Leo Travel 2 - шаблон joomla Joomla

Google Translate

analisa pasar pariwisata

Agustus 21, 2017

vgliuvhbervhoerhvlerhvlerbvluebver;qbvlqreublerqibuel;ri

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. 1.            Latar Belakang

Penyusunan Buku Analisa Pasar Pariwisata Kabupaten Gianyar tahun 2016 merupakan salah satu kegiatan dalam program Pemasaran Pariwisatayaitu pada Seksi Analisa Pasar Pariwisata di Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Tahun 2016. Informasi Analisa Pasar Pariwisata merupakan tugas pokok dari Seksi Analisa Pasar Pariwisata, Bidang Pemasaran Pariwisata.

Sebagaimana  kita ketahui bahwa arah pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Gianyar bertumpu pada Peraturan Daerah No 10 Tahun 2013 tentang Kepariwisataan Budaya.  Pada Perda yang telah disahkan dan ditetapkan pada tanggal 9 Desember 2013 oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gianyar memuat perihal regulasi pembangunan kepariwisataan di kabupaten Gianyar, diantaranya  perihal usaha pariwisata, pembangunan destinasi pariwisata,  pembangunan daya tarik wisata, pemasaran pariwisata, kelembagaan pariwisata, peran serta masyarakat, hak, keharusan, kewajiban, dan larangan, penghargaan  (dalam hal ini segala penghargaan yang berkaitan dengan pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Gianyar), anggaran, pembinaan dan pengawasan, sanksi administratif, ketentuan penyidikan, serta ketentuan pidana.

Kami  meyakini  semua ketentuan yang termuat pada Perda tersebut  sudah merupakan regulasi yang maksimal untuk era  sekarang di tengah-tengah melajunya pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Gianyar.

Pengembangan pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Gianyar perlu didukung oleh   informasi dan data  sebagai bahan  penunjang penyusunan program kepariwisataan  salah satunya adalah analisa pasar pariwisata

Analisa pasar pariwisata sangat perlu kita ketahui  untuk mengetahui informasi yang berkaitan dengan pelayanan secara umum dibidang kepariwisataan.Sesuai dengan konsep ekonomi pasar, istilah yang dikenal dengan “supplier and customer”. Hubungan antara “supplier and customer” merupakan dua hal yang saling ketergantungan satu sama lain. Antara keduanya saling mempengaruhi serta saling membutuhkan satu sama lain. Ada  faktor penentu yang menjadikan supplier dan customer berproses atau terjadi suatu kesepakatan sehingga terjadi transaksi, dalam ilmu ekonomi disebut “point of equilibrium” dimana suatu saat konsumen  memutuskan untuk melakukan transaksi kepada pihak penyedia jasa.

Dalam hal ini  di bidang pariwisata  pada intinya berdasarkan teori diatas adalah keputusan wisatawan asing maupun domestikmemutuskan untuk berkunjung ke kabupaten Gianyar.

Jadi, dalam perkembangan kepariwisataan juga berlaku rangkaian teori ekonomi pasar. Yang dimaksud dengan penyedia (supplier) apa yang menjadi potensi kepariwisataan yang ditawarkan oleh pemerintah sebagai pemegang otoritas kepariwisataan serta pengusaha maupun masyarakat sebagai pelaku usaha kepariwisataan yang berada di daerah destinasi. Apakah yang ingin didapatkan atau apa yang ingin dicapai oleh konsumen (customer), dalam hal ini wisatawan. Jika antara penyedia dan konsumen terjadi suatu kesepakatan maka terjadilah transaksi, dalam hal ini transaksi di industri pariwisata.Apabila semakin banyak terjadi kesepakatan pada suatu transaksi maka berkembanglah industri kepariwisataan.

Permintaan yang dibutuhkan oleh wisatawan perlu diketahui dengan cara penyebaran kuesioner yang terukur dan memuat materi yang layak ditanyakan kepada wisatawan. Beberapa materi mengandung penelusuran tujuan, kepuasan, kesan, masukan maupun kendala yang mereka hadapi selama melakukan kunjungan wisata di Kabupaten Gianyar.Sebagaimana diketahui, pembangunan kepariwisataan merupakan sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kabupaten Gianyar, disamping pertanian dan sektor perdagangan dalam arti luas.Pariwisata memberikan dampak ekonomi secara luas (multiflier effect,) sehingga perlu dikembangkan sesuai potensi yang terrsedia.

Dalam membangun kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan, informasi analisa pasar perlu didapatkan sehingga ada kesesuaian antara apa yang ditawarkan dengan apa yang menjadi harapan wisatawan. Hal-hal yang dibutuhkan wisatawan dalam berkunjung ke Kabupaten Gianyar haruslah mendapat perhatian dari semua pihak dalam hal ini dari stake holder kepariwisataan yaitu Pemerintah, swasta dan masyarakat yang bergerak pada usaha sektor kepariwisataan. Diperlukan peran media untuk mempromosikan serta para akademisi dibidang kepariwisataan untuk mengkaji kebijakan  dan strategi mempertahankan sebuah destinasi supaya tetap diminati oleh wisatawan.

Apabila kesesuaian penyediaan dan permintaan sebagaimana teori Supplier and Costumer tidak ada, maka berakibat pada menurunnya minat wisatawan untuk berkunjung.Hal ini berakibat buruk bagi keberlanjutan pembangunan dan perkembangan kepariwisataan sehingga perekonomian masyarakat menjadi terganggu bahkan terpuruk.Dalam rangka memberikan dukungan bagi penyelenggaraan pelayanan kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Gianyar, ketersediaan informasi yang berhubungan dengan analisa pasar wisatawan sangatlah penting guna penyusunan arah kebijakan dan program pembangunan kepariwisataan.Penyusunan Buku Analisa Pasar Pariwisata Kabupaten Gianyar merupakan salah satu upaya Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar memperhatikan kehendak dan harapan wisatawan sehingga dapat dijadikan bahan bagi upaya pelayanan publik yang lebih baik.

Semua pihak telah menyadari bahwa sektor pariwisata merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memberikan kontribusi yang sangat siginifikan terhadap pendapatan daerah Kabupaten Gianyar. Berdasarkan kenyataan itu maka pelayanan kepariwisataan perlu mendapat perhatian  yang sungguh-sungguh, terukur dan berkesinambungan. Sejak berlakunya era otonomi daerah maka secara langsung membawa dampak bertambahnya wewenang dan tanggung jawab seorang kepala daerah sekaligus membawa konsekuensi terhadap tantangan maupun inovasi khususnya pada pengembangan pembangunan kepariwisataan.

 

  1. 2.            Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan Buku Analisa Pasar Pariwisata Kabupaten Gianyar adalah untuk mengungkapkan data informasi menyangkut minat wisatawan terhadap  obyek wisata alam, obyek wisata belanja, obyek wisata budaya serta  menyangkut hal hal seperti tujuan, kesan, pesan maupun masukan dan saran dari wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Gianyar sesuai tugas pokok Seksi Analisa Pasar Pariwisata di bidang Pemasaran Pariwisata maka disusunlah program pembuatan Buku Analisa Pasar Pariwisata Gianyar.

 

Tujuan penyusunan Buku Analisa Pasar Pariwisata adalah :

 

✓           Sebagai bahan informasi dan data kepariwisataan Kabupaten Gianyar khususnya data analisa pasar pariwisata.

✓           Untuk mengetahui tujuan kunjungan wisatawan di Kabupaten Gianyar serta mengetahui minat, masukan, pesan maupun kendala yang dialami wisatawan selama berkunjung di Kabupaten Gianyar.

✓           Sebagai informasi guna penentuan arah kebijakan dan penyusunan program kepariwisataan di Kabupaten Gianyar untuk mewujudkan kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan.

✓           Untuk informasi kepada segenap insan kepariwisataan untuk peningkatan pelayanan kepada wisatawan.

 

  1. 3.            Ruang Lingkup

Buku Analisa Pasar Pariwisata Kabupaten Gianyar ini memuat informasi perihal  minat khusus wisatwan terhadap obyek wisata alam, obyek wisata belanja dan  penyelenggaraan  event/festival  kepariwisataan; tujuan, minat, masukan, pesan dan kendala wisatawan selama mereka berkunjung ke Kabupaten Gianyar.

 

  1. 4.            Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai dengan disusunnya Buku Analisa Pasar Pariwisata Kabupaten Gianyar adalah:

 

✓           Adanya gambaran perihal data dan informasi miant khusus wisatawan , informasi minta wisatawan terhadap  penyelenggaraan event; tujuan, masukan, pendapat, kesan maupun kendala yang dihadapi wisatawan selama berkunjung di Kabupaten Gianyar.

✓           Meningkatnya pelayanan data dan informasi sebagai kegiatan pemasaran kepariwisataan di Kabupaten Gianyar.

✓           Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Kabupaten Gianyar.

✓           Sebagai bahan untuk langkah penyusunan kebijakan dan strategi pemasaran kepariwisataan Kabupaten Gianyar yang terarah dengan memperhatikan data dan informasi yang termuat pada Analisa Pasar Pariwisata.

 

  1. 5.          Metode Penelitian

Dalam penyusunan buku analisa pasar wisatawan 2016 ini dipakai beberapa metode antara lain:

 

  1. a.      Survei

Data didapatkan dengan cara mengamati  secara berkelanjutan  keadaaan kunjungan di obyek wisata, melalui  kunjungan dinas yang berjalan dari bulan  Pebruari sampai bulan Desember  tahun 2016,serta  kunjungan  ke beberapa museum yang ada di kabupaten Gianyarantara lain:

-         Obyek wisata air Terjun Tegenungan

-         Pasar Seni Sukawatai

-         Desa Wisata Kemenuh

-         Museum  Puri Lukisan

-         Museum Arma

-         Museum Rudana

-         Museum Neka

-         Museum Gedong Arca

-         Cooking Clas  Mitra Stata di Sumampan

-         Observasi pada Penyelenggaraan Event  Bali Spirit Festival, Ubud Vilage Jazz Festival

-         Penyebaran Quisioner  kepada Wisatawan di berbagai  hotel, tempat wisata dan restaurant

 

  1. b.      Wawancara

Data di dapatkan dengan mewawancarai pengelola obyek wisata,pengelola museum dan koordinator obyek wisata.

 Wawancara juga dilakukan kepada wisatawan secara  langsung di obyek wisata.

 

  1. c.      Observasi

 

Data didapatkan dengan mengamati langsung daya tarik wisata yang menjadi materi bahasan dalam Buku Analisa Pasar pariwisata di Gianyar.

 

  1. d.     Kepustakaan

 

Data didapatkan dengan mengambil materi dari beberapa buku tentang kepariwisataan yang berhubungan dengan bahasan pasar pariwisata seperti motivasi dan karakteristik wisatawan.

 

BAB II

 

ANALISA PASAR MINAT KHUSUS

 

Pada bab ini diuraikan tentang informasi potensi dan  kunjungan wisatawan di beberapa tempat atau obyek wisata dengan motivasi minat khusus dari para wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Gianyar.

Beberapa hal yang menjadi bahasan diantaranya Obyek Wisata alam air Terjun Tegenungan, Obyek wisata Kuliner, Obyek Wisata pasar Seni Sukawati.

 

2.1 OBYEK WISATA AIR TERJUN TEGENUNGAN

           

            Obyek wisata air Terjun Tegenungan  berlokasi di Banjar Tegenungan  yang merupakan wilayah Desa Kemenuh,Kecamatan Sukawati. Lokasi Obyek wisata ini dapat dijangkau tepatnya di perempatan (Trafic Light) di Kemenuh  belok kanan  kalau arah dari patung bayi sakah,anda akan melewati jalan rayakira-kira 1 kilo meter kea rah selatan. Sampai baru menginjak batas wilayah banjar Tegenungan anda akan dituntun oleh staf pengelola Obyek air Terjun Tegenungan berbelok Kiri melewati jalan beraspal  kira-kira 200 meter, maka sampailah anda di Obyek Wisata Air Terjun Tegenungan.

 

            Obyek wisata ini dikelola oleh banjar Dinas Tegenungan sejak tahun 2015 melalui keputusan rapat banjar  bahwasannya obyek ini dikelola oleh banjarTegenungan.

            Untuk bisa  berkunjung  di Obyek ini anda cukup membayar  karcis masuk  seharga  Rp 10.000  untuk dewasa  dan Rp 5.000 untuk anak-anak.

            Saat ini Obyek wisata Air Terjun Tegenungan  berkembang sangat pesat baik dari segi kunjungan wisatawan, prasarana yang telah dibangun, sumber daya manusia  atau pegawai pengelola obyek, restaurant  serta  hal-hal lain yang berkaitan dengan kenyamanan wisatawan yang mengahbiskan  liburannya di obyek wisata ini.

            Sesuai penuturan  nara sumber yang sempat  penulis wawancarai bahwa Obyek wisata ini  dikunjungi oleh 100 sampai 200 orang  setiap hari pada musim ramai ( bulan Juni, Juli Agustus dan sampai petengahan bulan September. Sedangkan pada musim sepi ( Low season ) dikunjungi oleh 50 sampai 100 orang per hari.

            Jumlah  pegawai yang melayani kinjungan wisatawan sejumlah 31 orang pegawai dibawah pembinaan dan arahan Bapak Gusti made raka selaku Kelian Dinas Banjar Tegenungan. Pegawai dibagi menjadi lima kelompok  yang bertugas dalam dua sip tiap harinya.

            Sebagai obyek wisata alam berupa keindahan air terjun  dan ngarai sungai petanu,Obyek wisata ini sangat potensial dari segi akses kawasan wisata  yang ada di Bali baik dari sanur, Nusa Dua,Kuta, Jimbaran, Legian dan Ubud. Air Terjun Tegenungan merupakan obyek wisata alam yang paling dekat diantara  beberapa air terjun yang ada di Pulau Bali, misalnya air Terjun Gigit Air Terjun Tejakula dan Air Terjun Singsing yang berlokasi di kabupaten Buleleng.

            Adapun daya tarik yang ditawarkan dari Obyek wisata Air Terjun Tegenungan  berupa  panorama alam ngarai sungai Petanu, daya tarik  pura beji  Meta Jiwa yang ada di lokasi, tentu yang sangat  menjadi pusat atensi adalah  keneradaan air Terjun  yang ada disana.

            Dampak positif dari keberadaaan air terjun ini dari segi ekonomi  bahwa telah berkembang berdirinya  restoran dan kios cindera mata  yang dilakoni oleh masyarakat setempat, tentu secara nyata telah memberikan  kontribusi kesejahteraan  masyarakat sekitar. 

 

2,2  WISATA BUDAYA DAN KULINER  MITRA STATA

 

            Sebuah yayasan yang bergerak  dibidang kepariwisataan yang berlokasi di tempekan Batu Sepih, Banjar Sumampan, Desa Kemenuh adalah yayasan Mitra Stata.

            Yayasan ini telah  mempunyai akte resmi tercatat no 8 yang dikeluarkan oleh notaris Ida Bagus Alit Sidiatmika SH. tertanggal 6 April 2016.

            Yayasan ini bergerak  pada bidang budaya yakni memberikan bimbingan  bagi wisatawan asing yang ingin mengetahui dan belajar budaya Bali secara umum serta pembelajaran bahasa Indonesia.

 Disamping itu juga memberikan semacam kursus singkat memasak  masakan Indonesia dan masakan Bali.

            Adapun jenis masakan yang langsung diolah oleh wisatawan yang dibimbing staf yayasan  antara lain sayur urab, plecing kangkung, tempe, telur dadar, sate lilit, tahu dan  tipat santok.

