Leo Travel 2 - шаблон joomla Joomla

[SELEKSI TAHAP I JBG 2018]
Inilah 20 peserta Jegeg Bagus Gianyar 2018 yang berhasil lolos ke tahap berikutnya:

Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar mengadakan lomba fotografi kuliner

“Budaya Kuliner Tradisional Gianyar”

Syarat & Ketentuan Lomba :

1. Peserta lomba terbuka untuk umum (WNI) yang berdominasi di wilayah Indonesia, memiliki kartu identitas diri yang berlaku (KTP / Pasport / Kartu Pelajar).

2. Foto diambil menggunakan kamera digital, tidak boleh menggunakan handphone, drone, actioncame dan sejenisnya.

3. Foto yang dilombakan adalah foto tunggal berwarna dengan objek foto tentang budaya kuliner tradisional di Kabupaten Gianyar baik dari segi proses awal berupa komoditi (pertanian, perkebunan, dll) sampai dengan proses memasak, menyajikan, dan menikmati kuliner (Culinary).

4. Foto wajib diambil di wilayah Kabupaten Gianyar, harus sesuai dengan norma-norma sosial serta tidak mengandung unsur kekerasan, politik, pornografi, penghinaan ataupun pelecehan terhadap SARA dan latar belakang lainnya yang bersifat pribadi.

5. Periode pengambilan foto tahun 2015 – 2018.

6. Seluruh hasil foto merupakan tanggung jawab dari peserta, termasuk penggunaan model dan/atau propertinya. Penyelengara lomba bebas dari tuntutan pemilik properti dan/atau model yang disertakan dalam Lomba Foto Budaya Kuliner Tradisional Gianyar.

7. Foto kolase, montase, dan penambahan watermark tidak diperkenankan. Editing sebatas warna, kontras, dodging, burning, rotating dan cropping.

8. Foto-foto yang dilombakan wajib diupload di Instagram mulai tanggal 15 Februari sampai tanggal 1 April 2018 dan peserta lomba wajib follow, mention dan tag @diparda_gianyar , setiap foto yang diungah wajib disertai hastag
#budayakulinertradisionalgianyar2018 #dipardagianyar #pesonaindonesia

9. Peserta dapat mengupload foto sebanyak-banyaknya di Instagram dengan menyertakan :
Judul Foto_Narasi Foto_Lokasi Pemotretan_Nama Fotografer_Nomor Handphone
Contoh : Ayam Betutu_Proses pengolahan ayam betutu dengan bumbu tradisional menghasilkan rasa yang khas_Desa Kedewatan_Putu Tresni_081234567890 @diparda_gianyar

#budayakulinertradisionalgianyar2018 #dipardagianyar #pesonaindonesia

10. Foto yang lolos nominasi akan diinfokan melalui DM instagram pada hari Rabu, tanggal 4 April 2018. Jika nominator tidak merespon dalam 2 X 24 jam, maka pihak penyelenggara akan mengganti dengan foto lainnya.

11. Seluruh nominator diwajibkan mengirimkan cetakan foto berukuran sisi terpendek maksimum 20 cm & sisi terpanjang maksimum 30 cm, serta CD berisikan file original & file highres yang sudah diedit. Dikirimkan ke kantor Diparda Kabupaten Gianyar mulai tanggal 5 - 9 April 2018 untuk dilakukan penilaian tahap ke – 2.

12. Foto-foto finalis akan dicetak dan dipamerkan pada tanggal 20 – 22 April.

13. Para pemenang dan penyerahan hadiah akan diumumkan langsung saat penutupan pameran fotografi Budaya Kuliner Tradisional Gianyar pada hari Minggu tanggal 22 April 2018.

14. Setiap peserta hanya berhak 1 kali menjadi pemenang. Penilaian juri pada estetika, konsep foto, narasi/penjelasan terhadap sajiannya.

15. Semua foto yang menjadi pemenang lomba ini menjadi milik penyelengara, dan berhak menggunakannya dalam hal apapun.

16. Penyelengara berhak mendiskualifikasi peserta yang dianggap melanggar syarat dan ketentuan lomba.

17. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.


