Candi Tebing Tegallinggah

Br. Tegallinggah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali

This temple was firstly discovered by an expert of ancient from the Netherland named Krijsman on a cliff at the Pakerisan River, when he was digging a small building that previously only regarded as an ordinary gapura. It is estimated that Tebing Tegallinggah Temple is as the same era as Gunung Kawi Temple. Gunung Kawi Temple is estimated to be built during the reign of King Sri Aji Paduka Dharmawangsa Marakata Pangkaja Stanattunggadewa (944-948 Saka Year) and later continued when King Anak Wungsu (971-999 Saka Year) ruled Bali. Both of them were the descendants of King Udayana from Warmadewa Dynasty. Tengkulak Inscription (945 Saka) says that there is a hermitage located at the riverside of the Pakerisan River namely Amarawati. Researchers believe that Amarawati refers to Gunung Kawi Temple.

 

Tebing Tegallinggah Temple is a newly-discovered temple. The location of this temple is quite unique as it is carved on a cliff wall located at the Pakerisan River. This ancient site Tebing Tegallinggah Temple is named based on where it was discovered, which is at Tegallinggah Hamlet and also from its location which is at a cliff and that is why it is called by the word “tebing (cliff)”. 

 

Ancient Relic Site:

The ancient relics located at Tebing Tegallinggah Temple tourist attraction are:

·      18 niches, reviewing from the cosmological aspect, Hindu Religion has a purpose as a place to get closer to Sanghyang Widhi Wasa or sacred hermitage place.

·      3 Lingga as the embodiment of Tri Murti: God Brahma, God Wisnu, God Siwa.

·     Gapura, of which the right side of gapura has a bigger form, while the left side has a form similar to a half-completed monastery.

·      2 carved ancient temples.

·    4 fountains as a place for self-cleaning, there is also one more fountain located at the far side which is usually called “Pancoran Sudamala”. It is a special water fountain and usually used for implementing prayer to shrine. This Sudamala fountain is also used as a place for Ida Bathara watering at Pucak Manik Shrine when there is a holy ceremony/odalan.

 

Until now, nobody can give the assurance of the exact time of this temple being built and by whom. However, based on some discovered data, it is highly possible that this temple was built in the 12th AD century.

 

Location:

Tebing Tegallinggah Temple is located at Tegallinggah Village, Bedulu, Blahbatuh Sub-district, Gianyar District. This location can be reached in one hour from Denpasar City. From Blahbatuh Market, follow the path to the north until you see a Tegallinggah T-junction that has Dewi Kadru Statue. Then, take the path to the right for about 100 meters until you see the first alley on the left side of the road. Enter the alley towards the Pakraman Tegallinggah Village for about 800 meters until you arrive at the front of the temple’s parking spot. Tebing Tegallinggah Temple tourist attraction in Blahbatuh Gianyar Bali has a very interesting beautiful charm to visit. It is very unfortunate if you do not visit the Tebing Tegallinggah Temple tourist attraction in Blahbatuh, Gianyar, which has an incomparable beauty. 



__________


Candi ini ditemukan pertama kali oleh seorang ahli purbakala berkebangsaan Belanda bernama Krijsman pada sebuah tebing di Sungai Pakerisan, saat melakukan penggalian terhadap sebuah bangunan kecil yang sebelumnya hanya dianggap sebuah gapura biasa.

 

Diperkirakan situs Candi Tebing Tegallinggah sezaman dengan Gunung Kawi. Candi Gunung Kawi diperkirakan dibangun di masa pemerintahan Raja Sri Aji Paduka Dharmawangsa Marakata Pangkaja Stanattunggadewa (944-948 Saka) dan kemudian dilanjutkan saat Raja Anak Wungsu (971-999 Saka) memerintah Bali. Keduanya adalah keturunan Raja Udayana dari Dinasti Warmadewa. Prasasti Tengkulak (945 Saka) menyebut di tepi Sungai Pakerisan terdapat pertapaan bernama Amarawati. Para peneliti menafsirkan Amarawati mengacu pada Candi Gunung Kawi.

 

Candi Tebing Tegallinggah merupakan candi yang baru diketemukan. Lokasi candi ini cukup unik karena dipahatkan pada sebuah dinding tebing yang ada si Sungai Pakerisan. Situs purbakala Candi Tebing Tegallinggah ini dinamai berdasarkan tempat ditemukannya yang berada di Dusun Tegallinggah dan juga keberadaannya pada sebuah tebing sehingga ada sematan kata “tebing”nya.

 

Situs Peninggalan Purbakala:

·      Peninggalan purbakala yang terdapat pada Obyek Wisata Candi Tebing Tegallinggah antara lain: 18 buah cerukan, ditinjau dari segi kosmologi Agama Hindu bertujuan sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada Sanghyang Widhi Wasa atau tempat pertapaan yang sacral.

·      3 buah Lingga sebagai perwujudan Tri Murti; Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa.

·      Gapura, dimana gapura yang sebelah kanan memiliki bentuk yang lebih besar, sedangkan gapura sebelah kiri memiliki bentuk seperti biara yang setengah jadi.

·      2 buah candi kuno yang berukir.

·      4 buah pancuran sebagai tempat pembersihan diri, satu lagi yang letaknya agak di ujung sering disebut “Pancoran Sudamala”, merupakan pancuran air khusus dan biasanya digunakan untuk sembahyang ke Pura. Pancoran Sudamala ini, juga menjadi tempat untuk pasiraman Ida Bathara di Pura Pucak Manik dikala ada perayaan suci/odalan.

 

Sampai kinipun belum ada yang bisa memastikan ihwal kapan tepatnya candi ini dibangun dan oleh siapa. Namun berdasarkan data-data yang ditemukan bahwa kemungkinan besar candi ini dibangun pada abad ke 12 masehi.

 

Lokasi:

Candi Tebing Tegallinggah yang berada di Desa Tegallinggah, Bedulu Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, lokasi ini harus ditempuh selama satu jam dari Pusat Kota Denpasar. Dari  Pasar Blahbatuh susuri jalan ke utara hingga tiba di pertigaan Tegallinggah yang ada Tugu Patung Dewi Kadru. Kemudian tempuh jalan ke kanan sekitar 100 meter akan terlihat gang pertama di kiri jalan. Masuk terus ke gang yang menuju wilayah Desa Pakraman Tegallinggah, sekitar 800 meter akan sampai depan parkiran candi.

Wisata Candi Tebing Tegallinggah di Blahbatuh Gianyar Bali memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sangat di sayangkan jika anda tidak mengunjungi Wisata Candi Tebing Tegallinggah di Blahbatuh, Gianyar yang mempunyai keindahan yang tiada duanya.

Foto

Video

Lokasi Maps

Events Lainnya

Berita Lainnya

Logo Logo Logo

Pemerintah Kabupaten Gianyar

Situs resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar

Situs Terkait

Logo
Website Gianyar

gianyarkab.go.id

Logo
Jegeg Bagus Gianyar

jegegbagusgianyar.or.id