            Sesuai pantuan penulis, ewisatwan yang  ikut kursus budaya dan  kuliner kebanyakan dari Cina, Jepang dan Australia,.

            Perhal pemasaran pruduk wisata yang ada berdasarkan kerjasama antar  biro travel maupun melalui koneksi antar praktisi wisata yang ada di luar negeri. Dalam hal keberadaan  sentra  pengembangan aktivitas pariwisata  seperti yang dilakukan  yayasan ini secara langsung dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi terpicunya pengembangan desa wisata Kemenuh  secara lebih luasdi masa ayang akan datang.

            Menurut penuturan Wayan Asih Prabarini,S.Kom  salah seorang staf  disana bahwa wisatawan banyak mengikuti agenda  kuliner dan budaya pada bulan Juli dan Agustus yang berasal dari Cina, Australia dan juga ada wisatawan domestik khususnya dari Jakarta.

 

2.3 OBYEK PASAR SENI SUKAWATI

 

            Obyek pasar seni Sukawati merupakan obyek wisata minat khusus belanja (Shoping) yang telah  punya nama  yang berlokasi tepaatnya di sisi barat jalan raya Sukawati, yang lokasinya berdampingan dengan pasar umum Sukawati. Obyek wisata ini dapat dijangkau  kurang lebih  30 menit dari arah Sanur dan Kota Denpasar.

            Psara Seni Sukawati  berdiri sejak tahun 1985 yang diresmikan oleh Gubernur bali saat itu yakni Prof DR Ida Bagus Mantra.

            Adapun  keberadan Pasar Seni Sukawati saat ini dihuni oleh  778 los Pasar Seni yang kebanyakan pedagang cindera mata dari Kabupaten Gianyar seperti Sukawati, Ubud, Tegallalang, Blahbatuh dan Tampaksiring.

            Adapun  barang dagangan yang dijajakan di Pasar Seni Sukawati antara lain Kerajinan  patung dari kayu, tulang, kerajinan emas dan perak, lukisan, sandal,baju, keris dan lain sebagaainya yang banyak item belum kami dapatkan dengan pasti, mengungat begitu banyak dan kayanya hasil karya seniman yang dipajang di pasar Seni Sukawati.

            Pengunjung pasar Seni Sukawati kebanyakan wisatawan domestic khusunya dari Pulau Jawa, seperti kota kota besar  di Pulau jawa seperti malang, Surabaya, Semarang, Jogyakarta, Bandung dan Jakarta. Tentu  juga wisatawan domestic dari berbagai kota di tanah air baik dari pulau Sumatera, Kalimantan Sulawesi,Maluku, Papua dan Nusa Tenggara.

            Keberadaan pengunjung wisatawan asing saat ini menurut Kepala Pasar Seni Sukawati A.A. Gde Raka Wibawa Putra  agak berkurang.  Namun beliau tidak member alasan kenapa  hal ini bisa terjadi.  Kunjungan wisatawan domestik pada setiap harinya  berkisaar 80-90 %.

           

Kunjungan wisatawan domestik sangat ramai pada setiap liburan sekolah yakni bulan Juni kira-kira 500-800 pengunjung tiap hari, namun pada musim sepi kunjungan wisatawan  hanya 200-300 orang. Keadaan kunjungan ini juga dipengaruhi dengan sudah adanya pasar Seni Guang sebagi mitra yang berlokasi di Desa Guang yang berjarak kurang lebih 10 menit di arah selatan pasar Seni Sukawati.

            Pelayanan Pasar Seni Sukawati terhadap pengunjung hanya tutup pada hari raya Nyepi, sedangkan  pada hari biasa tetap buka dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 wita

 

2.4 MINAT KHUSUS  WISATA BUDAYA

 

    2.4.1 RUMAH TOPENG DAN WAYANG SETIA DHARMA

 

            Rumah Topeng dan Wayang Setia Dharma berlokasi di banjar Tengkulak Tengah, Desa Kemenuh tepatnya disisi  kanan jalan raya arah Desa Mas  kea rah banjar Tengkulak kaja. Obyek ini dapat dijangkau dengan kendaraan dari Ubud melalui jalan raya Goa Gajah, sesampainya di pertigaan Tengkulak arah Kemenuh anda berbelok kanan melrewati jalan raya Pasung Grigis. Sesampainya di pertigaan Tengkulak menuju arah Desa Mas tepaatanya disisi timur jalan raya anda sudah sampai di Rumah Topeng dan Wayang.

 

            Rumah Topeng dan wayang  Setia dharma adalah tempat  pelestarian, belajar dan memajang topeng dan wayang  Indonesia dan dari beberapa Negara.

            Koleksi Topeng dan wayang bersal dari berbagai negara di dunia dengan koleksi 1.300 topeng dari India, Jepang, Thailand,Kamboja,Mexico, Srilanka, dan Korea. dan koleksi wayang  sejumlah 5.700 unit dari Indonesia, China, Malaysia, Myanmar, Kamboja,India, Laos Srilanka dan Korea

            Rumah topeng dan wayang  dibuka setiaphari dari pukul 08.00 am – 16.00 pm dengan gratis ( Free admission)

            Tingkat kunjungan wisatawan baik asing maupun domestic pada setiap harinya berkisar 20- 50 wisatawan.  Namun pada hari-hari tertentu dikunjungi oleh ratusan siswa darmawisata  sekolah-sekolah dari luar Bali. Dari jumlah  wisatawan amancaanegara meamang terbatas namun perlu dicatat bahwa mereka yang berkunjung kesini punya kepedulian dan ketertarikan  melihat budaya topeng dan wayang  yang terkoleksi disana yang menjadi target kunjungan  mereka selama berlibur di bali.

Hal ini perlu mendapat apresiasi kita bahwa wisatawan yang punya mint khusus kepada budaya adiluhung bangsa Indonesia  yang telah menjadi  warisan budaya  kebendaan dari Unesco tetap mendapat perhatian dari mereka yang berkunjung ke rumah topeng dan wayang.

            Perlu kami sampaikan bahwa  dalam beberapa perhelatan konrensi atau pertemuan tingkat nasionalk dan dunia Rumah topeng dan wayang sebagai salah satu  tujuan kunjungan wisatawan minat khusus  sering tak luput dari kunjungan mereka. Pada saat pertemuan Interpol Dunia pada bulan Oktober yang lalu  ratusan  delegasi Interpol yang beseminar di Nusa Dua  juga  melewatakan  waktu kunungan mereka ke Rumah topeng sebagaimana penuturan bapak Qemal kepada penulis.

            Pada acara Youth Cultural Summit Asia yang lalu ratusan delegasi/peserta juga  berkunjung  ke rumah topeng dibawah leading sector penyelenggara Direktur JenderalKebudayan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

            Disini dapat diambil benang merah  dari kunujungan wisatawan  ke Rumah topeng adalah bahwa mereka punya mint khusus pada pelestarian topeng dan wayang sebagai pembelajaran bagi mereka.

 

 

 

 

 

  2.4.1 MINAT KHUSUS WISATA MUSEUM

 

           2.4.1 A. Museum Puri Lukisan

 

            Museum puri Lukisan  berada di kawasan wisata Ubud tepatnya di jalan raya Ubud kira kira 200 meter di barat catus pata ( perempatan Ubud ) disisi utara jalan raya .

            Museum ini dibangun pada tahun1953 dimana peletakan batu peretamanya dilakukan oleh Perdana Menteri Ali Sastro Amidjojo dan peresmiannya pada tanggal 7 januari 1956 oleh menteri Pendidikan Republik Indonesia kala itu Mr.Mohammad Yamin

            Keberadaan Museum Puri Lukisan  berada dibawah yayasan Ratna warta yang kini pengelolaannya dipimpin oleh Tjokorda Gde Putra Sukawati putra Tjokorda Gde Agung Soekawati.

            Koleksinya meliputi karya seni lukis dan patung seniman Bali. Museum Puri lukisan  adalah  merupakan  museum seni rupa tertua di Bali dengan koleksi mulai dsarian karya era 1930-an.

            Kunjungan wisatawan asing sangat dominan berkunjung ke museum puri lukisan dibandingkan dengan wisatwan domestik. Hal ini  kerena secara budaya memang orang asing lebih punya ketertarikan atau perhatian minat khusus mereka kepada koleksi museum.  Informasi ini dapat penulis amati dari data yang  tersaji dari  kunjungan wisatawan di museum-museum seni lukis yang ada di Ubud termasuk di museum Puri Lukisan ini. Demikian ini juga disampaikan oleh para praktisi pariwisata yang telah berulang kali berkunjung ke luar negeri khususnya  Negara Eropa seperti Belanda,Prancis, Jerman dan Italia yang banyak sekali obyek wisata Museumnya.

            Tingkat kunjungan wisatawan di Museum Puri lukisan antar 50- 100 wisatawan pada musim sepi  serta 100- 200 wisatawan per hari pada musim ramai.

            Tiket masuk yang tersedia di museum puri lukisan bervariasi yakni  untuk saat ini   Rp 65.000 hanya untuk berkunjung biasa, Rp 85.000 berkunjung serta mendapat  minum teh  dan snack ringan ( tea Time)  dan Rp.115.000  untuk berkunjung dan mendapat  makan siang ( visit and lunch).

 

           2.4 1 B. Museum  NEKA

 

            Museum ini bertempat di Jl Raya Sanggingan, Ubud. Diresmikan  pada tanggal 7 Juli 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kala itu Bapak Dr. Daoed Joesoef. Pendirian museum ini oleh Bapak Wayan Pande Suteja Neka dilatarbelakangi oleh banyaknya karya seni lukis yang “lari” ke luar negeri serta tidak adanya upaya pelestarian dan wahana pembelajaran seni lukis Indonesia dan mancanegara di Ubud kala itu.

            Atas dukungan keluarga, pemerintah dan sahabat Bapak WayanPpande Suteja Neka yakni Bapak Jusuf Wanandi,  maka berdirilah Museum Neka yang diresmikan oleh Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI saat  itu yakni Bapak Daud Yusuf.

 

 Museum ini menawarkan koleksi dan  misi yang berbeda dengan museum seni lukis lainnya, dengan melestarikan hasil karya seni lukis daeri seniman Bali,Luar Bali dan Mancanegara yang para pelukisnya mendapat inspirasi dari lingkungan alam dan adat budaya Bali serta mengabadikan Bali pada hasil karyanya.

 

            Koleksilukisan yang terpajang di museum Neka meliputi pelukis Indonesia, Belanda, Hawai, Jepang dan Amerika.

           

 

Karya-karya pelukis tanah air  yang menghiasi museum Neka antara lain Affandi, Abdul Aziz, Bagong Kussudiardjo, Abaas Alibasyah,Hendra Gunawan, Srihadi Soedarsono, Widayat, Sindudarsono  Sudjojono yang dikenal sebagai bapak seni lukis modern Indonesia.

            Sedangkan pelukis luar negeri antara lain Paul Tasumi Nagano asal Jepang, Arie Smit ( Belanda), Donald Friend 1915-1989 ( Sydney Australia) Theo Meier 1908-1982 ( Basel,  Switzerland) Rudolf Bonnet 1895-1978 (Amsterdam Belanda) Willem Gerarad Hofker,1902-1981 (AmsterdamBelanda), Han Snel,1925-1988, ( Schvenningen, Belanda)

            Kunjungan wisatawan ke museum  Neka juga didominasi oleh wisatawan asing  berkisar 30 sampai 50 orang setiap hari dengan  tiket masuk Rp 75.000.

.

           2.4 1 C   Museum ARMA

 

            Museum Arma  berdiridi jalan raya pengosekan tepatnya di jalan raya pertigaan banjar kalah menuju arah pengosekan disisi utara jalan raya.

            Museum ini dresmikan pada tanggal 9 Juni 1996 oleh bapak Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan RI Prof Dr. Ing Wardiman Djojonegoro.

Sedangkan museum ARma berarti Agung Rai Museum of Art yang dijalankan  oleh yayasan Arma  sejak 13 Mei 1996.

            Karya Lukis yang terpajang di Museum Arma aantara lain lukisan gaya Kamsan, karya seniman Batuan  tahun 1930 dan tahun 1940 an,karya pelukis nasional asal jawa antar lain raden saleh, Syarif Bustaman, serta karya pelukis tersohor kelahiran Jerman WalterSpies.

Disamping itu juga terdapat koleksi  pelukis bali yakni I Gusti Nyoman Lempad, Ida bagus Made, Anak Agung Gde Sobrat, dan Gusti Made Deblog.

            Demikian juga terkoleksi lukisan pelukis asing yang telah lama bermukim di Bali antara lain Rudolf Bonnet, Adrian Jean Le Mayeur de Merpres dan Willem Dooijewaard serta yang lain.

            Kunjungan wisatawan di museum Arma berkisar antara -----sampai ----oarng setiap hari,. Namun seperti biasa kunjungan wisatawan ke museum Arma  ramai pada  bulan Juli sampai September, serta masih didominasi oleh wisatawan asing.

             Salah satu factor pembeda dengan keberadaan museum seni lukias yang ada di Ubud bahwa sesuai penuturan I Ketut Kariasa asal Akah Klungkung yang telah tiga belas tahun bekerja di Museum Arma menyampaikan sering kali wisatwan yang berkunjung kesana diterima dan diajak  bercerita  langsung oleh pemilik museum yakni Anak Agung Gde Rai saatbeliau ada  di lingkungan museum. Hal ini menurut pengakuan  beberapa wisatawaan melalui pesan  taupun berupa surat mereka  diperlakukan sangat luar biasa oleh sang pemilik museum  diman hal ini tidak kan pernah terjadi di neagara mereka maupun  di neagara yang mereka kunjungi selain di museum Arma Bali. Mereka menyampaikan pengalaman yang tidak bisa dilupakan pada sepanjang kunjungan mereka di Indonesai sehingga benar-benar merupakan suatu surprise “ a full hospitality”  yang luar biasa.

 

           2.4 1  Museum BLANCO

 

            MuseumBalnco berdiri di sisi tebing Campuhan, tepatnya di seberang selatan  jembatan tua yang masih ada di campuhan Ubud.

            Museum dibangun sejak 2 Desember 1988 oleh seniman Don Antonio Blanco ( 1911-1999) dan dilanjutkan oleh putranya Made Mario Blanco, dengan luas area 1.100 meter persegi. Bangunan  berlantai tiga yang menggambarkan tiga ruang ( Tri Mandala) yaitu manifestasi dari gunung ,daratan dan lautan. Filosofi arsitekturnya adalah Utama mandala( gunung )yang dianggap suci dalam  ajaran agama Hindu,tempatnya berstana para Dewa.  Hal ini merupakan cerminan dari sang maestro Don Antonio Blanco dengan melahirkan  karya-karya yang berkwalitas untuk dapat dipersembahkan bagi pecinta seni lukis dan generasi berikutnya. Demikian secara singakt dapat  digambarkan keberadaan museum Blanco dengan mengoleksi karya-karya sang Maestro selama hidupnya.

            Sang Maestro merupakan orang keturunan Spanyol kelahiran Philipina yang beristrikan  gadis Bali asal Penestanan Ni Rondji sejak tahun 1940 an telah tinggaldi Ubud  dan merupakan sahabat dekat Cokorda Agung Sukawati.

            Menurut penuturan putra sang Maestro Antonio Blanco , Made Mario Blanco di beberapa kesempatan bahwa berkat hubungana baik dengan raja Ubud kala itu ayahnya diberikan untuk mendirikan pondok/rumah di lokasi museum yang ada sekarang dengan  kompensasi agar Ubud dipromosikan  melalui karya  -karya  serta memberikan informasi tentang keberadaan Ubud kepada wisatawan yang berkunjung ke museum Balnco.