Hadiah lomba
Pemenang 1 : Hadiah Uang Rp 7.000.000 + Sertifikat
Pemenang 2 : Hadiah Uang Rp 5.000.000 + Sertifikat
Pemenang 3 : Hadiah Uang Rp 3.000.000 + Sertifikat

Pemenang Harapan 1 : Hadiah Uang Rp 2.500.000 + Sertifikat
Pemenang Harapan 2 : Hadiah Uang Rp 2.000.000 + Sertifikat
Pemenang Harapan 3 : Hadiah Uang Rp 1.500.000 + Sertifikat
Sembilan Foto Finalis : Hadiah uang @ Rp 1.000.000 + sertifikat
* Pajak hadiah ditanggung pemenang

Info lomba dapat dilihat & diunduh di :
Website : diparda.gianyarkab.go.id
Instagram : @diparda_gianyar

Facebook : Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar

CP : Nyoman Sudana ( 087862704343 )

 

Gianyar, 20 Mei 2017 –Industri Pariwisata masih menjadi salah satu sumber utama pendapatan Negara. Untuk itu, sektor ini akan terus menjadi lahan yang paling tepat untuk dikembangkan. Saat ini, Pulau Dewata, Bali tetap menjadi destinasi utama para wisatawan mancanegara (Wisman) maupun wisatawan Nusantara (wisnus).

 

Menurut Mentri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya, terdapat sebanyak 40% wisman masuk ke Indonesia lewat Bali, sisanya lewat Jakarta 30%, Kepulauan Riau (Kepri) 20%, dan 10% tersebar luas di daerah lain. “ Selain itu, Bali juga istimewa karena segudang reputasi dunia yang dialamatkan padanya. Bali juga contoh destinasi yang paling lengkap 3A-nya. Atraksi, Akses, dan Amenitas, “ ungkap Arief Yahya.

 

Dalam dunia Pariwisata terdapat tiga atraksi utama yang dicari oleh para wisatawan , yakni Culture, nature, dan man-made (artificial). “ Wisata Budaya atau cultural Tourism masih memegang porsi 52% dari aktivitas wisata di dunia. Di Indonesia peran wisata budaya memegang porsi yang lebih tinggi dalam mendatangkan wisatawan mancanegara, yakni sebanyak 60%. Saya yakin dengan angka ini Indonesia dapat bersaing kuat dalam cultural industry, “ ungkap Arief optimis.

 

 

Sabtu, ( 29/4 ) bertempat di Open Stage Balai Budaya Gianyar, telah dilaksanakan Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus, Duta Pariwisata Kabupaten Gianyar 2017 yang dihadiri Bupati Gianyar A.A. Gde  Agung Bharata, Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, Jajaran Pejabat dilingkungan OPD Kabupaten Gianyar, Undangan, Para Supporter dari masing-masing finalis serta masyarakat Gianyar, dan terpilihlah Ni Kadek Sukma Apti Pertiwi (17) siswa SMAN 1 Gianyar (DOSMAN) asal Tegallalang dan Putu Dipta Priyatna (20) yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Ganesha asal Padangtegal Ubud. 

 

 

 

Yeh Pulu

March 24, 2017

Tirta Empul

March 15, 2017

Tirta Empul is located in the upper course of pakerisan rive, Manukaya Vilage Tampaksiring Sub district Gianyar Regency.

Gunung Kawi Tampaksiring

March 15, 2017

Gunung Kawi Tampaksiring terletak di Banjar Penaka, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Candi Gunung Kawi merupakan situs arkeologi berupa candi yang dipahatkan pada dinding batu di tebing Sungai Pakerisan, yang sangat indah dan asri.

Menurut sejarah, pura Gunung Kawi Tampaksiring merupakan sthana/tempat pemujaan Raja Baliyang bernama Anak Wungsu, merupakan putra dari Raja Udayana. Diceritakan Raja Udayana dengan Permaisurinya gunapriya Dharmapatni mempunyai 3 orang putra yakni Airlanggasebagai putra sulung dan menjadi Raja Kediri di Jawa Timur, sedangkan Marakata dan Anak Wungsu meneruskan tahta Raja Udayana wafat digantikan oleh Marakata pada tahun 1025 M, kemudian Marakata digantikan adiknya yaitu Anak Wungsu (1049 Masehi) sampai tahun 1080M. Raja-raja ini setelah wafat distanakan di Candi Gunung Kawi Tampaksiring.

Goa Gajah

March 15, 2017

Located just 10 minutes outside of Ubud in Bali, Goa Gajah is a significant Hindu archaeological site. Goa Gajah is locally known as the Elephant Cave because of its close proximity to the Elephant River. A mysterious cave, relics, and ancient bathing pools set amid green rice paddies and a garden lure tourists from nearby Ubud.

