus 2016. Hadir dalam kesempatan itu Ibu Bintang Puspayoga, Wakil Bupati Gianyar I Made Mahayastra beserta Ibu, Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Anak Agung Dalem Jagadhita beserta seluruh undangan dan segenap warga Desa Celuk.

Berangkat dari rasa kepedulian masyarakat Desa Celuk terhadag warisan seni kerajinan perak  dan emas, sekelompok anak muda bersama para tokoh desa menggagas sebuah  event yang bertajuk Celuk Jewelry Festival (CJF), momentum bersatu dan bangkitnya Desa Celuk. Kegiatan ini juga menjadi salah satu aksi nyata dalam mendukung upaya pemerintah untuk mempersiapkan seluruh komponen masyarakat dalam rangka meghadapi persaingan Global dan MEA. CJF pertama ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus sampai dengan tanggal 14 Agustus 2016 bertempat di Wantilan Pura Desa Celuk, Jalan Setra Celuk No 1, Br. Celuk, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati-Gianyar.

Ubud Village Jazz Festival ke-4 akan diadakan pada 12-13 Agustus 2016 di ARMA Museum dan Resort, Ubud. Ubud Village Jazz Festival tahun ini didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menampilkan jejeran musisi bertaraf dunia.

Dengan mengambil tema “Menjunjung Tinggi Kebersamaan dalam Perbedaan dan Keunikan Musisi Jazz”. Festival ini berkomitmen untuk menghasilkan serangkaian pertunjukkan Jazz yang unik dan berkarakter, dengan melibatkan artis pendatang baru, musisi legendaris, dan sekelompok murid. 

Dalam rangka perayaan 100 tahun sebagai desa pengerajin perhiasan perak, Desa Celuk mengadakan sebuah festival dengan nama Celuk Jewelry Festival. Festival ini juga sebagai salah satu aksi nyata dalam mendukung upaya pemerintah dalam mempersiapkan seluruh komponen masyarakat dalam menghadapi persaingan global.

Celuk Jewelry Festival untuk pertama kalinya akan digelar mulai 6 Agustus 2016 sampai 14 Agustus 2016 mendatang di Wantilan Pura Desa Celuk, Gianyar, Bali. Latar belakang festival ini berangkat dari sebuah keinginan untuk mengangkat perekonomian Desa Celuk sebagai pusat industri perak dan emas serta destinasi wisata sebagaimana diketahui Desa Celuk merupakan pusat kerajinan perak dan emas di Bali.

Gianyar Layang-layang Festival 2016 yang diselenggarakan oleh Belega Layang-Layang Club (BALAC) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar di Pantai Masceti Desa Medahan Blahbatuh dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar A. A. Dalem Jagaditha, SH pada hari Sabtu 30 Juli 2016. Lomba kali ini dilaksanakan dalam 2 hari yaitu pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 30-31 Juli 2016.

Balac sebagai penyelenggara Gianyar Layang-Layang Festival 2016 mengangkat tema “Mulat Sarira” (Introveksi Diri Menuju Keharmonisan). Bentuk kegiatan dalam acara ini adalah Lomba Layang-Layang dengan menaikan layangan yang sudah ada dengan kriteria dan bentuk yang sudah ditentukan oleh panitia, dimana lomba dibagi dalam 3 katagori dengan total peserta sebanyak 550 peserta.

Jegeg Bagus Gianyar kembali meraih kesuksesan di ajang Pemilihan Jegeg Bagus Duta Pariwisata dan Buadaya Provinsi Bali. Jegeg Gianyar Putu Ratih Aristia Dewi terpilih menjadi Jegeg Bali 2016 sementara Bagus Gianyar Pande Putu Dwi Novigga Artha terpilih menjadi Runner Up 1 Bagus Bali 2016. Malam Grand Final Jegeg Bagus Bali 2016 berlangsung di panggung terbuka Ardha Candra Art Centre Denpasar yang disaksikan langsung oleh Gubernur Bali beserta Ibu dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Anak Agung Dalem Jagaditha, SH juga turut hadir dalam acara tersebut.

Belega Layang-Layang Club (Balac) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar kembali menggelar Gianyar Layang-Layang Festival 2016 untuk ke - 4 kalinya pada hari sabtu 30 Juli 2016 sampai dengan minggu 31 Juli 2016 pukul 09.00 WITA di Pantai Masceti Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar. Lomba kali ini mengambil tema “Mulat Sarira” (intopeksi diri menuju keharmonisan).

Konsep kegiatan atau materi lomba dibagi menjadi 3 kategori, yaitu katagori anak-anak, katagori remaja dan katagori dewasa. Dalam katagori anak-anak peserta akan membuat dan menaikan layangan kreasi dengan ukuran bebas dan penukub bebas, peserta maksimal dari anak-anak siswa Sekolah Menengah Pertama yang berjumlah 5 orang dalam satu group.

Dinas Pariwisata Provinsi Bali bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar mengadakan kegiatan Aksi Sapta Pesona dan aksi bersih-bersih pada hari kamis, 14 Juli 2016 yang bertempat di kawasan pengembangan pariwisata nasional Ubud.

 

 

 

Selasa, 21 Juni 2016, Kepala Dinas Pariwisata  Kabupaten Gianyar Anak Agung Dalem Jagadhita, SH menghadiri rapat pembahasan tentang Kebun Raya : Upaya Harmonisasi Kegiatan Koservasi dan Pembangunan  Ekonomi yang dilaksanakan di kantor BAPPEDA Gianyar. Dr. Ir. Joko Ridho Witono M.Si. dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) turut hadir sebagai narasumber yang mempresentasikan kebun raya yang terdapat di Indonesia dan luar negeri serta membahas master plan untuk pembuatan Kebun Raya Gianyar.

Setelah acara rapat di BAPPEDA Gianyar Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata, Dr. Ir. Joko Ridho Witono M.Si dan Kepala Dinas SKPD se-Kabupaten Gianyar melakukan survey ke Desa Pilan yang dikoordinir Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar. 

 

 

 

Page 6 of 14
In legends, Legong is the heavenly dance of divine nymphs. Of all classical Balinese dances, it...
What makes the Kecak special is that the accompanying music is provided by the human voice, the...
Sidakarya mask is part of the mask dance performances that accompanied the ceremony in Bali...
Barong is probably the most well known dance. It is also another story telling dance, narrating...

Photo Tour

photo_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tour

Contact us

 Gianyar Government Tourism Office

Jln. Ngurah Rai, Gianyar - Bali - Indonesia (0361) 943554 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.