                        Keberadaan museum  yang sangat asri apalagi pengunjung disuguhi aneka macam burung peliharaan  akan menambah suasana yang alami dan membuat nuansa keindahan alam yang amat nyata sehingga menambah daya tarik yanga ada..

Kunjungan wisatawan di museum Blanco berkisar 20- 50 orang wisatawan  setiap hari. Kebanyakan wisatawan yang berkunjunga adalah wisatawan asing.

            Untuk berkunjung ke museum ini untuk wisatawan ditawarkan harga tiket  Rp 80.000 per orang dan Rp 30.000 untuk anak-anak, sedangkan anak dibawah 10 tahun free admission.

 

           2,4.1 Museum  RUDANA

 

            Museum Rudana berada di Jl Raya Cokorde Gde Rai Peliatan, disisi barat jalan raya tepatnya  kira-kira 300 meter di selatan  pertigaan Teges Yangloni Desa Peliatan

            Museum ini dresmikan  langsung oleh Presiden Sueharto pada tanggal 19 Desember 1995.

            Kunjungan wisatawan di museum Rudana memang relative lebih sedikit dibandingkan dengan kunjungan wisatawan yang ada di wilayah Ubud. Hal ini dikarenakan  Teges dimana  lokasi museum Rudana  berada di daerah yang  jaraknya  kira kira 3 km dari kawasan wisata Ubud

            Kondisi kunjungan wisatawan di museum Rudana  relative sama dengan museum yang lain , dimana pada bulan Juli sampai  September kunjungan  20-100 pengunjung tipa ahari sedangakan musim sepi ( Low Season) 10- 30 wisatawan.

            Secara kepustakaan  filosofi dan keberadaan museum Rudana telah ditulis dalam buku yang berjudul Bali yang diinterprestasikan oleh penulisnya  berarti “ BEAUTIFUL, AMAZING,LOVING DAN INSPIRING” sesuai penuturan I Nyoman Muka salah satu staf senior museum Rudana yang telah  punya pengalaman malang melintang di dunia “ guiding “ sejak tahun 1960 an semasa beliau  bekereja di Bali Tour, NI Tour . Sejak tahun 2004 seiring makin bertambahnya usia, beliau ikut bergabung di museum Rudana sebagai staf senior.

Penulisberdiskusi dengan beliau di museum Rudana pada suatu kesempatan juga ditemani direktur museum I Wayan Teka bahwa museum  Rudana mempunyai misi pelestarian,serta pusat pembelajaran seni khususnya seni lukis maha karya pelukis kepada pengunjung khususnya generasi muda.

            Untuk berkunjung ke museum Rudana tiket dewasa asaing seharga Rp 100.000 dan untuk tiket domestic seharga RP 50.000. Sedangkan untuk  misi pendidikan siswa dan mahasiswa  tidak bayar alias gratis..

 

 

2.4.1 MUSEUM GEDONG ARCA

 

            Museum ini juga dikenal sebagai museum arkerologi beralamat di jl Raya Tamapaksiring Bedulu   tepatnya 200 meter di utara perempatan Desa Bedulu.

            Museum ini merupakan salah satu museum milik pemerintah dibawah lembaga Kementrian Pendidikan  dan Kebudayaan RI , direktur Jenderal Kebudayaan.

            Museum Gedong arca  berada satu lokasi dengan kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali mewilayahi wilayah kerja Provinsi Bali, Nusa Tenggara barat dan Nusa Tenggara Timur.

            Sejarah pendirian museum merupakan  gagasan Prof Dr. R.P Soejono dan Drs. Soekarto K. Atmojo mantan Kepala Dinas Purbakala Bali untuk memajang dan memamerkan  koleksi benda  cagar budaya  yang berhasil ditemukan  di berbagai daerah di wilayah bali, NTB dan NTT sejak berdirinya  jawatan purbakala pada tahun 1950.

            Museum gedong Arca  menyimpan koleksi  berupa benda cagar budaya  dar masa prasejarah dan sejarah  yang dibuka secara resmi oleh  Direktur Jenderal  Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal14 September 1974.

            Kunjungan wisatawan di museum Gedong Arca  terbagai menjadi beberapa katagori antara lainpelajar,kunjungan dinas, umum  dan wisatawan asing.

            Sesuai data yang kami peroleh  bahwa kunjungan wisatawan dari bulan Januari sampai Desember 2016 sebagai berikut;  dari golongan pelajar mencapai 4.593 orang  (88 %) menempati peringkat pertama,  peringkat kedua  dari katagori  wisatawan asing yang berjumlah  533 orang  (10%) ,peringkat ketiga  dari katagori domestic 58 orang (1%),  terakhir dari katagori  kunjungan  dinas  sejumlah 7 orang ( 0,13%).

                           Kunjungan  teramai terjadi pada bulan Juni dan Juli yang dipengaruhi oleh musim liburan sekolah  dimana tercatat kunjungan  pelajar pada bula Juni sejumlah 828 orang dan bulan Juli sejumlah 1.009 orang.

                           Khusus kunjungan wisatawan asing  pada periode januari sampai Desember 2016 sejumlah ‘’’oarang, sehingga rata rata tiap bulan tercatat 50 oarng.

                           Nilai Penting Keberadaan museum Gedong Arca  bagi pengunjung yang sudah tentu menghargai sebuaah perjalanan peradaban adalah  mereka bisa mengenal peradaban jaman prasejarah dan sejarah. Dengan  mengamati benda cagar budaya  yang tersimpan di museum ini kita dapat membayangkan  kehidupan masa lampau sebagai  bagian dari sebuah peradaban kehidupan manusia di jaman prasejarah .

 

 

BAB III

 

MINAT KHUSUS PASAR WISATA FESTIVAL

 

3.1  APA ITU BALI SPIRIT FESTIVAL

            Keseniandankebudayaan Indonesia sangatalahberagamdankaya,tetapimasihmenjadimisteribagipenonton global. Salah satumisiBaliSpirit Festival adalahuntukmeningkatkanapresiasaiterhadapbudayakreatif Indonesia denganmemadukanartislokaldanInternasionAla,menciptkankaryakotemporer yang mampumenarikpenontonbaru  ( dikutifdari ;Menyorot di PanggungInternasional , BaliSprit Festival ke 3 thaun 2010 olehpendiri Festival danDirekturMusik Robert Weber).

            BaliSpirit Festival berdiriberkatprakarsa I Made Gunarta, Meghan Papenheimdan Robert Weber diluncurkanpadatahun 2008 bertujuanuntukmenciptakandesa global yang menumbuhkankeanekaragamankreatifitasdan spirit melalui yoga, taridanmusic.DenganmenggabungkanTimurdanbarat,workshop yang vdapatmenumbuhkansemangatdari Festival sertamenghimpunparaparktisidanpencarijiwadariseluruhduniakepantai Bali yang indah . ( Robecca Walker, Asia Spa magazine Juni 2010)

 

3.2  PENCAPAIAN  DAN ANALISA PASAR BALISPIRIT            FESTIVAL

 

            Penuliskutifdarilaporansorotdanpencapaian&statistikBaliSpirit Festival 2016 yang terselenggarapadatanggal 30 Maret - 3 April 2016. Banyakinformasimenarik yang akandipaparkanpada Bab iniperihalProgrm,InformasipengunjungterkaitkehadirandanPesan,Transportasi,ProgramPencangkauan, KeuntunganbagiekonomilokalMarketing ,Humas&sisiSosialsertaHumasdanKeluaran Media.

A. Program

1.Program Siang ( Berlokasi di BhanuswariResort&Spa)

 

  • Lebihdari 250 program siangdilangsungkanselama  5 hari festival. Iniberartipenambhan 9% darijumlahlokakaryadaritahun 2015,dimanatercatathanyaada 230.
  • Dharama Fair siangharimencakup 55 kiospenjualan yang berbeda,termasuk 11 makanansehat organic.
  • PanggungAcara COCO Loce Stage berlokasi di Dharma Fair,yangtelahdijaklanakanterusmenerusselama 2 tahunmenampilkandua kali lipatlebihbanyakdaripadatahun 2015, dengan 25 musisidariberbagaimacam genre termasuk
  • MusikTradisionalIndonesia,Gambelanbali,Akustik,MusikAfrika,MusikRohani, MusikTradisidanberbagaimacanmjenismusic dunia. Disinipengunjungfestival  untukbersantai, menikmati live music dantambahanacarakomunitaslainnya.
  • Healing Huts menampilkan 15 Healers denganberbagaimacammodalitas yang ditawarkantermasuk Tarot, Channeling, Energy Healing, Chakra balancing, Pemberkatan,Pijatdan yang lainnya
  1. 1.      Program Konsermalam ( berlokasi di ArmaUbud)

-         Bhakti Night, menampilkanMusikdevosi, Chanting danDoaBali,berlangsung 2 hariberturut-turut , termasukpoengisiacarainspirasionaldaridalamdanluarnegeri.

-         Konsermalam One World One Stage, termasukjajaranmusisikelasdunia,baikpenampilanlokalmaupuninternasinal, berlangsungsetiaphari . Selamatigahariituadaduapanggung:  26 musisiduniadanpenaridari 15 negara, termasukfavoriyt Indonesia. Barasuara, group music dari Malaysia dan Dub Poet dari Jamaica. 

-         Pasarmalam One world One Stage terdiridariatas 16 kiospenjualandan 4 kiosmakanan, sehinggaada 20 kios.

  1. 2.      Program di luar Festival

Setiaptahunbanyaklokasi di Bali untukpengisiBaliSpiriy Festival untukacaratambahandanpenggalangandana.

Di Tahun 2016 acaratambahandiadakan di Yoga Barn,Down to eart, Four Seasons sayan, PlataranUbuddannaya Resort

 

 

 

 

B. InformasiPengunjung

 

1. Kehadiranpengunjung

 

            Di Tahun 2016 jumlahpengunjungmeningkatsebanyak 12.5 % selama 5 hari festival sehinggabertambah 1000 oarngdaritahun 2015

-         Di Bhanuswari resort &Spa di Tengkulak Tengah, DesaKemenuh  ( lokasisianghari) dikunjungioleh 1.200 pengunjungtiapharinya

-         Di ArmaMuseummuntukkonsermalamdihadiri 1.700 pengunjungsetiapharinya., sehingga rata 2.900 pengunjungtiaphari

 

      2.DemografiPengunjung

 

            Data PengunjungBaliSpirit Festival tahun 2016 adalahsebagaiberikut

-  Kebanyakandari Asia Tenggara, Cina,Jepang, sebanyak

-  Australia Selandiabaru  14%

-  USA dan Canada   14%

 - Eropa 12%

-  SelebihnyaRusiadanAmerika Selatan

 

C.Pelayanantransportasi

 

BaliSpiritmenawarkanjasatambahanberupabisantarJemputkedualokasi,baikalokasisiangmauapunmalam, denganlebihdari 20 Bus setiaphari,( VIP,RegulardanRelawan),berlangsungdaripukul 06.30 pagisampai 2 pagimalamnya.

Sebagaitambahanjasatransportasi bus antarjemputkepadatamunyasepertiBhuanaUbud, Arma Resort, danPlataranUbud,

            Seluruhhasildarijasaantarajemputdidonasikankepada Padang Tegal Driver Association

 

 

D. Program Penjangkauan

 

            DuadaripenggagasUtamaBaliSpirit Festival bertaggungjawabataskreasidanimplementasidari program penjangkauanberikut , yang manasudahdibuktikansuksesdanmemilikidampakpositifdansignifikanbagikomunitas Balinese community.

-         Bali Re- Green

Bali Re-Green bekerjasamadengan Environmental Bamboo Foundation,bertanggungjawabuntukmenanamlebihdari 4.300 benihbamboodibeberapadaerahkritisdanmiskin di Bali, jugamelatihpetanidesauntukmerehabilitasitanah.

Tahun 2016 inibali Re-Green berkesempatanmenanam 2000 benih bamboo di Bali Timur

 

-         Ayo kitabicara HIV dan AIDS

Semenjak Ayo kitabicaraAIDS  tahun 2010,sudah adalebihdari 4.500 orang dilatihmengenaipentingnyakesehatandankesejahteraandirisendiri.

 

E KeuntunganbagiEkonomiLokal

 

            PengunjungbaliSpirit Festival sudahmenghabiskanlebihdari

USD $ 1.700.000,00selama 5 tahunmeningkatkanekonomidalamwaktusingkatmendukung UKM-UKM lokal.

            Setiaptahunnya di BaliSpirit Festival, sekitarribuanpengunjungmemenuhiekonomilokal Bali denganmenghabiskanuangmereka.Merekatinggal di hotel-hotel, makan di restoran,Pergike Spa, Berbelanja di Butikdanapergikeatraksi –ataraksilokaldenganmenggunakantransportasilokal.

            Berdasarkanhasil survey pengunjungselama 3 tahunbelakangandapatdisimpulkanbahwa:

-         70% daripengunjung festival masihatausudah di Indonesia paling tidak 3minggu setelahatausebelum Festival.

-         20% tinggaldi Indonesia selama 4 Minggulebih.

-         50 % pergiberwisatakeluarPulau Bali

F.Marketing,Humas&SisiSoiall

AcaraBaliSpirit Festival disebarluaaaaskanmelauimedimiliksendiridengan BaliSpiritfestival.com  ( mulai 1 Januari-5 April 2016 dengan total 83.293 kunjungan, halaman yang dilihatsebanyak 253.735,  dengan 53.3 % kunjunganbaruserta 48 % kunjungandari Indonesia MengenaiStatistik Media sosialbahwaselama Festival jangkauan media sosialmeraihkuranglebih 500.000 orang per harisehinggaada 2.518.900 orang selama festival.             Angakinimewakilkanpertumbuhan relative 100 % daritahun 2015.Hastagutama yang tranding di Facerbook, twiterdanInstagramadalah #balispiritfest, ,#BalispiritFestvaldan #balispirit Festival 2016

            Keterlibatan Facebook bertambah 358% padaminggu festival dengantotaljangkaunasebanyak 165,140 orang perminggu.Jumlah total penyukanaikhingga 600 orang saat hari0-hari festival ,sehingga total penyukaada 40.819 orang tercata di 5 April 2016.

            Pengikutistagrambertambah 900 selama festival dengankuranglebih 550 penggunamemasukanfotolebihdari 1.160 kali denganhastagutamatadi , busadibacaratusanbahkanribuanpenggunalainnya. Total pengikutInstagraamada 14.000 orang tercatatpada 5 April 2016.

            PENGIKUT Youtubemencapai 1.615 dengan video-video sudahdilihat 888.634 kali , tercatat di 5 April 2016,  sehinggaada 75% penambahansetiaptahun

 

G. HumasdanKeluaran Media

            .Total ada 41 media partner yang tergabunfdalampenyelenggaraanbaliSpirit 2016.

            Totalnilai media lokaladalahsebesra $ 175.000 danMediaInternasional $ 19.860 USD

            Total ada 68 media yang terdaftarhadirdenganlebihdari 120 orang perwakilanawak media.

            Dapat kami sampaikansesuaikutipanlaporanBalispirit festival bahwa  38 % media Eropa, 26 % Media AmerikaSerikatdan Canada, 20 % Media Asia danHongkong, 8 % Media Australia, 5 % Media Scandinavia dan 3 % Media Uni Arab Emirat.

            AcaraBaliSpirit Festival 2016 jugadisebarluasakanmelauitulisanartikelistimewaantaralain; Rolling Stone Indonesia, CNN Indonesia, The Jakarta Post, The Jakarta Global, FeminaGroup,Tempo,NowBali,NowJakarta,What,s New bali,Bali Pocket Magazine,wellness way, Yoga Journal,Yoganonymous,API Magazine, Berita Satu.com danmasihbanyaklagi.