The menacing entrance to Goa Gajah looks like a demonic mouth, suggesting that people are entering an underworld as they venture inside through the darkness. Some claim that the entrance represents the Hindu earth god Bhoma while others say the mouth belongs to the child-eating witch Rangda from Balinese mythology. (For additional context, read our article on Bali's cultureGoa Gajah was listed as a tentative UNESCO World Heritage Site in 1995.

The History of Goa Gajah

Goa Gajah is thought to date back to the 11th century, although relics predating this time were found within proximity of the site. The first mention of Goa Gajah and the Elephant Cave was in the Javanese poem Desawarnana written in 1365.

Despite the ancient significance of the Elephant Cave, the last excavation took place during the 1950s; many sites still remain unexplored. Literal piles of relics with unknown origins have been laid out in a surrounding garden.

The leading theory suggests that Goa Gajah was used as a hermitage or sanctuary by Hindu priests who dug the cave entirely by hand. Although accredited as a sacred Hindu site, a number of relics and the close proximity of a Buddhist temple suggest that the site held special significance to early Buddhists in Bali.

Inside the Elephant Cave

For such a busy tourist attraction, the Elephant Cave itself is actually quite small. As you enter through  the dark, narrow passage, the cave abruptly ends in an intersection.

The left passage contains a small niche with a statue of Ganesh, the Hindu deity reminiscent of an elephant. The right passage holds a small worship area with several stone lingam and yoni in honor of Shiva.

Goa Gajah is nearly surrounded by ancient Hindu temples easily accessible from the main roads. Read about Pura Besakih, Bali's most sacred Hindu temple.

Visiting the Elephant Cave

  • Goa Gajah is open seven days a week from 8 a.m. to 4:30 p.m.
  • The entrance fee to the Elephant Cave is around 60 cents.
  • Proper dress is required; knees must be covered by both men and women. Sarongs are available on loan at the entrance of the site.
  • Goa Gajah is still an active worship site - try not to get in the way of worshippers inside the narrow cave. Do not photograph people during their prostrations.
  • Be prepared to be plunged into near darkness as you enter the cave; there is no artificial lighting.
  • Goa Gajah suffers from a dreadful lack of signs and any explanations in English. Visitors who are serious about exploring Bali's Hindu past should consider venturing to Pura Besakih.

Around Goa Gajah

Other than the religious and archaeological significance, the real draw of Goa Gajah is the beautiful surrounding. The Elephant Cave only takes minutes to explore, however rice paddies, gardens, and stone steps lead to other beautiful settings.

Smart visitors climb the long flight of stairs down into the shady valley where a small waterfall awaits. The remains of a crumbled Buddhist temple rest nearby; ancient stones with carved reliefs lie strewn with boulders in the river as rushing water erases history.

Getting to Goa Gajah

The Elephant Cave is located just 10 minutes southeast of Ubud in Central Bali, Indonesia. Tours that take in Goa Gajah as well as other surrounding temples and sites can be arranged in Ubud. Alternatively, motorbikes can be rented in Ubud for around $5 a day.  Having the freedom of transportation to explore the smaller tourist sites surrounding Ubud is a big plus.

Begin by driving south of Ubud past the monkey sanctuary toward Bedulu, then turn east (left) onto Jalan Raya Goa Gajah. Numerous signs indicate the way to Goa Gajah as well as other attractions.  A trivial fee is charged for parking at the Elephant Cave.

Pura Pegulingan

March 15, 2017

Pura Pegulingan is built in Caka year 1100 (1178 C) by King Masula Masuli. The location of the temple is in Basangambu Tampak Siring Gianyar regency. This temple is a cultural heritage. 

Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar mengadakan sosialisasi tentang Peraturan Bupati Gianyar nomer 127 Tahun 2016 tentang Tatacara penetapan Desa Wisata di Kabupaten Gianyar yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar A.A. Ari Brahmanta, SE didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata A.A. Istri Dwi Hari Hidayati, S.STP, M.M dan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Desak Made Utari, SH., M.Si pada Rabu, 8 Maret 2017 yg bertempat di Stage Mandala Wisata Samuan Tiga.

Page 2 of 14
In legends, Legong is the heavenly dance of divine nymphs. Of all classical Balinese dances, it...
What makes the Kecak special is that the accompanying music is provided by the human voice, the...
Sidakarya mask is part of the mask dance performances that accompanied the ceremony in Bali...
Barong is probably the most well known dance. It is also another story telling dance, narrating...

Photo Tour

photo_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tour

Contact us

 Gianyar Government Tourism Office

Jln. Ngurah Rai, Gianyar - Bali - Indonesia (0361) 943554 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.