Mengening Temple

Br. Sareseda, Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali

Mengening Temple is located in Banjar Sarasada, Tampaksiring Village, Gianyar District. This temple is an ancient site which is a relic of the King Marakata reign in 1022 AD. At first,Mengening Shrine was discovered by WF Stutterheim in 1925 – 1927 but was not described in detail. Then, in 1960, Bernet Kempers stated that there was a shrine with some building remains on a small hill.

Based on the report, an excavation and research were conducted, after that the shrine in complete condition including Lingga Yoni was discovered, it was placed in a small temple’s room and regarded as sacred by the local. This place was built in a valley of the Pakerisan River that has an overflowing water resource. The water is accommodated in a pool and flows through a fountain.

Water Source:
At the Nista Mandala part (the outer zone of a shrine and used an entrance gate) of the Mengening Shrine, there is a pool with very clear water that is sourced from the cliff and the gaps of root. This pool is used for bathing. On the organized beautiful gardens, there is a water source with five fountains that comes from 10 Klebutan (water source) and is utilized as a mean in Yadnya ceremonial procession at the Mengening Shrine. It is also believed to be a place for soul-cleansing (Penglukatan).

Besides being used as the mean for religious ceremony, the water of this water source is also used as an agricultural irrigation by flowing through the Pakerisan River.

This is a very interesting place to visit beside old kings’ relic. We can also see a quite beautiful river flow. The water of this River is functioned to irrigate the surrounding rice field even to Pejeng and Bedulu area.


__________


Pura Mengening terletak di Banjar Sarasada, Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Candi ini adalah situs kuno, yaitu peninggalan pemerintahan Raja Marakata tahun 1022 Masehi.

Untuk pertama kalinya, Pura Mengening ditemukan oleh WF Stutterheim di 1925 - 1927 tapi tidak disebutkan secara rinci, kemudian pada tahun 1960, Bernet Kempers menyatakan bahwa ada sebuah kuil dengan beberapa sisa-sisa bangunan diatas bukit kecil.

Berdasarkan Laporan, penggalian dan penelitian dilakukan, kemudian kuil dalam kondisi lengkap termasuk Lingga Yoni kemudian ditemukan, ditempatkan diruang kamar candi dianggap suci oleh orang lokal. Tempat ini dibangun di lembah sungai Pakerisan yang memiliki sumber daya air yang melimpah. Air yang ditampung di kolam dan mengalir melalui pancoran.

Sumber Mata Air:
Pada bagian Nista Mandala dari Pura Mengening, terdapat kolam dengan air yang sangat jernih, dimana airnya bersumber dari tebing dan sela-sela akar, tempat ini digunakan sebagai tempat permandian. 

Pada taman-taman yang indah tertata, terdapat sumber mata air dan lima buah pancoran yang berasal dari 10 buah klebutan (sumber air) yang dimanfaatkan untuk sarana prosesi upacara yadnya di Pura Mengening serta dipercaya sebagai alat pembersihan diri (penglukatan).

Selain sebagai sarana upacara keagamaan, air dari sumber air ini digunakan sebagai irigasi pertanian yang mengalir melalui Sungai Pakerisan.

Tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi disamping melihat peninggalan raja – raja jaman dahulu , kita juga dapat melihat aliran sungai yang cukup indah. Air Sungai ini difungsikan untuk mengairi sawah disekitarnya bahkan sampai kedaerah Pejeng dan Bedulu. 

Foto

Video

Lokasi Maps

Events Lainnya

Berita Lainnya

Logo Logo Logo

Pemerintah Kabupaten Gianyar

Situs resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar

Situs Terkait

Logo
Website Gianyar

gianyarkab.go.id

Logo
Jegeg Bagus Gianyar

jegegbagusgianyar.or.id