Sumber :LaporanBalispirit 2016 pada proposal Balispirit 2017.

 

    AtraksiBalispiritfeastival

Ceking Rice Terrace Tegalalang

 

 

 

BAB IV

 

ANALISA PASAR WISATA KABUPATEN GIANYAR

 

4.1 Pasar domestik

Pada analisa pasar wisatawan ini menjelaskan hasil pengisian kuesioner yang diisi oleh wisatawan khususnya wisatawan domestik. Data yang diperoleh dari hasil pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan pada wisatawan yang berasal dari kota-kota besar di Indonesia, diantaranya Jakarta, Bandung, Makasar, Medan, Manado, Bondowoso, Papua, Pekanbaru, Yogyakarta, Blitar, Banyuwangi, Tegal, Surabaya, Malang dan Denpasar.

4.1.1. Karakteristik Kunjungan

Berdasarkan atas karakteristik kunjungan wisatawan domestik ke Kabupaten Gianyar dapat dijelaskan berdasarkan sub pembahasan sebagai berikut.

  1. a.            Perencanaan Kunjungan

Perencanaan kunjungan wisatawan domestik ke Gianyar dapat dijelaskan melalui pertanyaan yang diajukan kep

ada respoden yaitu  apakah kunjungan anda ke Bali sudah Anda rencanakan sejak lama. Sedangkan alternatif jawaban yang bisa mereka pilih antara lain satu minggu, bulan, tahun. Hasil rekapitulasi menjelaskan bahwa perencanaan kunjungan wisatawan domestik ke Bali dalam konteks ini ke Kabupaten Gianyar yaitu sebanyak 13 responden (16%) menjawab satu minggu, 36 responden (47%) menjawab sudah direncanakan sebulan yang lalu dan 10 responden (14%) menjawab 1 tahun, sedangkan yang tidak bersedia memberikan jawaban hanya seorang dari 74 responden.

Berdasarkana atas hasil jawaban terebut di atas sekaligus menyimpulan bahwa wisatawan domestik yang berkunjung ke Bali dalam hal ini Kabupaten Gianyar tidaklah direncanakan secara tiba-tiba atau tanpa perencanaan, namun sudah direncanakan jauh hari. Wisatawan doemestik telah merencanakan kedatangan mereka ke Kabupaten Gianyar sejak satu bulan yang lalu, bahkan banyak diantara mereka merencanakan untuk datang ke Bali atau Gianyar khususnya sejak satu tahun sebelumnya. Sehingga sebelum wisatawan memutuskan untuk berkunjung ke suatu destinasi, wisatawan cenderung telah mempunyai rencana berkunjung dengan mempertimbangkan banyak aspek, diantaranya; tujuan destinasi, minat, hobi, kecukupan dana dan apa yang ingin mereka dapatkan saat melakukan kunjungan wisata.

  1. b.           Sumber Informasi

Sumber informasi wisata mengenai destinasi merupakan hal yang sangat penting bagi wisatawan sebagai faktor penentu dalam pengambilan keputusan berkunjung pada suatu destinasi pariwisata. Sumber informasi bagi wisatawan domestik tentang Kabupaten Gianyar dapat diketahui melalui pertanyaan sebagai berikut; “Melalui media apa saudara dapatkan informasi tentang Bali/Gianyar?”.  Pilihan sumber informasi/jawaban yang ingin didapatkan antara lain informal (dalam hal ini contohnya dari cerita atau pengalaman orang lain/teman yang telah pernah datang berkunjung ke Bali/Gianyar), Buku, Brosur, Internet dan atau yang lainnya.

rdasarkan hasil tabulasi melalui proses rekapitulasi data diperoleh jawaban sebagai berikut: melalui informasi informal 11 responden (15%), melalui buku 5 responden (7%), brosur 7 orang responden (9%), internet 24 orang (32%), dari media lainnya (jurnal, majalah, koran) yakni diperoleh 19% (14 responden) serta yang tidak memberikan pendapat 13 responden (18%). Kesimpulan data di atas, peranan internet sangat besar memberikan informasi destinasi disamping peranan informasi informan (cerita teman) maupun peran media lainnya dan brosur.

Pengelola destinasi maupun pihak yang memegang peranan dalam manajemen promosi pariwisata harus memberikan informasi secara lengkap serta up to date melalui media internet, karena pada era globalisasi saat ini hampir sebagian besar masyarakat terutama mereka yang gemar melakukan travelling tentu mengenal dan sangat memahami penggunaan fasilitas internet. Demikian halnya dengan informasi informal seperti cerita atau pengalaman yang menyenangkan dari kolega maupun teman dekat sangat besar pengaruhnya, karena bersifat langsung dan sangat meyakinkan calon wisatawan untuk berkunjung ke suatu destinasi wisata. Pengalaman yang menyenangkan oleh wisatawan akan membentuk pencitraan yang luar biasa, sehingga teman yang lain ingin juga berkunjung ke suatu destinasi.

 

  1. c.            Motivasi Kunjungan

Berdasarkan atas tujuan kunjungan atau motivasi wisatawan domestik berkunjung ke Kabupaten Gianyar terdiri dari beberapa pilihan yang disajikan antara lain; berlibur, mengunjungi teman, tugas kantor/dinas, konferensi, berdagang dan tujuan lainnnya. Hasil rekapitulasi menjelaskan bahwa motivasi wisatawan domestik yang mengunjungi Kabupaten Gianyar secara berurutan didorong oleh motivasi berlibur (82%), mengunjungi teman (8%), menjalankan tugas kantor/dinas (3%) dan ikut konferensi (1%). Sehingga berdasarkan hasil rekapitulasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Gianyar tujuan utamanya yakni berlibur disamping mengunjungi teman dan melaksanakan tugas kedinasan/ kantor.

 

  1. d.           Daya Tarik Utama Kunjungan

Daya tarik utama Kabupaten Gianyar bagi wisatawan domestik dengan jumlah  74 responden menyatakan bahwa daya tarik utama yang membuat mereka memutuskan untuk berkunjung ke Gianyar adalah hanya untuk melihat lihat (seightseeing) 31%, berkunjung karena keunikan budaya dan keindahan alam sebesar 45%, tertarik karena keramahan masyarakat setempat sebesar 4%, karena tersedianya fasilitas pariwisata yang lengkap 5%, tertarik karena biaya berlibur terjangkau 5%, mereka memilih berkunjung ke Kabupaten Gianyar karena atraksi wisata yang beragam 12%, serta hal lainnya sebesar 4%. Sehingga dapat disiimpulkan bahwa daya tarik utama wisatawan berkunjung ke Kabupaten Gianyar sebagian besar dikarenakan keindahan alam dan keunikan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Gianyar, selain itu juga tertarik oleh keramahan mayarakat Gianyar, harga berlibur yang terjangkau maupun atraksi wisata yang beragam.

 

  1. e.            Pilihan Akomodasi

Berdasarkan hasil tabulasi dan rekapitulasi dari 74 wisatawan domestik yang telah mengunjungi dan melakukan pembelian jasa akomodasi Kabupaten Gianyar diperoleh hasil bahwa wisatawan yang memilih menginap di hotel berbintang sebanyak 20%, tinggal di rumah keluarga (Homestay) sebanyak 24%, tinggal di hotel melati 16%, tinggal di pondok wisata 11%, tinggal tinggal di Villa 12%, serta tinggal di jenis akomodasi lainnya sebanyak 17%.

Berdasarkan hasil analisa data di atas menunjukan bahwa wisatawan domestik cenderung memilih menginap di rumah keluarga (Homestay), hotel berbintang dan menginap di hotel kelas melati.  Dengan demikian dapat asumsikan bahwa wisatawan domestik yang datang ke Gianyar dengan kemampuan finansial yang bervariasi

 

  1. f.             Pilihan Atraksi Wisata

Pemilihan atraksi wisata di Kabupaten Gianyar yang diminati wisatawan domestik telah ditanyakan kepada 74 responden dengan menekankan pada aktivitas wisata yang sesuai dengan potensi pariwisata Kabupaten Gianyar diantarnya  melihat-lihat (seightseeing), pertualangan (adventure), berbelanja (shoping), spriritual, kesehatan (wellness), kehidupan malam (nightlife tourism), dan lainnya.

Berdasarkan hasil pengisian kuesioner dan proses tabulasi diperoleh pilihan minat wisatawan domsetik yang berkunjung ke Gianyar untuk aktivitas melihat-lihat (seightseeing) sebanyak 24 orang (32%), wisata petualangan sebanyak 32 orang (43%), untuk tujuan berbelanja sebanyak 24%, minat mengikuti wisata spiritual 9% wisata kesehatan 1% dan minat mengunjungi wisata malam 4%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa minat wisatawan domestik yang datang ke Gianyar sebagaian besar untuk mengikuti wisata petualangan seperti arung jeram (rafting), serta ingin melihat keindahan seni dan budaya masyarakat yang ada di kawasan pariwisata Kabupaten Gianyar.

 

  1. g.            Permasalahan di Daya Tarik Wisata Kabupaten Gianyar.

Sebuah destinasi pariwisata tentu memiliki keunggulan dan kekurangan baik dari sisi keindahan alam, keunikan budaya, akses informasi, ketersediaan infrastruktur, fasilitas daya tarik wisata serta lainnya.Permasalahan yang sering ditemukan ketika berkunjung pada suatu daya tarik wisata, dapat memberikan dampak serius pada keberlangsungan daya tarik wisata tersebut apabila dalam waktu lama tidak mendapatkan solusi maupun jalan keluar yang cepat dan bisa meyakinkan kembali wisatawan dan operator biro perjalanan. Permasalahan yang sering ditemukan di daya tarik wisataKabupaten Gianyar dapat diketahui dengan mengkonfirmasi kembali kepada wisatawan domestik melalui pertanyaan sebagai berikut, “Apakah permasalahan yang anda temui selama kunjungan anda di Bali/Gianyar ?”.

Terhadap pertanyaan tersebut di atas, adapun alternative jawaban yang menjadi pilihan responden diantaranya keamanan, kemacetan, kebersihan, kenyamanan dan lainnya. Merujuk pada hasil rekapitulasi data terhadap 74 responden melalui proses tabulasi menujukkan sebanyak  4% (3) responden menemui masalah pada keamanan di kabupaten Gianyar, 36 responden (49%) yang menyebutkan masalah kemacetan, 9 responden (12%) menyebutkan masalah kebersihan, 6 responden (8%) menyebutkan masalah kenyamanan,7 responden (9%) menjawab masalah lainnya dan 13 responden (18%) tidak memberikan jawaban. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masalah kemacetan dan kebersihan merupakan permasalahan utama yang ditemui oleh wisatawan selama berkunjung ke Gianyar.

Untuk memperkuat citra positif sebagai daerah tujuan wisata, masalah kemacetan lalu lintas sangat perlu mendapat penanganan secara sinergi antara para pihak satuan kerja maupun instansi yang mengurus masalah kemacetan dalam hal ini pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan.Pada masalah kebersihan merupakan tugas dari instansi terkait dengan aparatur dibawahnya.Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat menentukan penanganan kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan destinasi wisata.

 

4.1.2. Presepsi Wisatawan Domestik

  1. a.            Tentang Keramahan Masyarakat Gianyar

Berdasarkan hasil rekapitulasi terhadap 74 responden terkait presepsi wisatawan mengenai keramahan masyarakat lokal diperoleh hasil sebagai berikut: wisatawan domestik memilih ramah sebanyak 32 responden (43%), sangat ramah 25 responden (34%), cukup ramah 11 responden (15%) dan 6 responden (8%) tidak menjawab.

Berdasarkan gambaran hasil rekapitulasi di atas, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Gianyar dalam pergaulan maupun dalam kehangatan menyambut  wisatawan masih tergolong baik. Sikap ramah tamah (hospitality) memang sangat perlu diterapkan sebagai pedoman sehari-hari.Sikap dan perilaku masyarakat lokal sangat menentukan tolak ukur kesinambungan sebuah destinasi wisata.Wisatawan tidak mungkin datang untuk kedua kalinya jika mereka tidak mendapat sambutan yang tidak simpatik dan kesan kecewa.

“Hospitable attitude of the local people is very important for the tourism destination”. Sambutan hangat tuan rumah tentu menjadi kenangan yang tak terlupakan di hati wisatawan yang berkunjung.

 

  1. b.           Tentang Kebersihan Lingkungan

Presepsi 74 responden wisatawan domestik terhadap kebersihan lingkungan di wilayah Kabupaten Gianyar adalah sebagai berikut; mereka yang menyatakan bersih sebanyak 44 responden (59%), sangat bersih 4 responden (5%), cukup bersih 16 responden (22%) dan kurang bersih 5 responden (7%), dan yang tidak menyampaikan pendapat 5 responden (7%).

Gambaran atau pemahaman wisatawan domestik mengenai kebersihan di destinasi maupun lingkungan yang mereka kunjungi mayoritas menyatakan bersih, meskipun hal ini masih menjadi pernyataan yang sangat relatif dari para responden. Sebagai orang timur (dalam hal ini wisatawan domestik) tidak mau mengecewakan masyarakat sebagai tuan rumah karena dari segi psikologi mereka selalu menyatakan baik walaupun sebenarnya tidak begitu adanya karena semata-mata untuk menghormati masyarakat lokal.

 

 

 

  1. c.            Tentang Tingkat Kepuasan Pelayanan

Kualitas pelayanan wisatawan dalam dunia kepariwisataan memegang peranan yang sangat penting. Industri pariwisata dimanapun berada “service quality”adalah nafas kepariwisataan, artinya jika pelayanan (service) tidak memuaskan, maka secara otomatis akan berdampak pada tingkat kunjungan dan pendapatan usaha dari host.

Tingkat kepuasan terhadap pelayanan wisatawan diperoleh sesuai hasil tabulasi dan rekapitulasi kuesioner, sebagai berikut : menyatakan puas sebanyak 47 responden (63%), cukup puas sebanyak 14 responden (19%) dan sangat puas 7 responden (9%) dan kurang puas 1 responden (1%) serta yang tidak menyatakan pendapat 5 responden (7%).

Dari hasil di atas menunjukan mayoritas wisatawan domestik menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan, namun hal ini harus menjadi pemicu untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan berstandar internasional.

 

  1. d.           Tentang Keinginan untuk Berkunjung Kembali

Terkait dengan bahasan sebelumnya tentang tingkat kepuasan pelayanan, berikutnya adalah keinginan untuk berkunjung kembali. Hasil rekapitulasi terhadap 74 responden tentang keinginan wisatawan untuk kembali berkunjung ke Kabupaten Gianyar memberikan respon sebagai berikut; wisatawan domestik menyatakan ingin berkunjung kembali sebanyak 64 orang (86%), wisatawan menyatakan ragu-ragu sebanayak 2 orang (3%) dan wisatawan yang tidak menyampaikan pendapat sebanyak 8 orang (11%).

Berdasarkan hasil rekapitulasi di atas, dapat dijelaskan bahwa wisatawan domestik sangat kuat keinginan mereka untuk kembali berkunjung ke Kabupaten Gianyar (repeater).Berdasarkan semua pendapat dari point 1.1.sampai dengan 1.8 mengingatkan untuk selalu lebih meningkatkan hal-hal yang menjadi dambaan maupun keinginan yang pantas disajikan untuk mereka. Segala upaya yang mesti dilaksanakan antara lain perbaikan insfrastruktur, peningkatan kebersihan, pelayanan akomodasi dan hal lain yang berhubungan dengan pembangunan kepariwisataan.

