Leo Travel 2 - шаблон joomla Joomla
Pura Pegulingan is built in Caka year 1100 (1178 C) by King Masula Masuli. The location of the temple is in Basangambu Tampak Siring Gianyar regency. This
Located just 10 minutes outside of Ubud in Bali, Goa Gajah is a significant Hindu archaeological site. Goa Gajah is locally known as the Elephant Cave because of
Gunung Kawi Tampaksiring terletak di Banjar Penaka, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Candi Gunung Kawi merupakan situs arkeologi berupa candi yang dipahatkan pada dinding batu di
Tirta Empul is located in the upper course of pakerisan rive, Manukaya Vilage Tampaksiring Sub district Gianyar Regency.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Gunung Kawi Tampaksiring

Gunung Kawi Tampaksiring terletak di Banjar Penaka, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Candi Gunung Kawi merupakan situs arkeologi berupa candi yang dipahatkan pada dinding batu di tebing Sungai Pakerisan, yang sangat indah dan asri.

Menurut sejarah, pura Gunung Kawi Tampaksiring merupakan sthana/tempat pemujaan Raja Baliyang bernama Anak Wungsu, merupakan putra dari Raja Udayana. Diceritakan Raja Udayana dengan Permaisurinya gunapriya Dharmapatni mempunyai 3 orang putra yakni Airlanggasebagai putra sulung dan menjadi Raja Kediri di Jawa Timur, sedangkan Marakata dan Anak Wungsu meneruskan tahta Raja Udayana wafat digantikan oleh Marakata pada tahun 1025 M, kemudian Marakata digantikan adiknya yaitu Anak Wungsu (1049 Masehi) sampai tahun 1080M. Raja-raja ini setelah wafat distanakan di Candi Gunung Kawi Tampaksiring.

 

 

 

 

 

 

 

Pada dinding Candi ditemukan tulisan Kediri Kwadrat yang berbunyi “Haji Lumang Ing Jalu” yang berarti Raja yang diabadikan di Jalu, sedangkan di kuil kedua ada tulisan yang mengatakan “Rwa Nak Ira” yang berarti “Dua Putranya” sehingga dapat disimpulkan bahwa Candi terbesar adalah kuil Udayana dan kuil kedua anak-anaknya.

Dalam Prasasti Tengkulak tanggal 945 Caka (1023 AD), dibuat pada masa pemerintahan Sri Paduka Haji Dharmawangsa Marakata Pangkaja Stanattunggadewa, bercerita tentang keadaan pertapaan (Kantyangan) Amarawati yang terletak disekitar Sungai Pakerisan yang dalam Prasasti disebut sebagai daerah Candi Gunung Kawi Tampaksiring. Selain asas yang merupakan kuil cestral, candi Gunung Kawi juga sebagai pusat pelatihan keagamaan.

Di bagian selatan Candi Gunung Kawi ada Campuhan yang merupakan pertemuan duang sungai yaitu, Sungai Pakerisan dan Bulan, menurut kepercayan masyarakat Hindu, campuhan ini diyakini sebagai tempat untuk pemurnian diri. Sampai saat ini orang masih percaya dan menggunakan air suci/tirta yang tersedia di Candi Gunung Kawi untuk tujuan upacara keagamaan.

 

 

 

Login to post comments
In legends, Legong is the heavenly dance of divine nymphs. Of all classical Balinese dances, it...
What makes the Kecak special is that the accompanying music is provided by the human voice, the...
Sidakarya mask is part of the mask dance performances that accompanied the ceremony in Bali...
Barong is probably the most well known dance. It is also another story telling dance, narrating...

Photo Tour

photo_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tour

Contact us

 Gianyar Government Tourism Office

Jln. Ngurah Rai, Gianyar - Bali - Indonesia (0361) 943554 Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.