 

  1. e.       Tentang Pementasan Kesenian Bali

Presepsi wisatawan domestik mengenai pementasan kesenian Bali dapat dijabarkan melalui tiga pertanyaan pada kuesioner antara lain ; Apakah anda suka terhadap pementasan kesenian Bali, alternatif jawaban atas pertanyaan ini adalah ; ya, tidak, tidak tahu. Pertanyaan kedua ; Apakah saudara merasa puas terhadap pementasan Tarian Bali, alternatif jawaban yang  ditawarkan kepada wisatawan adalah ; sangat puas, puas, kurang puas, sangat tidak puas dan tidak tahu. Pertanyaan nomor tiga ; apakah perlu pementesan Tari Bali dikolaborasikan dengan seni modern. Alternatif jawaban yang ditawarkan adalah ; ya, tidak, dan tidak tahu (atau tidak memberi pendapat).

Hasil analisis tabulasi terhadap ketiga pertanyaan perihal persepsi kesenian Bali tersebut di atas adalah sebagai berikut; (1) untuk pertanyaan “apakah anda suka terhadap pementasan kesenian Bali”, 74 responden menyatakan “ya”sebanyak 64 orang (86%), menyatakan tidak hanya 2 orang (3%), dan tidak menyatakan pendapat tidak tahu 3 orang (4%) serta tidak menjawab 5 responden (7%).

Untuk pertanyaan kedua apakah saudara puas terhadap pemetasan Tarian Bali hasilnya adalah sebagaiberikut ; 15 responden (20%) menyatakan sangat puas, 45 responden (61%) menjawab puas, 2 reponden (3%) kurang puas, sangat tidak puas 0 % , tidak tahu 4 responden (5%), dan 8 responden (11%) yang tidak bersedia memberi jawaban.Untuk pertanyaan ketiga, “apakah perlu pementasan Tari Bali dikolaborasikan dengan seni modern (kontemporer)”, jawaban dari responden yang diperoleh menyatakan “ya”sebanyak 36 orang (49%), “tidak”sebanyak 26 orang (35%), menyatakan “tidak tahu”2 orang (3%) serta tidak bersedia menjawab 10 orang (14%). Berdasaran atas pendapat wisatawan domestik tersebut terhadap minat, tingkat kepuasan maupun pendapat Kesenian Bali perlu diapresiasi sesuai pilihan dari wisatawan. Kabupaten Gianyar sebagai host dan daya tarik pariwisata tentu merasa  bangga bahwa wisatawan domestik masih berminat pada pementasan kesenian Bali serta menyatakan puas terhadap pementasan yang disuguhkan.

Wisatawan domestik (responden) yang ditawarkan mengisi kuesioner ini terdapat di beberapa lokasi yaitu : hotel, restoran, daya tarik wisata, rumah makan, museum dan ditempat yang dikunjungi wisatawan domestik seperti pasar seni kerajinan. Justru yang menarik banyak wisatawan domestik yang minta ada kolaborasi pementasan kesenian Bali dengan seni modern, kiranya hal ini perlu mendapat perhatian dari segenap seniman Gianyar, sebagai talenta yang tidak disangkal lagi bahwa pementasan kesenian Bali sangat terasa redup bahkan sepi penonton, tidak seperti keadaan 20 - 30 tahun lalu ketika kesenian Drama Gong, Prembon dan Arja menjadi idola masyarakat.

Kesenian yang banyak disukai oleh wisatawan domestik antara lain: Tarian Barong, Cak, tari lepas yang klasik seperti Tari Legong terutama yang dipentaskan oleh sanggar-sanggar disekitar daerah Ubud. Perlu disampaikan bahwa Gianyar sebagai pusat seni dan budaya yang ada di Bali. Pusat-pusat pementasan yang ada antara lain; Ubud dengan berbagai kesenian Bali, Peliatan dengan ciri khas Legong Keratonnya, Batubulan dengan Tarian Barongnya, dan  hampir di semua desa di Gianyar memiliki sanggar kesenian Bali. Begitu juga tarian Kesenian Bali di daya tarik wisata rekreasi seperti Teater Bali Agung di Taman Safari dan Marine Park dan stage-stage kesenian di taman rekreasi lainnya seperti Taman Nusa.

 

2.1.3.      Pariwisata Bali dan Isu-Isu Global                                                                                      a. Keberlanjutan Kepariwisataan Gianyar

Isu –isu global terkait dengan kepariwisataan sangat mempengaruhi aktivitas pariwisata, dan cenderung berpengaruh negatif terhadap berkurangnya pasar wisatawan, termasuk juga wisatawan domestik. Maka dari itu diperlukan informasi sebagai respon wisatawan perihal isu-isu global tersebut.

Pertanyaan maupun pernyataan tentang isu-isu umum yang sering ditemui dan kiranya sangat perlu diketahui respon/jawabannya dari wisatawan yang berkunjung ke Gianyar, pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut; banyak pemerhati pariwisata mengkhawatirkan keberlangsungan kepariwisataan Gianyar (Bali) sehingga bisa menjadi”Yesterday Destination”karena permasalahan sosial, tata ruang, kemacetan dan semakin berkurangnya ruang terbuka hijau. Alternatif jawaban yang mereka pilih adalah ; benar, tidak benar dan diberi ruang/hak untuk tidak memberi opini atau jawaban. Atas pertanyaan ini wisatawan yang memilih benar dari 74 responden adalah sebanyak 48 orang (65%),  tidak benar 17 orang (23%)  dan 5 orang (7%) yang tidak  berpendapat ada 4 orang (5%) yang tidak memilih   jawaban.

Berdasarkan hasil analisa data di atas dapat diasumsikan bahwa wisatawan domestik sangat mengkhawatirkan masa depan destinasi dalam hal ini Bali termasuk Gianyar. Kalau permasalahan sebagaimana pernyataan nomor 1 secara terus menerus tidak mendapat penanganan dari pihak yang berwenang maka ada kemungkinan akan menjadi “yesterday destination“atau suatu destinasi wisata yang bisa ditinggalkan oleh wisatawan. Hasil tersebut sekaligus menjadi cermin yang menunjukan kekurangan-kekurangan selama ini melalui jawaban yang disampaikan wisatawan melalui pengisian kuesioner, tentu ini merupakan pendorong bagi pemangku kebijakan untuk memberi perhatian yang serius.

 

           

           

          Kemanan Global

Isu keamanan merupakan isu global yang tidak kalah penting dengan isu sebelumnya. Adapun pertanyaan lengkap yang diajukan terkait permasalahan keamanan adalah ; dari segi keamanan global, Bali (Gianyar) masih menjadi target serangan teroris sebagaimana peristiwa Bom Bali Tahun 2002. Dari pertanyaan yang telah diajukan di atas, diperoleh hasil sebagai berikut; wisatawan domestik yang menyatakan benar sebanyak 14 orang (19%), tidak benar sebanyak 32 orang (43%), ragu-ragu sebanyak 16 orang (22%), dan tidak menyatakan pendapat 8 orang (11%), serta tidak memberikan jawaban 4 orang (5%).

Hasil rekapitulasi atas jawaban atau pendapat wisatawan tersebut menunjukan bahwa wisatawan khususnya wisatawan domestik tidak begitu mengkhawatirkan keamanan, dikarenakan presepsi atas suatu bencana terjadi secara insidensial dan bisa terjadi kapan saja tanpa diduga sebelumnya. Pendapat atas pernyataan yang sifatnya memancing keperdulian wisatawan terhadap isu keamanan, bahwa mereka merasa tidak terganggu atas kejadian yang pernah terjadi di Bali (Bom Bali). Dalam hal ini menunjukan sikap optimis wisatawan tentang keamanan masih sangat kuat dan hal ini tentu sangat diapresiasi secara positif.

 

          Permasalahan Kemacetan

Mengenai isu dan permasalahan kemacetan respon atas wisatawan domestik dapat diketahui melalui pertanyaan sebagai berikut ; Sebagaimana rilis penerbitan Majalah TIME yang lalu, Bali sebagai pulau surga sekarang telah berubah menjadi pulau macet. Jawaban wisatawan domestik atas pernyataan yang diajukan adalah : menyatakan benar sebanyak 42 orang (57%), tidak benar sebanyak 20 orang (27%), ragu-ragu 4 orang (5%) dan tidak berpendapat 4 orang (5%).

Jawaban atas responden terhadap pernyataan ini bahwa wisatawan domestik cenderung menyatakan benar artinya ada keraguan di hati mereka tentang masa depan destinasi Bali/Gianyar, perihal kenyamanan saat berlibur maupun kenyamanan hidup semua  masyarakat yang ada di Bali. Itulah pendapat mereka menurut kacamata pribadi masing-masing responden yang mencapai 57%, perlu dijadikan perenungan oleh semua pihak baik Pemerintah dan masyarakat yang tinggal di Gianyar khususnya. Karena pendapatan masyarakat meningkat dari berkembangnya usaha kepariwisataan   (dalam konteks pertumbuhan ekonomi dari berkembangnya pariwisata), justru bermuara pada peningkatan jumlah kendaraan bermotor, inilah hukum sebab-akibat yang sangat susah untuk diatasi.

Keadaan kemacetan sering terjadi terutama di daerah tujuan wisata. Untuk di wilayah Kabupaten Gianyar terjadi di Ubud terutama pada masa “peak Season” bulan Juli, Agustus sampai pertengahan bulan September. Sangat perlu diakui stakeholder yang terkait, duduk bersama guna menanggulangi permasalahan kemacetan yang terjadi kebijakan maupun program yang strategis perlu diterapkan secara tepat guna dan ekstra agar kemacetan setidaknya bisa dikurangi dengan memberdayakan potensi yang ada.

 

          Penanganan Kebersihan di Daya Tarik Wisata

Pernyataan terkait dengan penanganan kebersihan di daya tarik wisata diajukan kepada responden yakni; semakin meningkatnya konsumsi publik terhadap kebutuhan hidup sehari-hari berupa makanan, minuman, terutama produk kemasan menyebabkan produksi sampah juga semakin meningkat, menurut pendapat anda bagaimana penanganan sampah di kawasan wisata. Jawaban yang didapatkan dari 74 responden adalah; 11 responden (15%) menyatakan baik, cukup baik 55 responden (74%), tidak baik 4 responden (5%), hanya 1 orang (1%) yang tidak berpendapat dan 3 orang (4%) tidak menjawab.

Berdasarkan hasil analisa penanganan kebersihan di daya tarik wisata, wisatawan menyatakan cukup baik (74%) karena memang di daya tarik wisata kelihatan lebih bersih dari sebelumnya, dikarenakan telah ada petugas-petugas kebersihan yang bekerja sesuai dengan tugas mereka.

Respon positif dari wisatawan domestik ini perlu dijaga, diperlihara, dibina secara terus menerus dan diusahakan layout sebuah daya tarik wisataa khususnya di Kabupaten Gianyar agar selalu tampak bersih dan terpelihara sehingga wisatawan merasa nyaman dan betah berkunjung.

 

 

 

 

          Kejahatan Narkotika

Isu Kejahatan Narkoba dapat diketahui dari Jawaban 74 responden atas pertanyaan ;”Gianyar (Bali) “Gianyar as belong to Bali Island” masih menjadi tempat pemasaran dan transfer narkotika ke berbagai belahan dunia yang justru sering dilakukan oleh orang mancanegara maupun wisatawan yang berkunjung ke Bali, menurut pendapat anda upaya pencegahan maupun proses hukum oleh otoritas di Bali/Indonesia adalah?”

Jawaban responden atau wisatatawan domestik terhadap pertanyaan diatas adalah ; 14 orang (19%) menyatakan sangat baik, menjawab baik sebanayk 19 orang (27%),  cukup baik 14 orang (19%), 11 orang (15%) yang tidak berpendapat, dan 16 orang (20%) yang tidak bersedia mengisi tanggapan. Dari pendapat responden wisatawan domestik bahwa mereka sangat mengapresiasi positif atas kinerja aparat keamanan atas penanganan maupun proses hukum oleh otoritas di Bali, dominan mereka menyatakan baik, sangat baik dan cukup baik.

Justru sangat menarik diperhatikan bahwa ada 11 responden yang tidak berpendapat dan 16 orang responden tidak bersedia memberikan jawaban.Muncul asumsi bahwa masalah penanganan maupun pencegahan peredaran narkoba mungkin menurut responden/ wisatawan domestik merasa tidak berhak menilai kinerja aparat atau merasa tidak nyaman memberikan pendapat karena faktor psikologis mereka. Pertanyaan diatas juga disadari memancing cara pandang dari wisatawan,  namun perlu memandang masalah narkotika ada relasinya dengan keamanan dan kenyamanan sebuah destinasi wisata bahkan secara luas akan membentuk  karakter masyarakat sekitarnya.

 

 

 

4.2.1          ANALISA PASAR WISATAWAN MANCANEGARA

Karakteristik Kunjungan Wisatawan Mancanegara

  1. a.    Perencanaan Kunjungan

Berdasarkan survei yang telah dilakukan kepada wisatawan mancanegara mengenai seberapa lama wisatawan merencanakan kunjungan ke Kabupaten Gianyar didapatkan hasil bahwa, persentase lama perencanaan kunjungan ke Gianyar yaitu direncanakan 1 minggu sebelumnya sebesar  40 %, direncanakan 1 bulan sebelum kunjungan sebesar 40 %, Sebesar 8% wisatawan menyatakan tidak tahu, dan Sebesar 12 % orang yang tidak menyatakan pendapatnya.

 

  1. b.    Sumber Informasi

Sangat perlu diketahui darimana saja wisatawan mengetahui informasi tentang daerah wisata di Kabupaten Gianyar sehingga mereka memutuskan untuk berkunjung Ke Kabupaten Gianyar. Pertanyaan yang diajukan berdasarakn sebaran kuesioner yaitu; darimana wisatawan memperoleh informasi tentang pariwisata Gianyar yang terdiri-dari sumber informasi  informal, buku, brosur, internet dan lainnya.

Dari hasil rekapitulasi keselurahan jawaban wisatawan didapatkan hasil yaitu ; sumber informasi dari informal sebesar 8% (Mount to Mounth Information), dari buku sebesar 27%, dari brosur sebesar 4%, dari internet sebesar 50% dan  dan dari media lain sebesar 11%.

Berdasarkan hasil survei diatas, bahwa peranan internet sebagai media informasi dan promosi sangatlah penting.Disini tidak berlebihan jika disarankan pemangku kebijakan dibidang pariwisata mestinya menjadikan internet sebagai media promosi destinasi, event dan informasi pariwisata secara umum harus lebih ditingkatkan. Upaya ini bisa dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan media promosi seperti Trip Advisor  serta media lainya. Apalagi dalam fenomena saat ini, internet sangat praktik digunakan oleh wisatawan untuk mengetahui informasi seluruh destinasi di Dunia sehingga fokus pemerintah dalam bidang promosi melalui internet harus ditingkatkan

 

  1. c.       Motivasi Kunjungan

Wisatawan mancanegara yang berlibur di Kabupaten Gianyar sesuai hasil pengisian kuesioner mengenai motivasi wisatawan, didapat hasil yaitu ; motivasi untuk berlibur sebesar 81%, kunjungan keluarga sebesar 7%, ,  yang melakukan Kerja dinas, Konferensi, dan bisnis tidak ada , serta  yang memilih  hanya sebesar 12%, sehingga  kebanyakan wisatawan datang ke Kabupaten Gianyar  hanya untuk berlibur.

Sesuai hasil tabulasi diatas, dapat digambarkan bahwa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Gianyar, sebagian besar bertujuan belibur untuk melihat-lihat pesona keindahan alam dan budaya lokal termasuk adat istiadat masyarakat yang tersebar di Kabupaten Gianyar.

 

  1. d.      Daya Tarik Utama Kunjungan

Berdasarkan hasil rekapitulasi data daya tarik kunjungan wisatawan mancanegara yang berlibur ke Gianyar, didapatkan bahwa yang menyatakan tertarik dengan keunikan budaya Gianyar sebesar  40%, tertarik akan keindahan alam sebesar 28%, tertarik akan keramahan penduduk  15%, tertarik dengan adanya kelengkapan fasilitas pariwisata sebesar 2%,  tertarik karena biaya liburan murah di daerah wisata gianyar sebesar 9% dan tertarik karena keanekaragaman atraksi wisata sebesar 6%. Ada juga  dari 100 responden yang menyatakan karena lainya sebesar 2%. Dapat ditarik kesimpulan  mayoritas wisatawan mancanegara yang berlibur ke Gianyar tertarik akan keunikan budaya masyarakat Gianyar.

 

 

 

  1. e.       Pilihan Akomodasi

Berdasarkan kuesioner yang telah disebarkan kepada 100 wisatawan, didapatkan hasil rekapitulasi mengenai pilihan akomodasi wisatawan yang berkunjung ke Gianyar yaitu pilihan akomodasi hotel berbintang sebesar 14%, homestay sebesar 30 %, Cottage sebesar 19%, Villa sebesar 20%, rumah pribadi sebesar 16% dan lainya sebesar 1,94%. Dari hasil tersebut maka dominan wisatawan menggunakan pilihan akomodasi homestay, hal ini dapat dilihat karena tingginya akomodasi homestay di Kabupaten Gianyar, pilihan akomodasi ini perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan mengingat keuntungan pilahan akomodasi homestay akan memberikan keuntungan kepada masyarakat lokal (base on community tourism). Dari data di atas secara jelas diperoleh pilihan pertama adalah di home stay, kedua hotel berbintang dan ketiga di cottage atau villa. Perlu dicatat wisatawan yang disasar kebanyakan yang berada di Ubud.

 

  1. f.        Pilihan Atraksi Wisata

Berdasarkan tujuan kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Gianyar, diperoleh data dari 100 responden didapatkan hasil bahwa tujuan untuk melihat-lihat (Sight seeing) sebesar 37%, melihat aktivitas keagamaan sebesar 20%, berpetualang sebesar 20%, berbelanja sebesar 8%, mengikuti program wisata kesehatan sebesar 8%, dan kehidupan malam (night life) sebesar  2%, dan ada pula responden yang memilih tujuan lainya sebesar 4%.

 

 

 

  1. g.      Permasalahan Daya Tarik Wisata di Gianyar

Dalam melakukan perjalanan seorang wisatawan kadang kala menemui suatu kendala yang mungkin tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Dari penyebaran kuesioner yang telah dilakukan didapatkan hasil yaitu ; kendala keamanan sebesar 6%, kemacetan sebesar 47%, masalah kebersihan sebesar 30%, kenyamanan sebesar 3% dan sebesar 14% menyatakan masalah lainnya . Dapat disimpulkan disini bahwa kebanyakan wisatawan mancanegara mengalami permasalahan kemacetan dan masalah kebersihan lingkungan daya tarik wisata.

Untuk masalah lainnya yang mereka temui selama berlibur di Gianyar dan dinyatakan secara tertulis antara lain; tidak tersedianya penunjuk jalan yang cukup sehingga daya tarik yang mereka ingin kunjungi sulit ditemukan, padahal daya tarik wisata itu sudah mereka lalui sebelumnya. Hal ini  berlaku bagi wisatawan  yang tidak diantar oleh guide, artinya mereka melakukan perjalanan secara individual, tidak adanya ruang bermain untuk anak-anak,makin sesaknya populasi penduduk serta berkurangnya lahan hijau.Poin diatas perlu pengkajian dan perhatian lebih dalam penyusunan kebijakan dan program-program pembangunan kepariwisataan.

 

 

2.2.1.      Persepsi Wisatawan Mancanegara

  1. a.        Tentang Keramahan Masyarakat Gianyar

Masalah keramahtamahan masyarakat lokal sangatlah penting bagi keberadaan sebuah destinasi wisata. Dalam istilah mancanegara dinyatakan “ The hospitable of the local people  is very important  for the tourism destination”.

Gambaran yang diperoleh dari 100 orang wisatawan yang berbahasa Inggris didapat informasi bahwa ; menyatakan sangat ramah 66%, ramah 29%, menyatakan cukup ramah 5%. Jadi, disini tergambar sikap”fair” wisatawan menilai etika keramahan kita sebagai tuan rumah, artinya pernyataan yang apa ad            anya tentang kesan keramahan masyarakat Gianyar yang dirasakan oleh wisatawan.

 

 

 

  1. b.             Tentang Kebersihan Lingkungan

Kesan terhadap kebersihan lingkungan yang kita peroleh dari pengakuan wisatawan mancanegara adalah: sangat bersih 10%, bersih 40%, cukup bersih 34% dan tidak bersih 11% serta sangat tidak bersih 5%.

Perlu dicatat bahwa pengakuan atau pendapat wisatawan mancanegara seperti terurai diatas  hanyalah sebagi fakta pengakuan, namun yang terpenting adalah kesadaran kita untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Faktor kebersihan merupakan citra terdepan sebuah destinasi wisata dimanapun  berada. Jadi kita jangan berpatokan kepada hasil survei, namun kenyataan bersih atau tidaknya  daya tarik wisata menjadi perhatian  kita.

 

  1. c.             Tentang Kepuasan Pelayanan

Sesuai data yang diperoleh tentang pelayanan yang disajikan kepada wisatawan, didapat data sebagai berikut; sangat puas 54%, puas 43%, dan ada 3% yang menyatakan cukup atas pelayanan yang diberikan.

Dalam hal ini perlu berbangga hati bahwa wisatawan mancanegara yang datang berlibur ke Kabupaten Gianyar menyatakan sangat puas terhadap pelayanan saat mereka berkunjung.Kepuasan yang mereka dapatkan baik pelayanan hotel dan selama tour yang mereka lakukan maupun di tempat-tempat wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Gianyar. Pelayanan yang kita sajikan  harus ideal sesuai standar internasional dan beretika. Hal ini sangat penting untuk mencatatkan kesan yang mendalam dihati mereka  tentang sebuah destinasi  khususnya  dari segi pelayanan.

 

 

 

 

  1. d.             Tentang Keinginan Untuk Berkunjung Kembali

Gambaran survei melalui pertanyaan yang disampaikan” apakah anda tertarik untuk berkunjung kembali?’. Didapatkan hasil dari 100 responden yang disasar ada sebesar 79% wisatawan yang menyatakan  ingin berkunjung kembali, yang menyatakan  ragu-ragu sebesar 17%, namun ada 4 orang wisatawan mancanegara  yang menyatakan  tidak akan berkunjung kembali. Pendapat diatas  cukup membanggakan karena kebanyakan wisatawan mancanegara ingin berkunjung kembali ke Kabupaten Gianyar. Namun sebagai destinasi wisata, para pemangku kepentingan harus punya tanggung jawab untuk mewujudkan kepariwisataan yang berkelanjutan sehingga apa yang dibayangkan oleh wisatawan sebelum mereka memutuskan untuk memilih berlibur ke Kabupaten Gianyar mestinya sama keadaan yang mereka temui selama berkunjung nantinya.

 

 

BAB V

DINAMIKA KUNJUNGAN WISATAWAN DI KABUPATEN GIANYAR

 

Bab ini menyajikan informasi perihal dinamika kunjungan wisatawan di Kabupten Gianyar dari tahun ke tahun di beberaopa obyek wisata yang ada.

Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gianyar didukung oleh beberapa faktor antara lain semakin bervariasinya atraksi maupun destinasi wisata yang ada di Kabupaten Gianyar baik di  kawasan barat Kabupaten Gianyar yang meliputi wilayah Kecamatan Ubud payangan dan Suykawati, wilayah tengah Kabuptaen Gianyar yang meliputi  kecamatan Blahbatuh  serta  wilayah utara yang meliuputri Kecamatan Tampaksiring dan Tegallalang.

Penembangan  prasarana  kepariwisataan di wilayah timur semakin tahun semakin bertambah  antara lain Bali Safari and Marine Park yang ada di Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra di wilayah Lebih, Taman Nusa di Tulikup,Water Doom di Bukit Jati Gianyar..

 

3.1 Kunjungan Wisatawan Di Kabupaten Gianyar

 

Pengembangan Desa Wisata yang bertebaran di Kabupaten Gianyar menyajikan berbagai macam atraksi wisata sesuai dengan potensi desa wisata yang bersangkutan. Adapun desa wisata tersebut antara lain; Desa Manukaya dengan Daya Tarik Tirta Empul yang sudah dikenal oleh wisatawan maupun masyarakat luas, Desa Pejeng Kangin dengan pesona Goa Garba dan Pura Pengukur-ukuran di pinggir Sungai Pakerisan, Desa Bedulu dengan kekayaan arkeologi yang bertebaran di wilayah Desa Bedulu antara lain Goa Gajah, Yeh Pulu, Pura Pengastulan, Pura Desa Alit, Pura Jero Agung, Pura Dadari dan peninggalan arkeologi di mmancanegara-mmancanegara rumah penduduk sampai yang saat ini masih dikeramatkan oleh masyarakat setempat.

Terdapat pula Desa Kemenuh dengan potensi desa budaya dengan kerajinan patung khas Desa Kemenuh, Air Terjun Tegenungan, wisata alam trakking bahkan peninggalan prasasti yang menerangkan tentang Kadyagan Ambarawati di Pura Gunung Kawiyang  menggambarkan kebudayaan di masa lalu tersimpan di sebuah Pura Dadia Pasek di Tengkulak Kaja Kemenuh.

Desa wisata yang lain antara lain Desa Mas dengan potensi kerajinan kayu yang sudah mendunia, seiring perkembangan waktu, saat ini mulai redup, Desa Batubulan ciri khas Tari Barong-nya, Desa Batuan dengan nuansa Pura Desa yang menawan, Desa Singapadu Kaler dengan daya tarik alam dan ukiran kayu dan batu padasnya, Desa Kedewatan dengan pesona sungai ayung, Desa Bahbatuh dengan peninggalan sejarah seperti Pura Durga Kutri, Legenda Kebo Iwa dan desa-desa lain yang berada di Kabupaten Gianyar.

Peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gianyar tidak terlepas dari peranan Pemerintah Daerah melalui upaya perbaikan daya tarik wisata serta penataan manajemen di daya tarik wisata dengan memberdayakan potensi sumber daya yang ada. Kunjungan wisatawan di daya tarik wisata yang ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar berkerjasama dengan pengemong maupun desa pekraman yang menaungi daya tarik wisata yang bersangkutan, sesuai data yang ada Daya tarik Tirta Empul menempati urutan teratas disusul Daya tarik Goa Gajah, Gunung Kawi Tampaksiring, Gunung Kawi Sebatu, Yeh Pulu, dan Alam Sidan.

Daya tarik wisata yang paling rendah tingkat kunjungannya adalah Daya tarik Wisata Alam Sidan yang meliputi pemandangan Alam Sidan, Daya Tarik Wisata Pura Dalem Sidan dan lingkungan sekitarnya. Upaya meningkatkan kunjungan di Daya tarik Alam Sidan terkendala karena posisi daya tarik tidak merupakan“itinerray tour”yang umum seperti misalnya jalur Denpasar Goa Gajah-Tampaksiring-Kintamani.  Demikian juga apabila wisatawan kembali dari Kintamani biasanya selalu kembali melalui jalur  Tampaksiring menuju Ubud atau daya tarik wisata lainnya.

Perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara saat ini yang paling tinggi adalah di Bali Safari Marine Park.Wisatawan yang berkunjung setiap hari mencapai hampir seribu bahkan lebih, sehingga menjadi daya tarik wisata favorit di wilayah Gianyar Timur. Kunjungan wisatawan di sejumlah taman rekreasi seperti Taman burung, Bali Zoo, Gajah Taro juga ramai terutama di musim puncak kunjungan (Peak Season) pada bulan Juli , Agustus, September dan akhir Desember..

Sesuai data yang ada, kunjungan wisatawan di daya tarik yang dikelola oleh pemerintah masih didominasi oleh wisatawan mancanegara hampir mendekati tujuh puluh persen. Sedangkan di daya tarik taman rekreasi kunjungan wisatawan mancanegara masih lebih dominan namun saat musim liburan sekolah dan hari libur nasional kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik relatif seimbang. Laju peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Gianyar berkisar antara empat  sampai dua puluh persen setahun.

Data Kunjungan ke Daya Tarik Wisata di Kabupaten Gianyar

Tahun

Jumlah Kunjungan

2010

1.363.910

2011

1.445.595

2012

1.680.105

2013

1.658.795

2014

1.921.819

2015

2016

1.917.691

 

 

Untuk tahun 2016 kunjungan wisatawan pada Daya tarik Wisata di Kabupaten Gianyar  sampai bulan Desember sejumlah ……..kunjungan. Begitu juga halnya dengan Daya Tarik Wisata yang dikelola oleh Pemerintah sampai akhir bulan Desember 2016 sejumlah ……………….. kunjungan, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015 yang mencapai 1.917.691  kunjungan, maka terjadi peningkatan sejumlah ………. kunjungan (      %).

Kalau kita amati data  dalam kurun lima tahun berjalan terjadi peningkatan kunjungan yang tercata pada tahun 2011 sejumlah  1.445.595 kunjungan , sedangkan kunjungan wisatawan sampai akhir tahun 2016  sejumlah ….. kunjungan , sehingga terjadi peningkatan  sejumlah ….. (   %).

Dapat kita pantau rata-rata peningkatan kunjungan  tiap tahun  sejumlah ……kunjungan  atau  sekitar  ….%.

 

 

 

Kita perlu berbangga  bahwa kunjungan wisatawan di obyek wisata yang ditangani oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar  dengan bekerjasama dengan para pengemomg dan Desa Pekraman terkait untuk tahun 2016 dari sisi penerimaan retribusi  melampui target dari sisi penerimaan .

Dari target Retrebusi  yang dianggarkan sebesar Rp.13.000.000.000       ( tiga  belas milyar rupiah) telah tercatat penerimaan di akhir tahun 2016 sebesar Rp. 15.493.150.000 sehingga terjadi kelebihan pendapatan dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 2.493.350.000    (119,18 %)

 

 

Data Kunjungan Wisatawan di Enam Daya Tarik Wisata Kabupaten Gianyar

Periode Januari s/d Desember 2016

 

Daya Tarik Wisata

Jumlah Kunjungan

Presentase

Tirta Empul

524.647

49,2 %

Goa Gajah

315.078

29,6 %

Gunung Kawi Tampak Siring

182.593

17,1 %

Gunung Kawi Sebatu

34.527

3,2 %

Yeh Pulu

8.015

0,75 %

Alam Sidan

465

0,04 %

JUMLAH

1.065.325

 Wisatawan

 

Penting menjadi bahan pertimbangan bahwa peningkatan data jumlah kunjungan atau “Quantity Tourists”bukanlah merupakan faktor yang utama, namun hanya sebagai indikator kinerja dan angka-angka pencapaian. Pada intinya yang diharapkan adalah kualitas wisatawan yang berkunjung “Quality Tourists”yang akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi dan  perkembangan pariwisata yang lebih baik dari sisi pendapatan maupun keberlanjutan pembangunan kepariwisataan yang dalam istilah lain sering dikenal dengan “Quality tourism”untuk menuju  “Sustainable Tourism Development

Dapat digambrkan disini bahwa dengan jumlah wisatawan yang  lebih sedikit  tetapi dengan jumlah pengeluaran yang  maksimal, destinasi akan  lebih ringan menanggung resiko sosial, limbah dan kepadatan pengunjung. Disini  akan terjadi  wisatawan akan lebih leluasa menikmati lam dan budaya yang menjadi daya tarik wisata.

Wisatawan yang datang cukup banyak, namun dari sisi uang yang dibelanjakan selama berkunjung sangat sedikit justru akan menjadi sebuah dilema bahkan menciptakan ketidaknyamanan seperti kemacetan, kualitas pelayanan yang rendah dan lain sebagainya.

Jika wisatawan yang berkunjung sebagian besar merupakan wisatawan berkualitas, ini memberikan dampak yang lebih besar bagi pendapatan sebuah destinasi yang akan bermuara pada peningkatan pendapatan pemerintah dari sisi pajak dan pendapatan masyarakat yang berkecimpung langsung sebagai peyedia layanan jasa kepariwisataan. Semakin besarnya uang yang wisatawan belanjakan selama berlibur di sebuah destinasi akan memberikan“Multifflier Effect“yang semakin besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Disamping itu, wisatawan yang tergolong “Quality Tourist”atau wisatawan kelas mapan dari segi ekonomi, kepedulian mereka terhadap lingkungan dan bisa secara langsung mengedukasi lingkungan di sebuah destinasi wisata. Pelayanan yang maksimal justru merupakan pemicu bagi  bertumbuhnya ketertarikan wisatawan untuk berkunjung kembali.

Berdasarkan pemaparan diatas, maka dipandang perlu merubah paradigma maupun mindset berpikir bahwa pembangunan dan pengembangan kepariwisataan terutama dari sisi pemasaran.

Jadi pada intinya yang menjadi impian dan sasaran adalah wisatawan yang berkualitas dari segi ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat kepedulian mereka terhadap budaya lokal maupun pelestarian lingkungan. Wisatawan berkualitas akan lebih mampu mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat tuan rumah. Jika wisatawan yang berkunjung pada sebuah destinasi melebihi daya dukung yang dimiliki (over capacity) maka secara perlahan dan pasti akan mewujudkan permasalahan sosial seperti, kemacetan, sanitasi yang buruk, maupun masalah lainnya.

 

 

3.2 Realisasi Retribusi Daya Tarik Wisata Periode Tahun 2001-2015

Sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah, dari sisi pendapatan asli daerah peranan pajak hotel dan restoran serta retribusi daya tarik rekreasi untuk di Kabupten Gianyar merupakan hal yang sangat dominan. Berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa kewenangan Pemerintah Daerah sangat dominan untuk mengatur sumber-sumber pendapatan daerah sebagai sumber pendapatan asli daerah.

Untuk di Kabupaten Gianyar, Dinas Pariwisata yang merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menangani urusan kepariwisataan juga diberikan tugas teknis yang menunjang pendapatan daerah khususnya penanganan retrebusi daya tarik wisata.Daya tarikyang menghasilkan retrIbusi rekreasi antara lain, Tirta Empul, Gunung Kawi Tampaksiring, Gunung Kawi Sebatu, Goa Gajah, Yeh Pulu, Kolam Renang Bukit Jati serta Daya tarik Wisata Alam Sidan. Besaran target retribusi yang ditetapkan setiap tahun selalu mengalami peningkatan sesuai kajian dan pertimbangan serta kondisi nyata. Adapun faktor yang menjadi tolok ukur penetapan target retribusi antara lain: pencapaian retribusi tahun yang lalu, peningkatan jumlah kunjungan, kebijakan peningkatan harga tiket masuk daya tarik wisata  dan pertimbangan lain berdasarkan peraturan perundang-undangan maupun ketentuan yang berlaku.

Pencapaian retribusi rekreasi daya tarik wisata ditentukan oleh berbagai faktor yang bersifat intern maupun ekstern. Faktor intern yang dimaksud adalah  perkembangan umum pada sebuah destinasi yang meliputi masalah keamanan, wabah penyakit, kebersihan, etika masyarakat lokal, teknologi, kesiapan insfrastruktur, masalah pelayanan, kenyamanan, masalah  harga-harga yang mepengaruhi daya beli wisatawan dan hal-hal lain yang menyebabkan fluktuasi jumlah kunjungan wisatawan di sebuah destinasi wisata.

Faktor ekstern adalah keadaan maupun perkembangan di Negara asal  wisatawan”potential market“antara lain; krisis global atau krisis moneter yang melanda negara-negara pemasok wisatawan, bencana alam (banjir, tsunami, gunung meletus, ledakan hebat, wabah penyakit), maupun hal-hal lain yang menyebabkan wisatawan menunda bahkan membatalkan kunjungan mereka ke sebuah destinasi.

Berdasarkan paparan diatas maka banyak faktor yang menyebabkan tercapai atau tidaknya target retribusi yang telah ditetapkan pada tahun bersangkutan.Perkembangan retribusi daya tarik wisata di Kabupaten Gianyar tidak terlepas dari faktor-faktor diatas. Sebagai contoh, pada era tahun 90-an wisatawan Jepang menempati  urutan teratas yang berlibur ke Bali tentu Gianyar merupakan  bagian yang tak terpisah dalam wilayah provinsi Bali, setelah terjadinya krisis global dan bencana  bocornya reaktor nuklir Fukushima  dan bencana tsunami yang melanda pesisir Timur Jepang pada tahun 2010, maka kunjungan wisatawan Jepang merosot tajam, juga ke Kabupaten Gianyar.

Bencana serangan bom di Kuta pada tanggal 12 Oktober 2002 dan bulan Oktober tahun 2004 mengakibatkan kunjungan wisatawan ke Bali juga ke Gianyar mengalami  penurunan yang sangat signifikan, walaupun  secara perlahan bisa pulih dan  meningkat di tahun 2006 keatas. Di tahun 2015, target capaian retribusi adalah sama dengan tahun 2013 dan 2014 yaitu sebesar 12.464.135.500. Untuk melihat realisasi targetnya dapat dilihat pada table berikut:

Perkembangan Target dan Realisasi Retribusi Daya Tarik Wisata Tahun 2010 - 2016

Tahun

Target

Realisasi

Persentase (%)

2010

9.000.000.000

8.493.876.002

94.38

2011

12.000.000.000

11.121.424.432

92.68

2012

12.000.000.000

13.563.707.794

113.03

2013

12.464.135.000

12.518.297.500

100.43

2014

12.464.135.000

13.228.072.500

106.16

2015

2016

12.464.135.000

13.000.000.000

13.619.902.500

15.493.350.119

109.27

119,18

 

 

Memahami data diatas dapat kita realisasikan untuk pencapaian di tahun 2016 sudah melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp. 2.943.350.000.

Keadaan ini bisa kita capai berkat kerja keras petugas pungut di objek wisata, serta didukung oleh kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dan global yang kondusif.

3.3 Wisatawan yang Menginap di Kabupaten Gianyar

Perkembangan wisatawan yang menginap di Kabupaten Gianyar sesuai data yang diterima dari Satuan Intelkam Polisi Resor Gianyar dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.Negara-negara sebagai potensial market untuk pariwisata Kabupaten Gianyar  yang terdata oleh pihak  Kepolisian Resor Gianyar adalah; Australia, Amerika, Austria, Afrika, Argentina, Belanda, Belgia, Brazilia, Canada, Chili, Colombia, Denmark, Jerman, Guatemala, Hongkong, Hongaria, Inggris, Italia, Irlandia,India, Jamaika, Jepang, Korea, Kroasia, Malaysia, Mexico, Norwegia, New Zealand, Peru, Prancis, Philandia, Polandia, Pakistan, Potugal, RRC,Rusia,Rumania,Spanyol, Swedia,Swiss, Singapura, Srilanka, Scotlandia , Saudi Arabia, Taiwan, Thailand, Turki, Ukrania, Yugoslavia dan Yunani.

Untuk periode tahun 2016 wisatawan yang menginap di Kabupaten Gianyar  sampai bulan Desember tercatat sejumlah  ##########  #################### wisatawan. Sedangkan wisatawan yang menginap di tahun 2012 sejumlah 109.168 wisatawan. Jadi terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang menginap  sejumlah ########### dibandingkan pada tahun 2012, sehingga terjadi peningkatan  #####%

Dari data diatas dapat digambarkan bahwa wisatawan yang menginap di Kabupaten Gianyar terjadi peningkatan yang sangat berarti. Perkembangan ini justru sangat menggembirakan  perkembangan kepariwisataan Gianyar yang pada akhirnya  memberi dampak kesejahteraan pada semua lapisan masyarakat Kabupaten Gianyar.

Perkembangan ranking untuk 10 besar wisatawan yang menginap di Kabupaten Gianyar pada setiap tahunnya mengalami perubahan walaupun tidak terlalu signifikan, artinya berkisar pada asal negara wisatawan potensial market yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya namun bertukar peringkat  saja.

Pada tahun 2016 ini yang menjadi  10 top sesuai  peringkat adalah  wisatawan yang berasal dari Negara:

-         Australia

-         Tiongkok

-         $$$$

-         %%%%%

-         %%%%

-         %%%%

-         %%%%

-         %%%%

-         $$$$

-         ^^^^

-         $$$$

-         %%%%

-          

 

 

 

 

 

 

Dapat digambarkan pada tahun 2015 untuk urutan 10 besar wisatawan yang menginap di Gianyar antara lain, Australia, Tiongkok, Prancis, Amerika, Jerman,Jepang, Belanda, Inggris, Jepang,Belanda,Canada,dan Spanyol.

data yang sudah ada dari sisi “Potential market”yang  berkunjung dan menginap di Kabupaten Gianyar.

Saat ini sebagai pemasok wisatawan yang berlibur di Kabupaten Gianyar adalah wisatawan yang berasal dari Australia. Ada beberapa faktor mengapa wisatawan Australia menempati urutan teratas antara lain, Australia dari segi jarak relatif lebih dekat dibandingkan dengan negara Eropa maupun Amerika bahkan dari Jepang, Ekonomi Australia tetap stabil dan kokoh, potensi destinasi yang ada di Gianyar masih dapat dijangkau pasar Australia, dan minat berlibur mereka relatif tinggi. Penting disampaikan negara tujuan wisatawan Australia menurut informasi dari hasil survei adalah; Selandia Baru, Fiji, Malaysia, Thailand, Jepang, negara-negara Eropa, Hawaii dan Amerika.Pada table berikut merupakan negara-negara yang sudah berkontribusi dalam menyebarkan wisatawan untuk menginap di wilayah Kabupaten Gianyar.

 

 

PERINGKAT 10 BESAR (TOP TEN) WISATAWAN YANG MENGINAP DI KABUPATEN GIANYAR

Periode Tahun 2015

Peringkat

Negara

Jumlah Wisatawan

1

Australia

35.425

2

Tiongkok

23.987

3

Prancis

23.492

4

Amerika

23.037

5

Jerman

17.847

6

Inggris

17.118

7

                     Jepang

15.912

8

Belanda

13.886

9

Canada

8.335

10

Spanyol

8.016

 

Sumber Data: Kasat Intelkom Polres Gianyar

 

 

 

 

PERINGKAT 10 BESAR (TOP TEN) WISATAWAN YANG MENGINAP DI KABUPATEN GIANYAR

PeriodeTahun 2016 (Januari s/d Desember)

Peringkat

Negara

Jumlah Wisatawan

 

 

1

 

 

 

2

 

 

 

3

 

 

 

4

 

 

 

5

 

 

 

6

 

 

 

7

 

 

 

8

 

 

 

9

 

 

 

10

 

 

 

Sumber Data: Kasat Intelkom Polres Gianyar

 

Berdasarkan tabel di atas telah menyajikan data 10 besar peringkat wisatatawan yang menginap di Kabupaten Tahun 2016. Wisatawan yang menginap di Kabupaten Gianyar dalam peringkat 10 besar masih didominasi oleh Australia, tapi kunjungan wisatawan Jepang yang menginap di Kabupaten Gianyar dari tahun ke tahun mengalami penurunan.

 

3.4 Kunjungan Wisatawan Ke Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Gianyar

Kunjungan wisatawan ke kabupaten Gianyar secara umum mengalami peningkatan. Sesuai data yang ada, daya tarik-daya tarik terdata adalah Tirta Empul, Gunung Kawi Tampaksiring, Gunung Kawi Sebatu, Goa Gajah, Yeh Pulu, Kolam Renang Bukit Jati dan Daya tarik Alam Sidan.

Daya tarik wisata yang dikelola swasta dalah Gajah Perdana Taro, Rafting Adventure, Sobek, Museum Arma, Museum Antonio Blanco, Museum Puri Lukisan, Museum Neka dan Taman Safari.

Pada tahun 2010 sejumlah 1.363.910.Kunjungan pada tahun 2011 menjadi 1.445.595 sehingga terjadi peningkatan 6% dari tahun 2010.Kunjungan wisatawan pada tahun 2012 naik menjadi 1.680.105 sehingga terjadi peningkatan sekitar 16,2% dari kunjungan wisatawan di tahun 2011.  Kunjungan wisatawan di Daya tarik wisata kolam renang Bukit Jati dan Alam Sidan tidak tercatat karena adanya pembangunan proyek  Water Doom dan renovasi Daya tarik Stage Sidan. Namun saat ini kunjungan wisatawan di tahun 2015 pada bulan Januari saampai dengan bulan Oktoberhanya tercatat 805.402 baik domestik dan mancanegara.

 

 

 

 

 

 

 

JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN DI KABUPATEN GIANYAR

TAHUN 2016

Di Obyek wisata yang ditangani Dinas pariwisata

 Periode Bulan Januari sampai dengan Desember 2016

BULAN

JUMLAH KUNJUNGAN

Jumlah

Mancanegara

%

Domestik

%

Januari

51.881

75

17.113

25

68.994

Pebruari

55.072

82

12.056

18

67.128

Maret

52.902

81

12.773

19

65.675

April

55.083

84

10.731

16

65.814

Mei

64.623

75

21.121

25

85.744

Juni

68.852

80

17.417

20

86.269

Juli

93.517

77

28.684

23

122.201

Agustus

118.325

 

86

19.071

14

137.396

September

95.975

90

10519

10

106.494

Oktober

88.446

90

10.519

10

98.159

Nopember

68.179

90

7.729

10

75.908

Desember

63.782

 75

21.761

25

85.543

JUMLAH

876.641

82

188.684

18

1,065.325

 

Wisatawan Mancanegara : 876.641 ( 82 %) wisatawan

Wisatawan Domestik         : 188.684 ( 18 % )wisatawan

Sumber: Bendahara Penyimpan Barang Dinas Pariwisata 2016

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DATA KUNJUNGAN WISATAWAN DI ENAM DAYA TARIK WisataATA KABUPATEN GIANYAR

TAHUN 2016

 

Daya Tarik Wisata

Jumlah Kunjungan

Presentase

Tirta Empul

524.647

49,2

Goa Gajah

315.078

30

Gunung Kawi Tampak Siring

182.593

17

Gunung Kawi Sebatu

34.527

3,2

Yeh Pulu

8015

0,75

Alam Sidan

465

0,04

JUMLAH

1.065.325

 

 

Mengamati data diatas bahwa tergambar dengan jelas kunjungan di daya tarik Tirta Empul tercatat 524.647menempati urutan tertinggi disusul kunjungan di Goa Gajah, Gunung Kawi Tampaksiring, Gunung Kawi Sebatu, Yeh Pulu dan Alam Sidan.

Dibandingkan kunjungan pada tahun 2015 pada periode yang sama (Januari sampai dengan Desember) sesuai data kunjungan yang diperoleh bahwa di 6 daya tarik wisata terdapat 936.885 kunjungan, secara komulatif kunjungan wisatawan di daya tarik wisata  di tahun 2016  mengalami peningkatan.

 

 

BAB VI

 

PENUTUP

 

5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan uraian pada Bab II, Bab III dan Bab IV pada Buku Analisa Pasar Kepariwisataan ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

 

  1. Kunjungan di museum yang ada di kabupaten Gianyar terbanyak di museum Puri Lukisan dan terendah di museum Rudana.
  2. Kunjungan wisatawan di Museum perlu mendapat dorongan dari semua pihak, dalam hal ini pemerintah sebagai  motor untuk  menciptakan iklim agar  generasi muda kita mempunyai ketertarikan untuk  mengenal  budaya warisan leluhur maupun karya seni rupa  yang tersimpan di museum.
  3. Keberadaan obyek wisata alam masih mendapat atensi  daya tarik dari wisatawan sehingga  perlu mendapat perhatian  dari pemerintah, pengelola obyek serta masyarakat luas.
  4. Minat  khusus wisatawan terhadap  wisata belanja saat ini masih mendapat tempat di hati wisatawan,  namun jumlah kunjungan mengalami  trend penurunan seiring dengan  perkembangan ekonomi, minat kunjungan dan  faktor lain yang perlu diteliti lebih lanjut.
  5. Kunjungan wisatawan  terhadap keberadaan wisata kuliner dalam hal ini kursus singkat memasak mengalami perkembangan tren yang cukup baik  sehingga  menjadi daya tarik wisata minat khusus.
  6. Bahwa keberadaan BaliSpirit Festival merupakan  sebuah atraksi Festival  berkelas dunia yang  mampu menjangkau pengunjung dari berbagai Negara untuk menikmati music, yoga dan tari.
  7. Balispirit Festival  telah mampu memberikan dampak bagi pendapatan  masyarakat lokal termasuk peningkatan lama kunjungan terutama pada musim sepi  ( Low Season ).
  8. Karakteristik wisatawan domestik yang berkunjung ke Kabupaten Gianyar, dilihat dari perencanaan kunjungannya, mayoritas  wisatawan (60 %) wisatawan telah merencanakan kunjungannya sebulan sebelumnya. Bila dilihat dari sumber informasi tentang Kabupaten Gianyar, mayoritas  (32 %) wisatawan mengetahuinya dari internet. Pada motivasi kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gianyar adalah mayoritas (87%) untuk berlibur. Yang menjadi daya tarik utama kunjungan dari mayoritas wisatawan (45%)  adalah keunikan budaya dan keindahan  alam . Pada pembahasan pilihan akomodasi, pilihan wisatawan cukup beragam, namun dari 6 pilihan yang menjadi mayoritas adalah homestay yaitu sebesar 24%.Khusus untuk pilihan atraksi wisata yang dilakukan wisatawan di Kabupaten Gianyar, mayoritas wisatawan (43%) menyatakan Kabupaten Gianyar adalah wisata petualangan.Hal ini juga sesuai karena Kabupaten Gianyar memeiliki beragam atraksi wisata petualangan seperti rafting, trekking, bersepeda ataupun surfing.Pada permasalahan yang sering ditemui oleh wisatawan, mayoritas (49%) wisatawan menyatakan masalah kemacetan dan kebersihan merupakan permasalahan utama yang ditemui oleh wisatawan selama berkunjung ke Gianyar. Kabupaten Gianyar memberikan pilihan atraksi yang beragam dan mayoritas wisatawan domestic ingin berlibur, tentu ketika berlibur mengharapakan suasana yang nyaman bukan kemacetan seperti halnya di kota. Untuk itu, kemacetan harus segera diantisipasi utamanya pada saat musim puncak liburan.

 

Masyarakat di Kabupaten Gianyar mendapatkan kesan ramah (43%) pada persepsi wisatawan domestik.Pemahaman wisatawan domestik mengenai kebersihan di destinasi maupun lingkungan yang dikunjungi mayoritas menyatakan bersih.Terkait tingkat kepuasan pelayanan, mayoritas wisatawan domestik (64%) menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan.Yang menjadi perhatian adalah pada keinginan wisatawan domestic yang memilih berkunjung kembali ke Kabupaten Gianyar.Ini berarti Kabupaten Gianyar telah mampu membentuk suatu image tersendiri di benak wisatawan domestic. Kepuasan pun didapatkan oleh Kabupaten Gianyar yang menunjukkan 61 % wisatawan domestic merasa puas terhadap pementasan kesenian Bali. Terkait isu kepariwisataan yang ada di Kabupaten Gianyar dan global, 65% wisatawan domestic membenarkan masa depan pariwisata gianyar menjadi “yesterday destination”. Terkait keamanan global pendapat wisatawan domestik tidak begitu mengkhawatirkan keamanan, dikarenakan presepsi atas suatu bencana terjadi secara insidensial dan bisa terjadi kapan saja tanpa diduga sebelumnya. Persepsi tentang kemacetan yang menyatakan Bali sebagai pulau macet, 57% wisatawan domestik membenarkannya. Jadi hal ini harus mendapatkan perhatian serius agar jangan sampai mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Gianyar. Dalam hal penangan sampah di daya tarik wisata, menurut 74 persen wisatawan domestik menyatakan cukup baik. Pada penanganan kasus narkoba, wisatawan domestik mengapresiasi positif atas kinerja aparat keamanan atas penanganan maupun proses hukum oleh otoritas di Bali, dominan mereka menyatakan baik

 

Pada karakteristik wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Gianyar, dilihat dari perencanaan kunjungannya, wisatawan telah merencanakan kunjungannya sebulan sebelumnya. Bila dilihat dari sumber informasi tentang Kabupaten Gianyar, mayoritas  (50 %) wisatawan mengetahuinya dari internet. Pada motivasi kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gianyar adalah mayoritas (81%) untuk berlibur. Yang menjadi daya tarik utama kunjungan dari mayoritas wisatawan (40%)  adalah keunikan budaya dan keindahan  alam . Pada pembahasan pilihan akomodasi, pilihan wisatawan cukup beragam, namun dari 6 pilihan yang menjadi mayoritas adalah villa yaitu sebesar 20%.Khusus untuk pilihan atraksi wisata yang dilakukan wisatawan di Kabupaten Gianyar, mayoritas wisatawan (37%) menyatakan wisatawan mancanegara hanya melihat-lihat (sightseeing). Pada permasalahan yang sering ditemui oleh wisatawan, mayoritas (43%) wisatawan menyatakan masalah kemacetan dan 36% wisatawan menyatakan kebersihan merupakan permasalahan utama yang ditemui oleh wisatawan selama berkunjung ke Gianyar.

 

Masyarakat di Kabupaten Gianyar mendapatkan kesan sangat ramah (66%) pada persepsi wisatawan mancanegara.Pemahaman wisatawan mancanegara mengenai kebersihan di destinasi maupun lingkungan yang dikunjungi mayoritas menyatakan bersih.Terkait tingkat kepuasan pelayanan, mayoritas wisatawan mancanegara (54%) menyatakan sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan.Kepuasan pun didapatkan oleh Kabupaten Gianyar yang menunjukkan 79 % wisatawan mancanegara ingin berkunjung kembali. Untuk pementasan kesenian Bali, 75%  wisatawan mancanegara merasa sangat senang.

 

 

  1. Kabupaten Gianyar memiliki peningkatan dari segi kuantitas yang dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gianyar didukung oleh beberapa faktor antara lain semakin bervariasinya atraksi maupun destinasi wisata yang ada di Kabupaten Gianyar terutama di wilayah Gianyar Timur. Kunjungan wisatawan ke kabupaten Gianyar secara umum mengalami peningkatan. Sesuai data yang ada, daya tarik-daya tarik terdata adalah Tirta Empul, Gunung Kawi Tampaksiring, Gunung Kawi Sebatu, Goa Gajah, Yeh Pulu, Kolam Renang Bukit Jati dan Daya tarik Alam Sidan.Penting menjadi bahan pertimbangan bahwa peningkatan jumlah kunjungan atau “Quantity Tourists”bukanlah merupakan faktor yang utama, namun hanya sebagai indikator kinerja dan angka-angka pencapaian. Pada intinya yang diharapkan adalah kualitas wisatawan yang berkunjung “Quality Tourist” yang akan memberikan dampak perkembangan pariwisata yang lebih baik dari sisi pendapatan maupun keberlanjutan pembangunan kepariwisataan.

 

  1. Wisatawan memiliki pengetahuan tentang tempat yang akan dikunjunginya, sehingga akan lebih siap untuk berinteraksi dengan masyarakat di destinasi yang dikunjunginya. Wisatawan baik first time ataupun repeater yang berkunjung ke Gianyar memiliki karakteristik yang khas. Dari karakteristik wisatawan akan mempengaruhi tindakan yang dilakukan wisatawan saat mengunjungi suatu daya tarik wisata.Apa pun

 

5.2 Saran

 

Memahami uraian pada  Bab paparan diatas dapat kami  sarankan pada  pemegang kebijakan bawha  untuk  meningkatkan minat wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata alam, belanja dan kuliner  harap  diberikan  peningkatan sarana dan prasarana untuk tetap menjaga minta wisatawaan unuk berkunjung.

Bahwa pegelaran Event kepariwistaan yang ada di Kabupaten Gianyar perlu didukung  dengan kebijakan yang berpihak pada upaya penuingkatan kunjungan dan lama tinggal wisatawan khususnya  yang mengikuti festival kepariwisataan

Dukungan itu tidak hanya berupa kebijakan tapi kiranya tetap bisa didukung  anggaran sesuai kemampuan  pemerintah  yang bertujuan menjaga harmoni dan kerjasama dengan penyelenggara festival.

Mermbaca  beberapa respon yang disampaikan oleh wisatawan, Kabupaten Gianyar sebagai suatu wilayah yang juga menjadi destinasi pariwisata utama baik nasional dan internasional sudah harus mengetahui jati dirinya.Budaya sebagai daya Tarik utama bagi wisatawan untuk berkunjung tentu hars mendapat perhatian yang lebih serius.Infrastruktur penting dalam mendukung kepariwisataan, namun lebih penting lagi untuk membuat pariwisata semakin berkualitas.Membangun pariwisata berkualitas bisa dimulai dengan menjaring wisatawan berkualitas (quality tourists) sehingga mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi masayarakat setempat dan edukasi yang positip bagi kehidupan..

Materi analisa pasar wisatawan yang terkandung pada buku ini belum sepenuhnya mampu menggambarkan secara real tentang analisa pasar wisatawan yang begitu luas. Namun besar harapan apa yang dideskripsikan dapat membuka informasi bagi para pembaca untuk berbagai kepentingan.

Pemerintah sangat mengharapkan dukungan semua pihak agar pelayanan yang diberikan kepada wisatawan dapat memberikan rasa nyaman dan kepuasan yang berkualitas.Namun perlu diingat pelayanan yang diberikan tidaklah tanpa batas atau bebas sebagaimana yang diinginkan wisatawan namun tetap terukur, normative dan  berpijak pada standar pelayanan international dengan bercirikan kearifan lokal khas masyarakat Gianyar.

Informasi yang termuat pada buku analisa pasar ini semoga dapat dijadikan informasi yang sangat berguna demi keberlanjutan kepariwisataan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabaupaten Gianyar dan pada akhirnya  secara bertahap bisa meningkatkan kwalitas hidup masyarakat sebagaimana cita-cita pembanagunan nasional..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sabtu (22/07/17) bertempat di Taman Werdhi Budaya  Art Centre Denpasar, Duta "Jegeg" Kabupaten Gianyar, Ni Kadek Sukma Apti Pertiwi berhasil meraih predikat sebagai R.UP IV Jegeg Bali 2017 dan duta "Bagus" Kabupaten Gianyar, Putu Dipta Priyatna berhasil meraih predikat sebagai R.UP I Bagus Bali 2017. Selain prestasi tersebut, Duta Jegeg Bagus Kabupaten Gianyar juga meraih predikat sebagai Jegeg Bali Favorite 2017, Bagus Bali Favorite 2017, Video Promosi Destinasi Pariwisata Favorite 2017, dan Video Promosi Destinasi Pariwisata Terbaik 2017.

Senin, (17/7) Bambang Subiyanto selaku Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meresmikan pembukaan awal Kebun Raya Gianyar yang terletak di Banjar Pilan, Desa Kerta, Payangan Gianyar. Kemudian Bupati Gianyar A.A.Gde Agung Bharata melajutkan prosesi dengan menandatangai batu prasasti yang diletakan di kebun raya tersebut. Kebun Raya Gianyar merupakan tanah milik Negara dengan luas 9,7163 ha dan  dikelola oleh masyarakat  Desa Pilan, dihutan tersebut terdapat 41 jenis pohon dan  36 jenis satwa antara lain berbagai jenis burung, kera dan menjangan.

 

Gianyar, 20 Mei 2017 –Industri Pariwisata masih menjadi salah satu sumber utama pendapatan Negara. Untuk itu, sektor ini akan terus menjadi lahan yang paling tepat untuk dikembangkan. Saat ini, Pulau Dewata, Bali tetap menjadi destinasi utama para wisatawan mancanegara (Wisman) maupun wisatawan Nusantara (wisnus).

 

Menurut Mentri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya, terdapat sebanyak 40% wisman masuk ke Indonesia lewat Bali, sisanya lewat Jakarta 30%, Kepulauan Riau (Kepri) 20%, dan 10% tersebar luas di daerah lain. “ Selain itu, Bali juga istimewa karena segudang reputasi dunia yang dialamatkan padanya. Bali juga contoh destinasi yang paling lengkap 3A-nya. Atraksi, Akses, dan Amenitas, “ ungkap Arief Yahya.

 

Dalam dunia Pariwisata terdapat tiga atraksi utama yang dicari oleh para wisatawan , yakni Culture, nature, dan man-made (artificial). “ Wisata Budaya atau cultural Tourism masih memegang porsi 52% dari aktivitas wisata di dunia. Di Indonesia peran wisata budaya memegang porsi yang lebih tinggi dalam mendatangkan wisatawan mancanegara, yakni sebanyak 60%. Saya yakin dengan angka ini Indonesia dapat bersaing kuat dalam cultural industry, “ ungkap Arief optimis.

 

 

Sabtu, ( 29/4 ) bertempat di Open Stage Balai Budaya Gianyar, telah dilaksanakan Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus, Duta Pariwisata Kabupaten Gianyar 2017 yang dihadiri Bupati Gianyar A.A. Gde  Agung Bharata, Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, Jajaran Pejabat dilingkungan OPD Kabupaten Gianyar, Undangan, Para Supporter dari masing-masing finalis serta masyarakat Gianyar, dan terpilihlah Ni Kadek Sukma Apti Pertiwi (17) siswa SMAN 1 Gianyar (DOSMAN) asal Tegallalang dan Putu Dipta Priyatna (20) yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Ganesha asal Padangtegal Ubud. 

 

 

 

Halaman 1 dari 13
In legends, Legong is the heavenly dance of divine nymphs. Of all classical Balinese dances, it...
What makes the Kecak special is that the accompanying music is provided by the human voice, the...
Sidakarya mask is part of the mask dance performances that accompanied the ceremony in Bali...
Barong is probably the most well known dance. It is also another story telling dance, narrating...

Photo Tour

photo_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tourphoto_tour

Contact us

 Gianyar Government Tourism Office

Jln. Ngurah Rai, Gianyar - Bali - Indonesia (0361) 943554 Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.